يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا ۖ إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
Wahai para rasul, makanlah dari yang baik-baik dan beramallah saleh. Sesungguhnya Aku berilmu akan apa yang kalian kerjakan.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- يَا أَيُّهَا الرُّسُلُyaa ayyuhaa r-rusuluwahai para rasul
- كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِkuluu mina th-thayyibaatimakanlah dari yang baik-baik
- وَاعْمَلُوا صَالِحًاwa-'maluu shaalihandan beramallah saleh
- إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌinnii bi-maa ta'maluuna 'aliimunsesungguhnya Aku berilmu akan apa yang kalian kerjakan
Terjemahan per kata (12 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- الرُّسُلُr-rusulupara rasul
- كُلُواkuluumakanlah kalian
- مِنَminadari
- الطَّيِّبَاتِth-thayyibaatiyang baik-baik
- وَاعْمَلُواwa-'maluudan beramallah kalian
- صَالِحًاshaalihankebajikan
- إِنِّيinniisesungguhnya Aku
- بِمَاbi-maapada apa yang
- تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
- عَلِيمٌ'aliimunberilmu
Inti bacaan
Instruksi kepada para rasul: 'makanlah dari makanan yang baik-baik dan beramalsalehlah', kebutuhan fisik dasar (makan yang baik) disandingkan langsung dengan tindakan moral (amal saleh), menegaskan bahwa kedua dimensi kehidupan tidak terpisah.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini beralih dari narasi tentang para rasul (bentuk orang ketiga di ayat-ayat sebelumnya) ke sapaan langsung kepada mereka: pergeseran gaya bicara yang dikenal dalam retorika Al-Qur'an, dipertahankan tanpa menyisipkan penanda pembicara yang tak ada di teks Arab; isi sapaan itu sendiri ('sesungguhnya Aku...') sudah cukup menandai siapa yang berbicara. 'Aliimun' ('berilmu') dipertahankan tanpa 'Maha', konsisten dengan seluruh registri gelar di teks ini.
Tafsiran
Setelah rangkaian panjang kisah generasi yang menolak para rasul, ayat ini berbicara langsung kepada para rasul itu sendiri, bukan tentang mereka, melainkan kepada mereka. Instruksi yang diberikan sederhana: kebutuhan fisik dasar (makan yang baik) disandingkan langsung dengan tindakan moral (amal saleh), tanpa memisahkan keduanya sebagai dua ranah terpisah.
Renungan dan Hikmah
- Pergeseran dari narasi tentang para rasul ke sapaan langsung kepada mereka menandai transisi tematik dalam surah ini, dari kisah-kisah penolakan individual menuju pernyataan kesatuan yang akan ditegaskan di ayat berikutnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').