فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
Tetapi mereka memecah-belah urusan mereka di antara mereka menjadi kepingan-kepingan; setiap golongan bangga dengan apa yang ada pada mereka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًاfa-taqaththa'uu amrahum baynahum zuburantetapi mereka memecah-belah urusan mereka di antara mereka menjadi kepingan-kepingan
- كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَkullu hizbin bi-maa ladayhim farihuunasetiap golongan bangga dengan apa yang ada pada mereka
Terjemahan per kata (9 kata)
- فَتَقَطَّعُواfa-taqaththa'uumaka mereka terpecah
- أَمْرَهُمْamrahumurusan mereka
- بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
- زُبُرًاzuburanberkeping-keping
- كُلُّkullusetiap
- حِزْبٍhizbingolongan
- بِمَاbi-maadengan apa yang
- لَدَيْهِمْladayhimdi sisi mereka
- فَرِحُونَfarihuunaorang-orang yang bergembira
Inti bacaan
Kritik terhadap perpecahan: 'mereka memecah-belah urusan mereka menjadi kepingan-kepingan; setiap golongan bangga dengan apa yang ada pada mereka', kebanggaan sempit terhadap kelompok sendiri menghalangi pengakuan terhadap kesatuan yang lebih besar. Konkretnya: kebanggaan berlebihan terhadap kelompok atau golongan sendiri (sampai mengabaikan kesatuan yang lebih besar) adalah pola yang perlu diwaspadai, identitas kelompok tidak seharusnya menghalangi pengakuan terhadap kebenaran atau nilai bersama yang lebih fundamental.
Penjelasan pilihan kata
Kalimat pembuka ayat ini ('memecah-belah urusan mereka di antara mereka') secara struktural memparalelkan 21:93 ('mereka memecah-belah urusan mereka di antara mereka'), diverifikasi dari teks yang sudah terintegrasi, kelanjutannya berbeda: 21:93 ditutup 'masing-masing kembali kepada Kami' (akar rjE, penekanan pada pertanggungjawaban akhir), ayat ini ditutup 'setiap golongan bangga dengan apa yang ada pada mereka' (akar frH, penekanan pada kepuasan diri golongan). 'Zuburan' ('kepingan-kepingan', akar zbr) dipertahankan dalam makna 'fragmen/pecahan', bukan makna alternatifnya 'kitab-kitab': konteks memecah-belah urusan lebih cocok dengan citra terpecah-belah daripada citra kitab tertulis.
Tafsiran
Ayat ini adalah kontras langsung dengan pernyataan kesatuan di ayat sebelumnya: kata kerja 'memecah-belah' merespons langsung 'umat yang satu', menunjukkan bahwa perpecahan bukan bagian dari pesan asli, melainkan sesuatu yang dilakukan manusia sendiri terhadap kesatuan yang mereka terima.
Renungan dan Hikmah
- Paralel dengan 21:93 (memecah-belah urusan) namun berakhir dengan penekanan berbeda, di sana pada pertanggungjawaban akhir, di sini pada kepuasan diri tiap golongan; menunjukkan tema perpecahan diulang di lebih dari satu tempat dengan sudut penekanan yang bisa berbeda.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-t-', a-m-r, b-y-n, z-b-r, k-l-l, h-z-b, f-r-h): taqatta'uu amrahum baynahum zuburan diterjemahkan 'memecah-belah urusan mereka menjadi kepingan-kepingan (kitab-kitab)' (akar q-t-' + akar '-m-r + akar z-b-r), PARALEL 21:93: manusia yang memecah diin yang satu (52 diterjemahkan 53 = struktur 92 diterjemahkan 93); hizb diterjemahkan 'golongan' (akar h-z-b); farihuun diterjemahkan 'bangga' (akar f-r-h). gloss '(para pengikut rasul)/(agama)/(masing-masing)' dibuang.