مُسْتَكْبِرِينَ بِهِ سَامِرًا تَهْجُرُونَ
sambil menyombongkan diri terhadapnya, kalian mengucapkan perkataan yang tidak senonoh dalam percakapan malam.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مُسْتَكْبِرِينَ بِهِmustakbiriina bihisambil menyombongkan diri terhadapnya
- سَامِرًا تَهْجُرُونَsaamiran tahjuruunakalian mengucapkan perkataan yang tidak senonoh dalam percakapan malam
Terjemahan per kata (4 kata)
- مُسْتَكْبِرِينَmustakbiriinaorang-orang yang sombong
- بِهِbihiterhadapnya
- سَامِرًاsaamiransambil bercakap malam
- تَهْجُرُونَtahjuruunakalian mengucapkan kata kasar
Inti bacaan
Detail perilaku yang merusak: 'menyombongkan diri dan mengucapkan perkataan-perkataan keji. pada waktu bercakap-cakap malam hari', bahkan waktu santai (percakapan malam) digunakan untuk merendahkan kebenaran, menunjukkan penolakan yang sudah mendarah daging.
Penjelasan pilihan kata
'Mustakbiriina' ('menyombongkan diri', akar kbr): akar yang sama persis dengan 'istakbaruu' di 23:46 (kesombongan Firaun), kini dipakai untuk kelompok penolak yang berbeda, menunjukkan pola watak yang berulang lintas kisah. 'Tahjuruuna' ('mengucapkan perkataan yang tidak senonoh', akar hjr): akar ini punya dua makna dalam leksikon (meninggalkan / berbicara kasar-tak-senonoh); dipilih makna kedua karena konteks 'saamiran' (percakapan malam) mengarah pada tindakan verbal aktif, bukan sekadar meninggalkan.
Tafsiran
Ayat penutup kutipan ini merinci bentuk konkret penolakan mereka: bukan sekadar diam mengabaikan, melainkan aktif merendahkan lewat kata-kata dalam percakapan santai malam hari, penolakan yang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan insiden sesekali.
Renungan dan Hikmah
- Kata 'menyombongkan diri' yang sama persis dipakai untuk Firaun (23:46) dan untuk kelompok penolak di sini, watak yang sama muncul lintas kisah berbeda, menegaskan pola bukan kebetulan tunggal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.