أَفَلَمْ يَدَّبَّرُوا الْقَوْلَ أَمْ جَاءَهُمْ مَا لَمْ يَأْتِ آبَاءَهُمُ الْأَوَّلِينَ
Maka tidakkah mereka merenungkan firman itu, ataukah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka yang terdahulu?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَفَلَمْ يَدَّبَّرُوا الْقَوْلَa-fa-lam yaddabbaruu l-qawlamaka tidakkah mereka merenungkan firman itu
- أَمْ جَاءَهُمْ مَا لَمْ يَأْتِ آبَاءَهُمُ الْأَوَّلِينَam jaa'ahum maa lam ya'ti aabaa'ahumu l-awwaliinaataukah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka yang terdahulu
Aplikasi
Pertanyaan reflektif penting: 'tidakkah mereka merenungkan firman itu?', kegagalan menerima kebenaran sering berakar dari kurangnya perenungan mendalam, bukan ketiadaan akses terhadap pesan itu sendiri. Konkretnya: sebelum menolak sebuah gagasan atau kritik, memastikan sudah benar-benar merenungkannya secara mendalam (bukan menolak sekilas) adalah kejujuran intelektual yang perlu dilatih.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar d-b-r, q-w-l, j-y-a, a-t-y, a-b-w, a-w-l): yaddabbaruu l-qawl diterjemahkan 'merenungkan firman (perkataan)' (akar d-b-r + akar q-w-l), prinsip tadabbur: menelaah wacana Ilahi demi koherensinya, pilar metode (sepasang 4:82 a-fa-laa yatadabbaruuna l-qur'aan). Selaras.