وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ

Dan sekiranya kebenaran itu mengikuti hawa nafsu mereka, niscaya binasalah langit dan bumi serta siapa yang ada di dalamnya. Bahkan Kami telah mendatangkan kepada mereka peringatan mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan mereka.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْwa-lawi ttaba'a l-haqqu ahwaa'ahumdan sekiranya kebenaran itu mengikuti hawa nafsu mereka
  2. لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّla-fasadati s-samaawaatu wa-l-ardhu wa-man fiihinnaniscaya binasalah langit dan bumi serta siapa yang ada di dalamnya
  3. بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْbal ataynaahum bi-dzikrihimbahkan Kami telah mendatangkan kepada mereka peringatan mereka
  4. فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَfa-hum 'an dzikrihim mu'ridhuunatetapi mereka berpaling dari peringatan mereka

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. وَلَوِwa-lawidan sekiranya
  2. اتَّبَعَttaba'amengikuti
  3. الْحَقُّl-haqqukebenaran
  4. أَهْوَاءَهُمْahwaa'ahumkeinginan mereka
  5. لَفَسَدَتِla-fasadatisungguh akan rusak
  6. السَّمَاوَاتُs-samaawaatulangit
  7. وَالْأَرْضُwa-l-ardhudan bumi
  8. وَمَنْwa-mandan orang yang
  9. فِيهِنَّfiihinnapada mereka
  10. بَلْbalbahkan
  11. أَتَيْنَاهُمْataynaahumKami mendatangkan kepada mereka
  12. بِذِكْرِهِمْbi-dzikrihimdengan peringatan mereka
  13. فَهُمْfa-hummaka mereka
  14. عَنْ'andari
  15. ذِكْرِهِمْdzikrihimperingatan mereka
  16. مُعْرِضُونَmu'ridhuunaberpaling menolak

Inti bacaan

Argumen mendalam: 'sekiranya kebenaran itu mengikuti hawa nafsu mereka, niscaya binasalah langit dan bumi', kebenaran objektif tidak boleh dikompromikan demi menyenangkan keinginan subjektif, karena hasilnya akan merusak tatanan yang lebih besar. Konkretnya: kebenaran atau prinsip yang kokoh tidak boleh disesuaikan demi memuaskan keinginan pribadi yang berubah-ubah, menjaga integritas prinsip meski tidak populer mencegah kerusakan yang lebih luas.

Penjelasan pilihan kata

'La-fasadati' ('niscaya binasalah', akar fsd), akar yang sama persis dengan argumen keteraturan kosmik di 21:22 (dikonfirmasi morfologi: 'la-fasadataa', jika ada tuhan-tuhan selain Allah, langit dan bumi akan binasa), kini argumen serupa dipakai bukan untuk banyak-tuhan, melainkan untuk kebenaran-yang-tunduk-pada-hawa-nafsu: keduanya sama-sama argumen bahwa keteraturan kosmik meniscayakan sesuatu yang objektif dan tidak tunduk pada kehendak subjektif. 'Dzikrihim' ('peringatan mereka', akar dz-k-r) dipertahankan konsisten sebagai 'peringatan': facet inti yang berlaku sepanjang teks ini.

Tafsiran

Argumen ini mengangkat penolakan ke tingkat kosmik: jika kebenaran bisa ditekuk mengikuti keinginan manusia, hasilnya bukan sekadar ketidaksepakatan, melainkan kehancuran tatanan itu sendiri. Kebenaran yang objektif justru menjadi syarat bagi keberlangsungan tatanan, bukan penghalang bagi keinginan manusia.

Renungan dan Hikmah

  • Argumen 'jika X mengikuti kehendak subjektif, langit dan bumi akan binasa' memakai akar kata yang persis sama dengan argumen banyak-tuhan di 21:22, pola argumen keteraturan kosmik yang sama dipakai untuk dua kasus berbeda, menunjukkan ini adalah satu jenis argumen yang dipakai berulang, bukan kebetulan retoris.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar t-b-', h-q-q, h-w-y, f-s-d, s-m-w, a-r-d, a-t-y, dz-k-r, '-r-d): law ittaba'a l-haqq ahwaa'ahum la-fasadat as-samaawaat wa l-ard diterjemahkan 'sekiranya kebenaran mengikuti hawa nafsu mereka, binasalah langit & bumi' (akar t-b-' + akar h-q-q + akar h-w-y + akar f-s-d), PARALEL 21:22 (la-fasadataa): argumen keteraturan-kosmik, kini kebenaran itu objektif/terpaku, tak tunduk pada kehendak manusia; dhikr diterjemahkan 'peringatan' (akar dz-k-r); mu'riduun diterjemahkan 'berpaling' (akar '-r-d). gloss '(Al-Qur'an sebagai)' dibuang.