وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ
Dan sekiranya kebenaran itu mengikuti hawa nafsu mereka, niscaya binasalah langit dan bumi serta siapa yang ada di dalamnya. Bahkan Kami telah mendatangkan kepada mereka peringatan mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan mereka.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْwa-lawi ttaba'a l-haqqu ahwaa'ahumdan sekiranya kebenaran itu mengikuti hawa nafsu mereka
- لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّla-fasadati s-samaawaatu wa-l-ardu wa-man fiihinnaniscaya binasalah langit dan bumi serta siapa yang ada di dalamnya
- بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْbal ataynaahum bi-dzikrihimbahkan Kami telah mendatangkan kepada mereka peringatan mereka
- فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَfa-hum an dzikrihim mu'riduunatetapi mereka berpaling dari peringatan mereka
Aplikasi
Argumen mendalam: 'sekiranya kebenaran itu mengikuti hawa nafsu mereka, niscaya binasalah langit dan bumi', kebenaran objektif tidak boleh dikompromikan demi menyenangkan keinginan subjektif, karena hasilnya akan merusak tatanan yang lebih besar. Konkretnya: kebenaran atau prinsip yang kokoh tidak boleh disesuaikan demi memuaskan keinginan pribadi yang berubah-ubah, menjaga integritas prinsip meski tidak populer mencegah kerusakan yang lebih luas.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar t-b-', h-q-q, h-w-y, f-s-d, s-m-w, a-r-d, a-t-y, dz-k-r, '-r-d): law ittaba'a l-haqq ahwaa'ahum la-fasadat as-samaawaat wa l-ard diterjemahkan 'sekiranya kebenaran mengikuti hawa nafsu mereka, binasalah langit & bumi' (akar t-b-' + akar h-q-q + akar h-w-y + akar f-s-d), PARALEL 21:22 (la-fasadataa): argumen keteraturan-kosmik, kini kebenaran itu objektif/terpaku, tak tunduk pada kehendak manusia; dhikr diterjemahkan 'peringatan' (akar dz-k-r); mu'riduun diterjemahkan 'berpaling' (akar '-r-d). gloss '(Al-Qur'an sebagai)' dibuang.