وَلَوْ رَحِمْنَاهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِمْ مِنْ ضُرٍّ لَلَجُّوا فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ
Seandainya Kami rahmati mereka dan Kami lenyapkan kemudaratan yang menimpa mereka, niscaya mereka akan terus terombang-ambing dalam pembangkangan mereka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَوْ رَحِمْنَاهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِمْ مِنْ ضُرٍّwa-law rahimnaahum wa-kasyafnaa maa bihim min dhurrinseandainya Kami rahmati mereka dan Kami lenyapkan kemudaratan yang menimpa mereka
- لَلَجُّوا فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَla-lajjuu fii thughyaanihim ya'mahuunaniscaya mereka akan terus terombang-ambing dalam pembangkangan mereka
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- رَحِمْنَاهُمْrahimnaahumKami merahmati mereka
- وَكَشَفْنَاwa-kasyafnaadan Kami menyingkap
- مَاmaaapa yang
- بِهِمْbihimpada mereka
- مِنْmindari
- ضُرٍّdhurrinmudarat
- لَلَجُّواla-lajjuusungguh mereka akan terus-menerus
- فِيfiidalam
- طُغْيَانِهِمْthughyaanihimkesewenangan mereka
- يَعْمَهُونَya'mahuunaterombang-ambing
Inti bacaan
Wawasan mendalam tentang sifat manusia: bahkan jika kemudaratan dilenyapkan, 'mereka akan terus terombang-ambing dalam kesesatannya', beberapa pola penolakan begitu mengakar sehingga bahkan pertolongan nyata tidak cukup mengubahnya.
Penjelasan pilihan kata
'Tughyaanihim' ('pembangkangan mereka', akar Tgy) dipertahankan berbeda dari 'dalaal' (kesesatan, akar Dll) yang dipakai di tempat lain, dua akar berbeda untuk dua nuansa berbeda: tughyaan menekankan pelampauan batas/pembangkangan aktif, bukan sekadar tersesat pasif. 'Ya'mahuuna' ('terombang-ambing', akar Emh) menggambarkan kebingungan yang berkelanjutan tanpa arah.
Tafsiran
Ayat ini mengajukan pengandaian yang mengejutkan: bahkan jika penderitaan mereka dilenyapkan sepenuhnya, sikap penolakan mereka tidak akan berubah, pola penolakan ini digambarkan begitu mengakar sehingga tidak bergantung pada ada-tidaknya kesulitan.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyingkap bahwa penderitaan bukan penyebab penolakan mereka, pengandaian eksplisit menyatakan bahwa bahkan tanpa kesulitan sekalipun, pembangkangan yang sama akan berlanjut, membantah anggapan bahwa kesulitan hidup adalah satu-satunya penjelasan atas penolakan terhadap kebenaran.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…Seandainya Kami rahmati mereka dan Kami lenyapka…”. Dalam ayat ini, 'rahima' tanpa kata sandang al-. verba rahima diterjemahkan keluarga 'merahmati/memberi rahmat' (sejalan raahimiin diterjemahkan 'pemberi rahmat', kata terjemahan lain SENDIRI di 23:109).