وَلَقَدْ أَخَذْنَاهُمْ بِالْعَذَابِ فَمَا اسْتَكَانُوا لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ
Dan sungguh Kami telah menimpakan siksaan kepada mereka, tetapi mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka, dan tidak pula merendahkan diri.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَقَدْ أَخَذْنَاهُمْ بِالْعَذَابِwa-la-qad akhadznaahum bi-l-'adzaabidan sungguh Kami telah menimpakan siksaan kepada mereka
- فَمَا اسْتَكَانُوا لِرَبِّهِمْfa-maa stakaanuu li-rabbihimtetapi mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka
- وَمَا يَتَضَرَّعُونَwa-maa yatadharra'uunadan tidak pula merendahkan diri
Terjemahan per kata (8 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- أَخَذْنَاهُمْakhadznaahumKami menimpakan kepada mereka
- بِالْعَذَابِbi-l-'adzaabidengan azab
- فَمَاfa-maamaka tidak
- اسْتَكَانُواstakaanuumereka tunduk
- لِرَبِّهِمْli-rabbihimkepada Tuhan mereka
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- يَتَضَرَّعُونَyatadharra'uunamereka merendahkan diri
Inti bacaan
Pengakuan pahit: 'Kami telah menimpakan siksaan kepada mereka, tetapi mereka tidak tunduk. tidak pula merendahkan diri', bahkan konsekuensi langsung tidak selalu cukup memicu perubahan hati yang genuine.
Penjelasan pilihan kata
'Akhadznaahum bi-l-adzaabi' ('Kami telah menimpakan siksaan kepada mereka') mengulang pola yang sama dengan 23:64 ('Kami timpakan siksaan kepada orang-orang mewah di antara mereka'), namun responsnya berbeda: di 23:64 mereka berteriak minta tolong, di sini bahkan itu pun tidak terjadi, mereka tetap tidak tunduk.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan pengandaian di ayat sebelumnya dengan kenyataan yang sudah terjadi: siksaan sungguh sudah ditimpakan, namun ketundukan yang diharapkan tetap tidak muncul, mengonfirmasi bahwa pola penolakan ini bukan sekadar hipotesis.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut Dia telah menimpakan siksaan kepada mereka. Peringatan itu bukan lagi kata; ia sudah dirasakan. Yang diuji bukan lagi apakah mereka percaya, melainkan apakah mereka berubah.
- Yang disebut tidak terjadi ada dua: tidak tunduk kepada Tuhan mereka, dan tidak merendahkan diri. Keduanya perkara hati. Kesulitan bisa menekan tubuh tanpa menggerakkan apa pun di dalam.
- Allah merekam kejadian itu apa adanya, tanpa menghaluskan. Susah tidak dengan sendirinya melembutkan orang. Ia membuka pintu, dan yang memutuskan masuk tetap yang mengalaminya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-kh-dz, '-dz-b, k-y-n, r-b-b, d-r-'): akhadhnaahum diterjemahkan 'Kami timpakan' (akar '-kh-dz); istakaanuu diterjemahkan 'tunduk' (akar s-k-n); yatadarra'uun diterjemahkan 'merendahkan diri' (akar d-r-').