وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati; sedikit sekali kalian bersyukur.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَwa-huwa lladzii ansya'a lakumu s-sam'a wa-l-abshaara wa-l-af'idatadan Dialah yang telah menciptakan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati
  2. قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَqaliilan maa tasykuruunasedikit sekali kalian bersyukur

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَهُوَwa-huwadan Dialah
  2. الَّذِيlladziiyang
  3. أَنْشَأَansya'amenumbuhkan
  4. لَكُمُlakumubagi kalian
  5. السَّمْعَs-sam'apendengaran
  6. وَالْأَبْصَارَwa-l-abshaaradan penglihatan
  7. وَالْأَفْئِدَةَwa-l-af'idatadan hati
  8. قَلِيلًاqaliilansedikit
  9. مَاmaasedikit sekali
  10. تَشْكُرُونَtasykuruunabersyukur

Inti bacaan

Pengakuan atas anugerah dasar: 'menciptakan bagi kalian pendengaran, penglihatan dan hati nurani, tetapi sedikit sekali kalian bersyukur', kapasitas indrawi dan kognitif yang mendasar sering diabaikan dari rasa syukur, dianggap taken-for-granted.

Penjelasan pilihan kata

'Al-af'idah' ('hati', akar fAd): bagian dari triad indra-kognitif (pendengaran, penglihatan, hati) yang disebut berdampingan; dipertahankan sebagai 'hati' polos tanpa menyempitkannya jadi 'hati nurani' (konsep moral spesifik yang tak eksplisit di kata dasarnya). 'Qaliilan maa tashkuruuna' ('sedikit sekali kalian bersyukur'): susunan penekanan ganda untuk menegaskan betapa jarangnya rasa syukur itu muncul.

Tafsiran

Ayat ini membuka bagian penutup surah dengan daftar anugerah paling dasar dari eksistensi manusia (kemampuan mendengar, melihat, dan berpikir), justru yang paling jarang disyukuri karena dianggap semata-mata sudah ada, bukan pemberian.

Renungan dan Hikmah

  • Kata الْأَفْئِدَةَ terpakai empat kali (16:78, 23:78, 32:9, 67:23), dan keempatnya menyebutnya bersama pendengaran serta penglihatan. Tiga dari empat memakai kata kerja جَعَلَ, menjadikan; ayat ini sendirian memakai أَنْشَأَ, dan bentuk itu tak dipakai lagi di mana pun. Kata yang dipilih mengandung pengertian menumbuhkan dari awal, bukan sekadar memberikan.
  • Penutup قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ terpakai empat kali (7:10, 23:78, 32:9, 67:23). Yang menarik justru pengecualiannya: 16:78 memakai rangkaian ketiga hal yang sama persis, tetapi menutupnya berlawanan arah, ketiganya diberikan “agar kalian bersyukur”. Satu ayat menyebut maksudnya, tiga ayat lain menyebut hasilnya, dan hasil itu tak sesuai maksudnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini murni (kamu diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sufiks '-mu' jamak diterjemahkan 'kalian'), kata kunci syukur tak diubah (sisi-hamba sudah selaras). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).