قَالُوا أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ
Mereka berkata, "Apakah apabila kami telah mati serta menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالُوا أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًاqaaluu a-idzaa mitnaa wa-kunnaa turaaban wa-izhaamanmereka berkata, apakah apabila kami telah mati serta menjadi tanah dan tulang belulang
- أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَa-innaa la-mab'uutsuunakami benar-benar akan dibangkitkan
Aplikasi
Keraguan yang sama diulang lagi: 'apabila kami telah mati serta menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan?', pertanyaan yang berulang lintas berbagai kisah menegaskan bahwa ini adalah tantangan universal, bukan keraguan unik pada satu kelompok saja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama passthrough. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. Lih.. sebagian penerjemah: 'They say: “When we are dead and are dust and bones, will we be raised?' Akar akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.