قَالُوا أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ

Mereka berkata, "Apakah apabila kami telah mati serta menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالُوا أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًاqaaluu a-idzaa mitnaa wa-kunnaa turaaban wa-'izhaamanmereka berkata, apakah apabila kami telah mati serta menjadi tanah dan tulang belulang
  2. أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَa-innaa la-mab'uutsuunakami benar-benar akan dibangkitkan

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. قَالُواqaaluumereka berkata
  2. أَإِذَاa-idzaaapakah apabila
  3. مِتْنَاmitnaakami mati
  4. وَكُنَّاwa-kunnaadan kami adalah
  5. تُرَابًاturaabantanah
  6. وَعِظَامًاwa-'izhaamandan tulang-belulang
  7. أَإِنَّاa-innaaapakah sesungguhnya kami
  8. لَمَبْعُوثُونَla-mab'uutsuunabenar-benar akan dibangkitkan

Inti bacaan

Keraguan yang sama diulang lagi: 'apabila kami telah mati serta menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan?', pertanyaan yang berulang lintas berbagai kisah menegaskan bahwa ini adalah tantangan universal, bukan keraguan unik pada satu kelompok saja.

Penjelasan pilihan kata

'Turaaban wa-izhaaman' ('tanah dan tulang belulang'), frasa yang nyaris identik dengan 23:35 (dikonfirmasi morfologi: akar trb+EZm sama persis), keberatan yang sama diajukan kaum berbeda dengan kata-kata yang nyaris sama persis, mengonfirmasi eksplisit klaim 23:81 bahwa ini 'seperti apa yang diucapkan orang-orang terdahulu'.

Tafsiran

Keberatan yang dikutip di sini secara harfiah menggenapi apa yang baru dinyatakan di ayat sebelumnya: teks tidak hanya mengatakan keberatan itu berulang, tetapi menunjukkannya lewat pengulangan kata yang nyaris identik dengan keberatan kaum lain.

Renungan dan Hikmah

  • Frasa 'tanah dan tulang belulang' di sini nyaris identik kata demi kata dengan 23:35, bukti tekstual langsung bahwa klaim 23:81 ('seperti apa yang diucapkan orang-orang terdahulu') bukan sekadar pernyataan umum, melainkan bisa ditelusuri sampai ke kemiripan kata yang persis.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.