قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Katakanlah, "Siapakah pemilik langit yang tujuh dan pemilik Arasy yang agung?"
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِqul man rabbu s-samaawaati s-sab'ikatakanlah, siapakah pemilik langit yang tujuh
- وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِwa-rabbu l-arshi l-azhiimidan pemilik Arasy yang agung
Catatan pilihan kata (ringkas)
azhiim diterjemahkan 'agung' (takrif diterjemahkan 'Sang Agung'; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama passthrough. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. Lih.. sebagian penerjemah: 'Say thou: “Who is Lord of the Seven Heavens and Lord of the Great Throne?”' Akar akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.
Aplikasi
Pertanyaan berlanjut ke skala yang lebih besar: 'Siapakah pemilik langit yang tujuh dan pemilik 'Arasy yang agung?', eskalasi pertanyaan yang membangun argumen secara bertahap menuju kesimpulan yang tak terelakkan.