Ayat 23:93
قُلْ رَبِّ إِمَّا تُرِيَنِّي مَا يُوعَدُونَ
Katakanlah, "Tuhanku, jika Engkau benar-benar memperlihatkan kepadaku apa yang diancamkan kepada mereka,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ رَبِّqul rabbikatakanlah, tuhanku
- إِمَّا تُرِيَنِّي مَا يُوعَدُونَimmaa turiyannii maa yuu'aduunajika Engkau benar-benar memperlihatkan kepadaku apa yang diancamkan kepada mereka
Terjemahan per kata (6 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- رَبِّrabbiTuhan
- إِمَّاimmaajika
- تُرِيَنِّيturiyanniiEngkau perlihatkan kepadaku
- مَاmaaapa yang
- يُوعَدُونَyuu'aduunamereka dijanjikan
Inti bacaan
Doa yang jujur tentang keinginan melihat keadilan ditegakkan: 'jika Engkau benar-benar memperlihatkan kepadaku apa yang diancamkan kepada mereka', hasrat melihat konsekuensi bagi yang menolak kebenaran adalah respons manusiawi yang diungkapkan terus terang.
Penjelasan pilihan kata
'Turiyannii' ('memperlihatkan kepadaku', akar rAy): permohonan personal untuk menyaksikan langsung keadilan yang dijanjikan bagi para penolak, dipertahankan literal tanpa menambahkan objek spesifik yang tak disebut eksplisit di ayat ini.
Tafsiran
Doa ini membuka bagian penutup surah dengan permohonan yang jujur: keinginan menyaksikan keadilan ditegakkan terhadap mereka yang menolak, sebuah hasrat manusiawi yang diungkapkan terus terang kepada Tuhan, bukan disembunyikan.
Renungan dan Hikmah
- Allah mengajarkan doa itu sebelum azab yang diancamkan datang. Persiapannya di depan. Yang diminta bukan menunggu, melainkan bersiap sejak sekarang.
- Bentuknya pengandaian: jika Engkau benar-benar memperlihatkan kepadaku. Bukan permintaan agar diperlihatkan. Yang dipersiapkan sikap saat menyaksikan, bukan kesaksiannya.
- Allah membiarkan ayat ini berhenti sebelum permintaannya selesai; sambungannya di ayat berikutnya. Doanya terpotong. Jeda itu menahan pembacanya untuk melanjutkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, r-b-b, r-a-y, w-'-d): turiyannii diterjemahkan 'memperlihatkan kepadaku' (akar r-'-y); yuu'aduun diterjemahkan 'diancamkan' (akar w-'-d). gloss '(Nabi Muhammad)/(azab)' dibuang.
Ayat 23:94
رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِي فِي الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku termasuk kaum yang zalim."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِيrabbi fa-laa taj'alniituhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku
- فِي الْقَوْمِ الظَّالِمِينَfii l-qawmi zh-zhaalimiinatermasuk kaum yang zalim
Terjemahan per kata (6 kata)
- رَبِّrabbiTuhan
- فَلَاfa-laamaka janganlah
- تَجْعَلْنِيtaj'alniiEngkau menjadikanku
- فِيfiitermasuk
- الْقَوْمِl-qawmikaum
- الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim
Inti bacaan
Doa lanjutan yang penuh kehati-hatian: 'janganlah Engkau jadikan aku termasuk kaum yang zalim', kesadaran diri untuk tidak jatuh ke dalam kategori yang sama dengan yang dikritik, sebuah kerendahan hati yang penting.
Penjelasan pilihan kata
'Fa-laa taj'alnii fii l-qawmi zh-zhaalimiina' ('janganlah Engkau jadikan aku termasuk kaum yang zalim'): doa ini segera menyusul permohonan sebelumnya dengan kewaspadaan diri, bukan permintaan tunggal tanpa syarat.
Tafsiran
Doa ini menambahkan pengendali penting pada permohonan sebelumnya: keinginan menyaksikan keadilan bagi orang zalim disertai kesadaran bahwa diri sendiri juga bisa jatuh ke kategori yang sama, kerendahan hati yang menyeimbangkan hasrat akan keadilan.
Renungan dan Hikmah
- Doa ini menunjukkan pola penting: keinginan melihat keadilan ditegakkan bagi orang lain disertai langsung dengan permohonan agar diri sendiri tidak jatuh ke kesalahan yang sama, bukan sekadar menuntut keadilan dari luar, tapi juga menjaga diri dari dalam.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-b-b, j-'-l, q-w-m, zh-l-m): taj'alnii diterjemahkan 'menjadikan aku'; zhaalimiin diterjemahkan 'zalim'. Selaras.