ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ ۚ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ

Tolaklah keburukan dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَidfa' bi-llatii hiya ahsanu s-sayyi'atatolaklah keburukan dengan yang lebih baik
  2. نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَnahnu a'lamu bi-maa yashifuunaKami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. ادْفَعْidfa'tolaklah
  2. بِالَّتِيbi-llatiidengan yang
  3. هِيَhiyaia
  4. أَحْسَنُahsanulebih baik
  5. السَّيِّئَةَs-sayyi'atakeburukan
  6. نَحْنُnahnukami
  7. أَعْلَمُa'lamulebih mengetahui
  8. بِمَاbi-maaapa yang
  9. يَصِفُونَyashifuunamereka sifatkan

Inti bacaan

Instruksi penting tentang cara merespons keburukan: 'Tolaklah keburukan dengan perbuatan yang lebih baik', strategi merespons konflik dengan kualitas yang lebih tinggi, bukan membalas dengan tingkat yang sama. Konkretnya: merespons perlakuan buruk dengan tindakan yang lebih baik (bukan membalas setimpal) adalah strategi yang secara aktif mengubah dinamika konflik, bukan sekadar bertahan pasif.

Penjelasan pilihan kata

'Idfa' bi-llatii hiya ahsanu' ('tolaklah dengan yang lebih baik'): instruksi yang melanjutkan langsung suara ilahi dari ayat sebelumnya, tanpa qaala baru. 'As-sayyi'ata' ('keburukan') dan 'ahsanu' ('yang lebih baik') tidak diberi objek tambahan yang tak disebut teks: dipertahankan sebagai prinsip umum tanpa merinci pelaku atau bentuk perbuatan spesifik.

Tafsiran

Instruksi ini mengalihkan fokus dari permohonan melihat keadilan (23:93) menuju respons praktis sehari-hari: menghadapi keburukan bukan dengan balasan setimpal, melainkan dengan sesuatu yang lebih baik, strategi yang mengubah dinamika, bukan sekadar bertahan.

Renungan dan Hikmah

  • Perintah ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ terpakai dua kali, dan yang satunya, 41:34, menyebutkan akibat yang tak disebut di sini: orang yang antara kau dan dia ada permusuhan berubah “seakan-akan teman yang akrab”. Ayat ini berhenti sebelum akibat itu, lalu menyambung dengan hal lain: Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan. Jadi yang ditawarkan bukan jaminan hasil, melainkan pembagian tugas, menolak dengan yang lebih baik urusanmu, menilai apa yang mereka katakan bukan.
  • Rumusan بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ, “dengan yang lebih baik”, terpakai enam kali dan tiap kali menjaga sesuatu yang mudah disalahgunakan: harta anak yatim (6:152, 17:34), cara berdakwah (16:125), cara mendebat Ahlulkitab (29:46), dan membalas keburukan (23:96, 41:34). Kata penutupnya pun bukan pilihan sembarang, يَصِفُونَ terpakai tujuh kali, dan lima ayat sebelumnya, di 23:91, kata yang sama menutup bantahan bahwa Allah punya anak. Yang “mereka sifatkan” di sini menyambung ke sana, bukan ke keburukan pribadi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).