فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلَا أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَاءَلُونَ

Maka apabila sangkakala ditiup, tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu, dan tidak pula mereka saling bertanya.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِfa-idzaa nufikha fii s-suurimaka apabila sangkakala ditiup
  2. فَلَا أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍfa-laa ansaaba baynahum yawma'idzintidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu
  3. وَلَا يَتَسَاءَلُونَwa-laa yatasaa'aluunadan tidak pula mereka saling bertanya
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar n-f-kh, s-w-r, n-s-b, b-y-n, s-a-l): nufikha fii s-suur diterjemahkan 'ditiup sangkakala' (akar n-f-kh + akar s-w-r); ansaab diterjemahkan 'pertalian keluarga (nasab)' (akar n-s-b); yatasaa'aluun diterjemahkan 'saling bertanya' (akar s-'-l). gloss '(hari Kiamat)' dibuang.

Aplikasi

Momen dramatis: 'tidak ada lagi pertalian keluarga... tidak pula mereka saling bertanya', ikatan sosial yang selama ini dianggap penting menjadi tidak relevan di hadapan akuntabilitas yang sepenuhnya individual.