فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Maka siapa yang berat timbangannya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُfa-man tsaqulat mawaaziinuhumaka siapa yang berat timbangannya
- فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَfa-ulaa'ika humu l-muflihuunamereka itulah orang-orang yang beruntung
Terjemahan per kata (6 kata)
- فَمَنْfa-manmaka orang yang
- ثَقُلَتْtsaqulatberat
- مَوَازِينُهُmawaaziinuhutimbangannya
- فَأُولَٰئِكَfa-ulaa'ikamaka mereka itu
- هُمُhumumerekalah
- الْمُفْلِحُونَl-muflihuunaorang-orang yang beruntung
Inti bacaan
Kriteria sederhana dan jelas: 'siapa yang berat timbangannya, mereka itulah orang-orang yang beruntung', evaluasi akhir yang objektif berdasarkan bobot perbuatan, bukan klaim atau status sosial.
Penjelasan pilihan kata
'Tsaqulat mawaaziinuhu' ('berat timbangannya', akar vql+wzn): citra timbangan dipertahankan literal tanpa penjelasan tambahan tentang apa yang ditimbang atau bagaimana mekanismenya.
Tafsiran
Kriteria yang diajukan di sini sederhana dan tegas: bobot yang lebih berat menentukan keberuntungan, tanpa syarat tambahan yang dijelaskan lebih jauh oleh ayat ini sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai berat timbangan sebagai ukuran. Bukan banyaknya. Yang dinilai bobotnya, dan bobot tak selalu sejalan dengan jumlah.
- Yang ditimbang tak disebutkan. Dibiarkan terbuka. Alatnya diperlihatkan, isinya tidak.
- Allah menutup dengan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Ditunjuk. Yang lolos diberi nama sesudah ukurannya disebut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar ts-q-l, w-z-n, f-l-h): thaqulat mawaaziin diterjemahkan 'berat timbangan' (akar ts-q-l + akar w-z-n); muflihuun diterjemahkan 'beruntung' (akar f-l-h). gloss '(kebaikan)' dibuang.