إِنَّهُ كَانَ فَرِيقٌ مِنْ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku yang berkata, 'Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkau sebaik-baik pemberi rahmat.'
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- إِنَّهُ كَانَ فَرِيقٌ مِنْ عِبَادِي يَقُولُونَinnahu kaana fariiqun min 'ibaadii yaquuluunasesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku yang berkata
- رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَاrabbanaa aamannaa fa-ghfir lanaa wa-rhamnaaya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat
- وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَwa-anta khayru r-raahimiinaEngkau sebaik-baik pemberi rahmat
Terjemahan per kata (14 kata)
- إِنَّهُinnahusesungguhnya
- كَانَkaanaada
- فَرِيقٌfariiqunsegolongan
- مِنْmindari
- عِبَادِي'ibaadiihamba-hamba-Ku
- يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
- رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
- آمَنَّاaamannaakami beriman
- فَاغْفِرْfa-ghfirmaka ampunilah
- لَنَاlanaabagi kami
- وَارْحَمْنَاwa-rhamnaadan rahmatilah kami
- وَأَنْتَwa-antadan engkau
- خَيْرُkhayrusebaik-baik
- الرَّاحِمِينَr-raahimiinapara pengasih
Inti bacaan
Kontras dengan kelompok lain: 'segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa. kami telah beriman, maka ampunilah kami', doa yang sederhana dan tulus dari mereka yang memilih jalan berbeda, tanpa perlu penundaan hingga momen terakhir.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini masih bagian dari jawaban Allah yang dimulai di 23:108 (tanpa qaala baru): sekarang menjelaskan alasan penolakan dengan mengutip perilaku mereka terhadap kelompok lain. Doa segolongan hamba yang dikutip di sini memakai kutipan bersarang di dalam kutipan yang lebih besar.
Tafsiran
Ayat ini mengungkap kontras yang menjadi inti tuduhan: ada kelompok lain yang berdoa dengan tulus dan sederhana (tanpa penundaan, tanpa menunggu momen kematian), sementara kelompok yang sekarang memohon justru dulu mengabaikan dan mengejek mereka.
Renungan dan Hikmah
- Doa sederhana yang dikutip di sini, pengakuan iman langsung diikuti permohonan ampunan, berdiri sebagai kontras terhadap penundaan yang baru saja terlihat di 23:99-100 dan 23:106-107, menunjukkan dua jalan yang mungkin ditempuh: bertindak sejak awal, atau menunda sampai terlambat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…ah kami dan berilah kami rahmat. Engkau adalah sebaik-ba…”. Dalam ayat ini, 'ghafara' dan 'rahima' sama-sama tanpa kata sandang al-; 'raahimiin' bertakrif (memakai kata sandang al-). ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf') · verba rahima diterjemahkan keluarga 'merahmati/memberi rahmat' (sejalan raahimiin diterjemahkan 'pemberi rahmat', kata terjemahan lain SENDIRI di 23:109) · raahimiin diterjemahkan 'pemberi rahmat' (kata terjemahan lain sendiri di 23:109/118).