فَاتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا حَتَّىٰ أَنْسَوْكُمْ ذِكْرِي وَكُنْتُمْ مِنْهُمْ تَضْحَكُونَ
Lalu kalian menjadikan mereka bahan ejekan, hingga itu membuat kalian lupa mengingat-Ku, dan kalian menertawakan mereka.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَاتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّاfa-ttakhadztumuuhum sikhriyyanlalu kalian menjadikan mereka bahan ejekan
- حَتَّىٰ أَنْسَوْكُمْ ذِكْرِيhattaa ansawkum dzikriihingga itu membuat kalian lupa mengingat-Ku
- وَكُنْتُمْ مِنْهُمْ تَضْحَكُونَwa-kuntum minhum tadhakuunadan kalian menertawakan mereka
Terjemahan per kata (8 kata)
- فَاتَّخَذْتُمُوهُمْfa-ttakhadztumuuhummaka kalian menjadikan mereka
- سِخْرِيًّاsikhriyyanbahan olokan
- حَتَّىٰhattaasampai
- أَنْسَوْكُمْansawkummereka melalaikan kalian
- ذِكْرِيdzikriiperingatan-Ku
- وَكُنْتُمْwa-kuntumpadahal kalian adalah
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- تَضْحَكُونَtadhakuunakalian tertawa
Inti bacaan
Pengungkapan tajam: 'kalian menjadikan mereka bahan ejekan, hingga itu membuat kalian lupa mengingat-Ku', mengolok-olok orang lain yang tulus beribadah ternyata memiliki konsekuensi tersembunyi: melupakan kesadaran spiritual sendiri. Konkretnya: mengejek atau meremehkan ketulusan spiritual orang lain bisa secara tidak sadar menjauhkan diri sendiri dari kesadaran yang sama, sikap merendahkan orang lain punya efek balik terhadap batin sendiri.
Penjelasan pilihan kata
'Ittakhadztumuuhum sikhriyyan' ('menjadikan mereka bahan ejekan', akar sxr): tuduhan konkret terhadap perlakuan mereka pada kelompok yang berdoa tulus di ayat sebelumnya. 'Ansawkum dzikrii' ('membuat kalian lupa mengingat-Ku', akar dz-k-r): akar yang sama dengan 'peringatan' yang sudah dipakai konsisten di sepanjang surah, kini dalam bentuk kausatif 'membuat lupa'.
Tafsiran
Ayat ini menyingkap mekanisme sebab-akibat: mengejek orang yang tulus beribadah ternyata bukan tindakan netral, melainkan sesuatu yang secara aktif menjauhkan pelakunya sendiri dari kesadaran spiritual.
Renungan dan Hikmah
- Kata سِخْرِيًّا dua kali muncul, di sini dan 38:63, dan dua-duanya terucap pada saat yang sama: sesudah segalanya berakhir. Bedanya arah bicara. Di 38:63 penghuni neraka bertanya-tanya di antara diri mereka, mencari sosok-sosok yang dahulu direndahkan dan tak menemukannya, “ataukah karena penglihatan yang berpaling dari mereka”. Di ayat ini yang berbicara pihak lain: pihak yang menghitung.
- Rangkaian أَنْسَوْكُمْ ذِكْرِي tak ada duanya, dan susunannya patut diperhatikan, pelaku yang melupakan disebut sebagai pihak yang direndahkan, bukan yang merendahkan. Akar itu muncul lagi di 12:42 dengan pelaku setan, yang menghapus ingatan seseorang untuk menyebut Yusuf di hadapan tuannya. Kata تَضْحَكُونَ yang menutup ayat pun dua kali saja terpakai; yang satunya 53:60, “dan kalian tertawa dan tidak menangis”.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-kh-dz, s-kh-r, n-s-y, dz-k-r, k-w-n, d-h-k): ittakhadhtumuuhum sikhriyyan diterjemahkan 'menjadikan mereka bahan ejekan' (akar '-kh-dz + akar s-kh-r); ansawkum dhikrii diterjemahkan 'membuat kalian lupa mengingat-Ku' (akar n-s-y + akar dz-k-r); tadhakuun diterjemahkan 'menertawakan' (akar d-h-k). Selaras.