فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
Maka Tinggilah Allah, Sang Raja Yang Nyata. Tidak ada tuhan selain Dia, Tuhan pemilik Arasy yang mulia.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّfa-ta'aalaa llaahu l-maliku l-haqqumaka Tinggilah Allah, Sang Raja Yang Nyata
- لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَlaa ilaaha illaa huwatidak ada tuhan selain Dia
- رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِrabbu l-'arsyi l-kariimiTuhan pemilik Arasy yang mulia
Terjemahan per kata (11 kata)
- فَتَعَالَىfa-ta'aalaamaka Mahatinggi
- اللَّهُllaahuAllah
- الْمَلِكُl-malikuSang Raja
- الْحَقُّl-haqqukebenaran
- لَاlaatidak
- إِلَٰهَilaahatuhan
- إِلَّاillaakecuali
- هُوَhuwaDia
- رَبُّrabbuTuhan
- الْعَرْشِl-'arsyiArasy
- الْكَرِيمِl-kariimiYang Mahamulia
Inti bacaan
Penutup dengan pujian: 'Mahatinggi Allah, Sang Raja Yang Nyata. pemilik 'Arasy yang mulia', deklarasi keagungan yang menutup argumen tentang tujuan penciptaan dan akuntabilitas.
Penjelasan pilihan kata
'Fa-ta'aalaa llaahu' ('Tinggilah Allah'): verba doksologis dari akar Elw, kemunculan ketiga dalam teks ini yang sudah dikunci tanpa 'Maha' (setelah 20:114 dan 23:92), dipertahankan konsisten. 'Al-maliku l-haqqu' ('Sang Raja Yang Nyata') dan 'rabbu l-arshi l-kariimi' ('Tuhan pemilik Arasy yang mulia', akar krm): kariim di sini menyifati Arasy (takhta), bukan Allah langsung; dipertahankan 'mulia' konsisten dengan registri kariim yang sudah dipakai di tempat lain, berbeda dari 'majiid' (luhur) yang menyifati Arasy di ayat lain.
Tafsiran
Ayat ini menyimpulkan seluruh argumen surah dengan seruan ketinggian dan penegasan tauhid tunggal: puncak retoris yang menyatukan tema kedaulatan mutlak ('Sang Raja Yang Nyata') dengan penolakan sekutu ('tidak ada tuhan selain Dia').
Renungan dan Hikmah
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
rabbu l-'arsyi l-KARIiM diterjemahkan 'pemilik Arasy yang mulia' (kariim menyifati Arsy di sini; bandingkan 85:15 Arsy+majiid, dua sifat Arsy berbeda pun terbedakan). Konvensi krm/mjd: kariim diterjemahkan 'mulia' (takrif 'Sang Mulia' 82:6, 44:49; elatif akram diterjemahkan 'paling mulia' 96:3); majiid diterjemahkan 'luhur' (takrif 'Yang Luhur' 50:1, 85:15). Pembeda kitab: 56:77 kariim 'mulia' vs 85:21 majiid 'luhur'. Keluarga krm pemakaian diteruskan (memuliakan/dimuliakan); cabang-benda kariim didokumentasi (56:44). 'agung' tetap tercadang azhiim. of la'iim… A thing highly esteemed or prized; excellent, PRECIOUS'.