وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

Dan siapa yang menyeru tuhan lain bersama Allah, yang tiada dalil baginya tentang itu, maka perhitungannya hanya di sisi Tuhannya; sesungguhnya orang-orang kafir tidak akan beruntung.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَwa-man yad'u ma'a llaahi ilaahan aakharadan siapa yang menyeru tuhan lain bersama Allah
  2. لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِlaa burhaana lahu bihiyang tiada dalil baginya tentang itu
  3. فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِfa-innamaa hisaabuhu 'inda rabbihimaka perhitungannya hanya di sisi Tuhannya
  4. إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَinnahu laa yuflihu l-kaafiruunasesungguhnya orang-orang kafir tidak akan beruntung

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَمَنْwa-mandan orang yang
  2. يَدْعُyad'umenyeru
  3. مَعَma'abersama
  4. اللَّهِllaahiAllah
  5. إِلَٰهًاilaahantuhan
  6. آخَرَaakharayang lain
  7. لَاlaatidak
  8. بُرْهَانَburhaanabukti
  9. لَهُlahubaginya
  10. بِهِbihitentangnya
  11. فَإِنَّمَاfa-innamaamaka sesungguhnya hanyalah
  12. حِسَابُهُhisaabuhuperhitungannya
  13. عِنْدَ'indadi sisi
  14. رَبِّهِrabbihiTuhannya
  15. إِنَّهُinnahusesungguhnya
  16. لَاlaatidak
  17. يُفْلِحُyuflihuberuntung
  18. الْكَافِرُونَl-kaafiruunaorang-orang kafir

Inti bacaan

Peringatan tegas: 'siapa yang menyeru tuhan lain bersama Allah, yang tidak ada bukti baginya. orang-orang kafir tidak akan beruntung', pengabdian tanpa dasar bukti yang sah berujung pada kegagalan, sebuah pengulangan tema yang konsisten sepanjang surah.

Penjelasan pilihan kata

'Laa burhaana lahu bihi' ('yang tiada dalil baginya tentang itu', akar brhn): diterjemahkan 'dalil', konsisten dengan terjemahan yang sama persis di 21:24 (dikonfirmasi morfologi akar sama); transliterasi ilmiah 'burhaana' memakai diakritik makron, sesuai disiplin proyek ini bahwa field Arab dan transliterasi tidak pernah diubah. 'Yad'u' ('menyeru', akar dEw) dipertahankan berbeda dari 'menyembah': akar yang sama dengan penggunaan positif di 23:73 (menyeru ke jalan lurus), kini dipakai untuk arah yang salah.

Tafsiran

Ayat ini menutup argumen dengan menuntut dasar rasional bagi klaim tuhan lain, bukan penolakan berbasis otoritas semata, melainkan permintaan dalil yang tidak bisa dipenuhi, menyandingkan tema akuntabilitas rasional yang sudah dibangun sepanjang surah dengan konsekuensi akhir bagi yang tak bisa memenuhinya.

Renungan dan Hikmah

  • Tuntutan 'dalil' di sini adalah penerapan kedua dari kata yang sama persis di 21:24 ('kemukakanlah dalil kalian'), pola argumen yang konsisten dipakai di dua surah berbeda: klaim ketuhanan ganda harus disertai dasar rasional, bukan diterima begitu saja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar d-'-w, a-l-h, a-kh-r, b-r-h-n, h-s-b, '-n-d, r-b-b, f-l-h, k-f-r): man yad'u ma'a llaah ilaahan aakhar laa burhaana lahu bihi diterjemahkan 'siapa menyeru tuhan lain bersama Allah, TANPA bukti tentangnya' (akar d-'-w + ilaah + akar b-r-h-n), burhaan = akar judul proyek haatuu burhaanakum: Qur'an SENDIRI menuntut bukti bagi tuhan kedua = sandaran-internal langsung 'bawalah buktimu'; yad'u diterjemahkan 'menyeru' (da'aa, BUKAN 'menyembah'; terjemahan lain 'menyembah'); laa yuflihu l-kaafiruun diterjemahkan 'orang kafir tak beruntung' (akar f-l-h + akar k-f-r). gloss '(yang membenarkan)' dibuang.