الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Perempuan pezina dan laki-laki pezina, cambuklah masing-masing dari keduanya seratus kali cambukan, dan janganlah iba terhadap keduanya mencekam kalian dalam pertanggungjawaban Allah, jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan hendaklah hukuman atas keduanya disaksikan oleh segolongan orang-orang beriman.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- الزَّانِيَةُ وَالزَّانِيaz-zaaniyatu wa-z-zaaniiperempuan pezina dan laki-laki pezina
- فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍfa-jliduu kulla waahidin minhumaa mi'ata jaldatincambuklah masing-masing dari keduanya seratus kali cambukan
- وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِwa-laa ta'khudzkum bihimaa ra'fatun fii diini llaahidan janganlah iba terhadap keduanya mencekam kalian dalam pertanggungjawaban Allah
- إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِin kuntum tu'minuuna bi-llaahi wa-l-yawmi l-aakhirijika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir
- وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَwa-l-yashhad adzaabahumaa taa'ifatun mina l-mu'miniinadan hendaklah hukuman atas keduanya disaksikan oleh segolongan orang-orang beriman
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain 'rasa belas kasihan' pada dasarnya BENAR (ia menangkap perasaan), terjemahan ini menormalkannya ke 'iba' demi konsistensi lintas-ayat & menghindari tabrakan: 'kasihan' seakar dgn 'kasih' diterjemahkan bertabrakan dgn 'pengasih' (rahiim). Kandidat lain gugur: 'penyantun' (santun=adab, bukan perasaan, GAGAL di ayat ini: 'kesantunan mencekam kalian'?); 'belas' (mudah salah-baca 'BALAS', fatal justru di ayat DERA ini, sebab 'pembalasan' malah masuk akal & artinya KEBALIKAN); 'welas' (KBBI: welas='belas; KASIH', contohnya 'welas asih' diterjemahkan tabrakan resmi). ⚠ 'agama (hukum) Allah' terjemahan lain diterjemahkan terjemahan ini 'pertanggungjawaban Allah' (konvensi diin). PALANG LOLOS TELAK utk akar r-a-f: 'wa laa bihimaa ra'fatun fii diini llaah', ra'fah seseorang & menghalanginya menjalankan hukuman. 'Rahmat'/'pemberian' MUSTAHIL di sini: pemberian tak mencekam orang; hanya PERASAAN bisa. (Bandingkan rahmaan & g-f-r yang GAGAL palang, kejanggalan saja tak cukup.) 57:27 menguatkan dari arah lain: 'Kami tempatkan dalam HATI mereka ra'fatan wa rahmatan', keduanya BERSAMA, di hati diterjemahkan harus BEDA. Akibat lintas-akar: pasangan 'ra'uufun rahiim' (10 ayat) = 'penuh iba lagi pengasih' = PERASAAN dan TINDAKAN, bukan dua kata untuk satu makna, persis logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. Ia juga MENGUATKAN temuan rahmah=pemberian dari arah yang bebas. ⚠ terjemahan lain memakai 'Maha Pengasih' utk ra'uuf di 4 ayat, kata yang SAMA dipakainya utk rahmaan (53×) & rahiim (10×): tabrakan TIGA arah. sebagian penerjemah: 'The unchaste woman and the unchaste man: lash each one of the two with a hundred lashes, and let not pity for them take you concerning the doctrine of God if you believe in God and the Last Day. with rahmah: OR it denotes a; or the utmost degree thereof; or the most tender thereof'. Kalau berhenti di situ diterjemahkan sinonim, dan itu melanggar prinsip non-redundansi (10/13 ra'uuf berdampingan dgn rahiim). Dua entri, dua halaman diterjemahkan ra'fah memikul KELEMBUTAN, rahmah memikul PEMBERIAN. Corpus: ra'fatun = INDEF.
Aplikasi
Larangan 'iba... mencegah kalian menjalankan pertanggungjawaban hukum Allah' menunjukkan bahwa rasa kasihan pribadi terhadap pelaku yang bersalah tidak boleh membatalkan penegakan keadilan yang sudah terbukti, sekaligus ayat berikutnya (24:4) menaruh bar pembuktian yang sangat tinggi agar hukum ini tidak disalahgunakan. Konkretnya: waspadai godaan melindungi kerabat atau teman dari akibat wajar perbuatan salah mereka yang sudah terbukti jelas, hanya karena kedekatan emosional.