الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ ۚ وَحُرِّمَ ذَٰلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
Pezina laki-laki tidak menikahi kecuali pezina perempuan atau perempuan musyrik, dan pezina perempuan tidak dinikahi kecuali oleh pezina laki-laki atau laki-laki musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang beriman.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةًaz-zaanii laa yankihu illaa zaaniyatan aw musyrikatanpezina laki-laki tidak menikahi kecuali pezina perempuan atau perempuan musyrik
- وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌwa-z-zaaniyatu laa yankihuhaa illaa zaanin aw musyrikundan pezina perempuan tidak dinikahi kecuali oleh pezina laki-laki atau laki-laki musyrik
- وَحُرِّمَ ذَٰلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَwa-hurrima dzaalika 'alaa l-mu'miniinadan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang beriman
Terjemahan per kata (18 kata)
- الزَّانِيaz-zaaniipezina lelaki
- لَاlaatidak
- يَنْكِحُyankihumenikahi
- إِلَّاillaakecuali
- زَانِيَةًzaaniyatanpezina perempuan
- أَوْawatau
- مُشْرِكَةًmusyrikatanperempuan musyrik
- وَالزَّانِيَةُwa-z-zaaniyatudan pezina perempuan
- لَاlaatidak
- يَنْكِحُهَاyankihuhaamenikahinya
- إِلَّاillaakecuali
- زَانٍzaaninpezina lelaki
- أَوْawatau
- مُشْرِكٌmusyrikunlelaki musyrik
- وَحُرِّمَwa-hurrimadan diharamkan
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- عَلَى'alaaatas
- الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
Inti bacaan
Pengamatan bahwa pezina cenderung berpasangan dengan pezina atau musyrik (bukan dengan mukmin yang lurus) menyiratkan pola nyata: orientasi hidup dan karakter cenderung berkelompok dengan yang sejenis. Konkretnya: dalam memilih pasangan hidup atau sahabat dekat, perhatikan bukan hanya ketertarikan sesaat tapi kesamaan komitmen etis, karena kedekatan yang dalam cenderung memperkuat, bukan menetralkan, arah hidup masing-masing.
Penjelasan pilihan kata
'Laa yankihu' ('tidak menikahi', akar nkH): bentuk pernyataan deskriptif-normatif, bukan sekadar larangan langsung; ayat ini menyatakan pola sekaligus menutupnya dengan pernyataan keharaman eksplisit di akhir.
Tafsiran
Ayat ini menyandingkan dua kategori (pezina dan musyrik), sebagai pasangan yang tidak sesuai bagi orang beriman, sebuah batasan yang menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar kontrak sosial netral, melainkan sesuatu yang terkait dengan arah hidup dan komitmen etis pasangan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyusun kalimat ini sebagai pernyataan tentang apa yang terjadi, bukan cuma sebagai larangan. Ia menggambarkan kecenderungan lebih dulu, baru menutupnya dengan keharaman. Aturan yang berpijak pada pola yang bisa diamati berdiri berbeda dari aturan yang cuma menuntut.
- Yang disandingkan Allah pezina dan orang musyrik, dua hal yang biasanya dianggap berada di ranah berbeda. Yang satu soal perbuatan, yang lain soal arah hidup. Menempatkannya dalam satu kalimat menunjukkan bahwa keduanya sama-sama menentukan ke mana sebuah rumah tangga akan bergerak.
- Yang diatur di sini bukan sekadar sahnya sebuah akad, melainkan siapa yang layak menjadi pasangan seumur hidup. Pernikahan diperlakukan sebagai penentu arah, bukan urusan pribadi yang tak menyentuh apa pun. Yang paling menentukan ke mana seseorang berjalan memang sering orang yang berjalan di sebelahnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar z-n-y, n-k-h, sh-r-k, h-r-m, a-m-n): zaanii diterjemahkan 'pezina' (akar z-n-y); yankihu diterjemahkan 'menikahi' (akar n-k-h); mushrikah diterjemahkan 'perempuan musyrik' (akar sh-r-k); hurrima diterjemahkan 'diharamkan' (akar h-r-m). Selaras.