وَالْخَامِسَةَ أَنَّ غَضَبَ اللَّهِ عَلَيْهَا إِنْ كَانَ مِنَ الصَّادِقِينَ

dan yang kelima: bahwa kemurkaan Allah atasnya jika ia termasuk orang-orang yang benar.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَالْخَامِسَةَ أَنَّ غَضَبَ اللَّهِ عَلَيْهَاwa-l-khaamisata anna ghadhaba llaahi 'alayhaadan yang kelima: bahwa kemurkaan Allah atasnya
  2. إِنْ كَانَ مِنَ الصَّادِقِينَin kaana mina sh-shaadiqiinajika ia termasuk orang-orang yang benar

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَالْخَامِسَةَwa-l-khaamisatadan yang kelima
  2. أَنَّannabahwa
  3. غَضَبَghadhabakemurkaan
  4. اللَّهِllaahiAllah
  5. عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
  6. إِنْinjika
  7. كَانَkaanaadalah
  8. مِنَminadari
  9. الصَّادِقِينَsh-shaadiqiinaorang-orang yang benar

Inti bacaan

Sumpah kelima istri yang mengundang murka Allah atas dirinya jika suaminya benar menunjukkan bahwa kedua belah pihak, suami dan istri, dipegang pada standar konsekuensi yang identik dalam sengketa pribadi ini. Konkretnya: dalam relasi apa pun, tuntutlah keseimbangan tanggung jawab dua arah, bukan standar ganda yang membebani satu pihak lebih berat hanya karena posisi atau jenis kelaminnya.

Penjelasan pilihan kata

'Ghadaba llaahi' ('kemurkaan Allah', akar gDb): akar berbeda dari 'la'nah' (laknat, akar lEn) yang dipakai untuk sumpah kelima pihak suami di 24:7; dua kata berbeda untuk dua sumpah kelima yang paralel tapi tidak identik.

Tafsiran

Sumpah kelima istri ini menutup mekanisme li'an dengan simetri: kedua pihak sama-sama mempertaruhkan konsekuensi terberat atas nama Allah, meski dengan kata yang berbeda, bukan standar ganda, melainkan risiko yang setara.

Renungan dan Hikmah

  • 'Laknat' (24:7, bagi suami) dan 'kemurkaan' (24:9, bagi istri) adalah dua akar berbeda untuk dua sumpah kelima yang paralel; perbedaan kata tidak menandakan perbedaan bobot konsekuensi, melainkan variasi bahasa untuk risiko yang setara di kedua sisi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar kh-m-s, gh-d-b, a-l-h, k-w-n, s-d-q): ghadab diterjemahkan 'kemurkaan' (akar gh-d-b); saadiqiin diterjemahkan 'orang-orang yang benar' (akar s-d-q putaran 84). gloss '(Sumpah)/(istri)' dibuang.