لَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَٰذَا إِفْكٌ مُبِينٌ
Mengapa ketika kalian mendengarnya, orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri dan berkata, "Ini berita bohong yang nyata"?
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- لَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُlawlaa idz sami'tumuuhumengapa ketika kalian mendengarnya
- ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًاzhanna l-mu'minuuna wa-l-mu'minaatu bi-anfusihim khayranorang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri
- وَقَالُوا هَٰذَا إِفْكٌ مُبِينٌwa-qaaluu haadzaa ifkun mubiinundan berkata, ini berita bohong yang nyata
Terjemahan per kata (12 kata)
- لَوْلَاlawlaamengapa tidak
- إِذْidzketika
- سَمِعْتُمُوهُsami'tumuuhukalian mendengarnya
- ظَنَّzhannamengira
- الْمُؤْمِنُونَl-mu'minuunaorang-orang beriman
- وَالْمُؤْمِنَاتُwa-l-mu'minaatudan perempuan-perempuan beriman
- بِأَنْفُسِهِمْbi-anfusihimpada diri mereka
- خَيْرًاkhayrankebaikan
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- هَٰذَاhaadzaaini
- إِفْكٌifkunkebohongan
- مُبِينٌmubiinunyang nyata
Inti bacaan
Pertanyaan retoris 'mengapa mukmin tidak berbaik sangka terhadap sesama mereka sendiri' menetapkan bahwa respons default terhadap kabar buruk soal sesama anggota komunitas seharusnya adalah prasangka baik dan penolakan tegas ('ini bohong nyata'), bukan menerima begitu saja. Konkretnya: saat mendengar gosip mengejutkan tentang seseorang dalam lingkaranmu sendiri, latih refleks pertama untuk meragukannya dan membelanya, bukan langsung memercayai dan menyebarluaskannya.
Penjelasan pilihan kata
'Zhanna... bi-anfusihim khayran' ('berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri') dipertahankan literal: 'anfusihim' (diri mereka sendiri) menandai bahwa yang dituduh dan yang mendengar dianggap satu komunitas yang sama, bukan pihak asing. Kutipan 'ini berita bohong yang nyata' dibuka dengan 'qaaluu' eksplisit di dalam pertanyaan retoris yang lebih besar.
Tafsiran
Pertanyaan retoris ini menetapkan standar respons yang seharusnya: begitu mendengar tuduhan semacam ini, reaksi pertama semestinya adalah berprasangka baik terhadap sesama, bukan langsung mempercayai dan menyebarkannya.
Renungan dan Hikmah
- Standar respons yang ditetapkan di sini, berprasangka baik dan menolak tegas kabar buruk tentang sesama sebelum terbukti, berlaku sebagai prinsip umum menghadapi rumor tentang siapa pun dalam komunitas sendiri, bukan hanya berlaku untuk peristiwa spesifik yang dibicarakan ayat ini.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.