إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ

Ketika kalian menerima itu dari mulut ke mulut, dan kalian mengatakan dengan mulut kalian apa yang tidak kalian ketahui sedikit pun, dan kalian menganggapnya remeh, padahal di sisi Allah itu perkara yang agung.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْidz talaqqawnahu bi-alsinatikumketika kalian menerima itu dari mulut ke mulut
  2. وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌwa-taquuluuna bi-afwaahikum maa laysa lakum bihi ilmundan kalian mengatakan dengan mulut kalian apa yang tidak kalian ketahui sedikit pun
  3. وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌwa-tahsabuunahu hayyinan wa-huwa inda llaahi azhiimundan kalian menganggapnya remeh, padahal di sisi Allah itu perkara yang agung
Catatan pilihan kata (ringkas)

C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP); lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih..

Aplikasi

Ayat ini membongkar jebakan psikologis gosip: orang menganggapnya 'remeh' (hayyinan) justru karena ia terasa seperti obrolan biasa, padahal di sisi Allah itu 'perkara yang agung'. Konkretnya: sebelum mengulang klaim apa pun tentang perilaku atau karakter seseorang, tanyakan jujur apakah kamu benar-benar tahu itu benar, perlakukan gosip yang belum terverifikasi dengan bobot seberat yang ayat ini tuntut, bukan seringan yang biasa kita anggap.