إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ

Ketika kalian menerima itu dari mulut ke mulut, dan kalian mengatakan dengan mulut kalian apa yang tidak kalian ketahui sedikit pun, dan kalian menganggapnya remeh, padahal di sisi Allah itu perkara yang agung.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْidz talaqqawnahu bi-alsinatikumketika kalian menerima itu dari mulut ke mulut
  2. وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌwa-taquuluuna bi-afwaahikum maa laysa lakum bihi 'ilmundan kalian mengatakan dengan mulut kalian apa yang tidak kalian ketahui sedikit pun
  3. وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌwa-tahsabuunahu hayyinan wa-huwa 'inda llaahi 'azhiimundan kalian menganggapnya remeh, padahal di sisi Allah itu perkara yang agung

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. إِذْidzketika
  2. تَلَقَّوْنَهُtalaqqawnahukalian menerimanya
  3. بِأَلْسِنَتِكُمْbi-alsinatikumdengan lidah kalian
  4. وَتَقُولُونَwa-taquuluunadan kalian mengatakan
  5. بِأَفْوَاهِكُمْbi-afwaahikumdengan mulut kalian
  6. مَاmaaapa yang
  7. لَيْسَlaysabukanlah
  8. لَكُمْlakumbagi kalian
  9. بِهِbihitentangnya
  10. عِلْمٌ'ilmunpengetahuan
  11. وَتَحْسَبُونَهُwa-tahsabuunahudan kalian menganggapnya
  12. هَيِّنًاhayyinanmudah
  13. وَهُوَwa-huwapadahal ia
  14. عِنْدَ'indadi sisi
  15. اللَّهِllaahiAllah
  16. عَظِيمٌ'azhiimunyang agung

Inti bacaan

Ayat ini membongkar jebakan psikologis gosip: orang menganggapnya 'remeh' (hayyinan) justru karena ia terasa seperti obrolan biasa, padahal di sisi Allah itu 'perkara yang agung'. Konkretnya: sebelum mengulang klaim apa pun tentang perilaku atau karakter seseorang, tanyakan jujur apakah kamu benar-benar tahu itu benar, perlakukan gosip yang belum terverifikasi dengan bobot seberat yang ayat ini tuntut, bukan seringan yang biasa kita anggap.

Penjelasan pilihan kata

'Talaqqawnahu bi-alsinatikum' ('menerima itu dari mulut ke mulut', akar lqy+lsn): citra penyebaran berantai tanpa verifikasi. Ayat ini melanjutkan langsung penjelasan 'pembicaraan' yang disebut di 24:14 tanpa memerlukan penanda tambahan: kelanjutan alami dari kalimat sebelumnya.

Tafsiran

Ayat ini membedah mekanisme psikologis di balik penyebaran fitnah: sesuatu yang diucapkan tanpa pengetahuan sama sekali dianggap remeh oleh pelakunya, padahal beratnya di sisi Allah jauh melampaui persepsi itu, jurang antara persepsi manusia dan bobot sesungguhnya menjadi inti peringatan.

Renungan dan Hikmah

  • Jurang antara 'dianggap remeh' oleh pelaku dan 'perkara yang agung' di sisi Allah menyingkap kesalahan penilaian yang umum: sesuatu yang terasa seperti obrolan biasa saat diucapkan bisa jadi jauh lebih serius bobotnya daripada yang dirasakan pelakunya sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).