إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang senang atas tersebarnya perkara yang sangat keji itu di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang sangat pedih di dunia dan di akhirat. Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُواinna lladziina yuhibbuuna an tasyii'a l-faahisyatu fii lladziina aamanuusesungguhnya orang-orang yang senang atas tersebarnya perkara yang sangat keji itu di kalangan orang-orang yang beriman
  2. لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِlahum 'adzaabun aliimun fii d-dunyaa wa-l-aakhiratimereka mendapat azab yang sangat pedih di dunia dan di akhirat
  3. وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَwa-llaahu ya'lamu wa-antum laa ta'lamuunaAllah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. يُحِبُّونَyuhibbuunamereka mencintai
  4. أَنْanbahwa
  5. تَشِيعَtasyii'atersiar
  6. الْفَاحِشَةُl-faahisyatuperbuatan keji
  7. فِيfiidi kalangan
  8. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  9. آمَنُواaamanuuberiman
  10. لَهُمْlahumbagi mereka
  11. عَذَابٌ'adzaabunazab
  12. أَلِيمٌaliimunyang pedih
  13. فِيfiidi
  14. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  15. وَالْآخِرَةِwa-l-aakhiratidan akhirat
  16. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  17. يَعْلَمُya'lamumengetahui
  18. وَأَنْتُمْwa-antumpadahal kalian
  19. لَاlaatidak
  20. تَعْلَمُونَta'lamuunakalian mengetahui

Inti bacaan

Ayat ini secara khusus menyasar bukan sekadar penyebar gosip, melainkan mereka yang 'senang' (yuhibbuuna) melihat berita keji tersebar di kalangan orang beriman, kategori kesenangan atas kehancuran nama baik orang lain ini diancam azab pedih dunia-akhirat. Konkretnya: periksa reaksi batinmu sendiri saat mendengar skandal orang lain, jika kamu diam-diam menikmatinya alih-alih merasa prihatin, itulah tepat penyakit yang ditegur ayat ini; tangkap dan koreksi dorongan itu.

Penjelasan pilihan kata

'Al-faahishatu' ('perkara yang sangat keji', akar fH$): kata yang berbeda dari 'al-ifk' (berita bohong) yang dipakai di ayat-ayat sebelumnya; di sini menekankan kekejian perbuatan menyebarkan fitnah itu sendiri, bukan sekadar mengulang identifikasinya sebagai 'berita bohong'. 'Yuhibbuuna' ('senang', akar Hbb): menyasar bukan penyebar fitnah semata, melainkan siapa pun yang menikmati penyebarannya.

Tafsiran

Ayat ini memperluas sasaran teguran dari pencetus dan penyebar fitnah menuju siapa pun yang secara batin menikmati tersebarnya keburukan tentang sesama beriman: kesenangan diam-diam ini dianggap sama seriusnya, diancam konsekuensi di dua dunia sekaligus.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menegur bukan hanya tindakan menyebarkan fitnah, tetapi kesenangan batin melihatnya tersebar, sebuah pengingat untuk memeriksa reaksi internal sendiri saat mendengar skandal orang lain, bukan hanya mengevaluasi tindakan eksternal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).