وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ وَأَنَّ اللَّهَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kalian, dan bahwa Allah penuh iba lagi pengasih…

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُwa-lawlaa fadhlu llaahi 'alaykum wa-rahmatuhukalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kalian
  2. وَأَنَّ اللَّهَ رَءُوفٌ رَحِيمٌwa-anna llaaha ra'uufun rahiimundan bahwa Allah penuh iba lagi pengasih

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَلَوْلَاwa-lawlaadan sekiranya tidak
  2. فَضْلُfadhlukarunia
  3. اللَّهِllaahiAllah
  4. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  5. وَرَحْمَتُهُwa-rahmatuhudan rahmat-Nya
  6. وَأَنَّwa-annadan bahwa
  7. اللَّهَllaahaAllah
  8. رَءُوفٌra'uufunpenyantun
  9. رَحِيمٌrahiimunpengasih

Inti bacaan

Pengulangan tema karunia dan rahmat di sini memakai sifat ra'uuf (penuh iba), menyiratkan bahwa yang menyelamatkan komunitas dari kehancuran akibat kesalahan fitnah ini bukan semata keadilan yang kaku, melainkan iba/kasih yang menahan hukuman lebih berat. Konkretnya: ketika memimpin atau menegur komunitas/keluarga setelah kegagalan moral bersama, imbangi tuntutan keadilan dengan iba yang nyata, bukan hukuman maksimal yang bisa dijatuhkan, meneladani pola ini.

Penjelasan pilihan kata

'Ra'uufun' ('penuh iba', akar rAf): bentuk kata sifat dari akar yang sama dengan 'ra'fah' di 24:2, diterjemahkan konsisten sebagai perasaan yang berbeda dari 'rahiim' (pengasih, tindakan memberi). Ayat ini, seperti 24:10, adalah kalimat pengandaian yang sengaja tidak menyebutkan akibatnya: dipertahankan dengan elipsis, bukan disisipi kelanjutan yang tak ada di teks Arab.

Tafsiran

Ayat penutup bagian Ifk ini kembali ke kalimat pengandaian yang menggantung, persis seperti pembukaannya di 24:10: sebuah pembingkaian melingkar yang menegaskan bahwa dari awal hingga akhir bagian ini, yang menyelamatkan komunitas bukan kekakuan hukum semata, melainkan karunia yang aktif.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menutup bagian Ifk dengan struktur kalimat yang sama persis dengan pembukanya di 24:10, kalimat pengandaian yang sengaja digantung, membentuk bingkai melingkar yang menandai kesatuan bagian ini sebagai satu unit retoris yang utuh.