الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji, sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik. Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِal-khabiitsaatu li-l-khabiitsiina wa-l-khabiitsuuna li-l-khabiitsaatiperempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji
- وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِwa-t-tayyibaatu li-t-tayyibiina wa-t-tayyibuuna li-t-tayyibaatisedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik
- أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَulaa'ika mubarra'uuna mimmaa yaquuluunamereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang
- لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌlahum maghfiratun wa-rizqun kariimunbagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…uhkan orang. Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia.51…”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. sebagian penerjemah: 'Bad women are for bad men, and bad men are for bad women. And good women are for good men, and good men are for good women.) Those1 are acquitted of what they said: for them are pardon and a noble provision.2' Corpus ayat ini: «m~agofirapN, INDEFINIT». maghfirah diterjemahkan 'ampunan'.
Aplikasi
Prinsip 'yang keji untuk yang keji, yang baik untuk yang baik' dipakai di sini sebagai logika pembelaan: karakter Aisyah yang konsisten baik menjadi bukti tersendiri melawan tuduhan berpasangan dengan yang buruk. Konkretnya: percayalah bahwa konsistensi karakter yang terjaga dalam jangka panjang adalah pembelaan paling kuat terhadap fitnah, cara menjawab tuduhan palsu bukan hanya lewat pembelaan verbal, tapi lewat pola nyata perbuatan yang terus-menerus konsisten.