Ayat 24:27

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah selain rumah kalian sendiri sebelum kalian meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Itu lebih baik bagi kalian, agar kalian mengambil pelajaran.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْyaa ayyuhaa lladziina aamanuu laa tadkhuluu buyuutan ghayra buyuutikumwahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah selain rumah kalian sendiri
  2. حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَاhattaa tasta'nisuu wa-tusallimuu 'alaa ahlihaasebelum kalian meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya
  3. ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَdzaalikum khayrun lakum la'allakum tadzakkaruunaitu lebih baik bagi kalian, agar kalian mengambil pelajaran

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. لَاlaajanganlah
  6. تَدْخُلُواtadkhuluukalian masuk
  7. بُيُوتًاbuyuutanrumah-rumah
  8. غَيْرَghayraselain
  9. بُيُوتِكُمْbuyuutikumrumah-rumah kalian
  10. حَتَّىٰhattaasampai
  11. تَسْتَأْنِسُواtasta'nisuukalian meminta izin
  12. وَتُسَلِّمُواwa-tusallimuudan kalian memberi salam
  13. عَلَىٰ'alaaatas
  14. أَهْلِهَاahlihaapenduduknya
  15. ذَٰلِكُمْdzaalikumdemikian itu
  16. خَيْرٌkhayrunlebih baik
  17. لَكُمْlakumbagi kalian
  18. لَعَلَّكُمْla'allakumagar kalian
  19. تَذَكَّرُونَtadzakkaruunakalian mengambil pelajaran

Inti bacaan

Kewajiban meminta izin dan memberi salam sebelum memasuki rumah orang lain menjadikan privasi dan persetujuan sebagai protokol sosial konkret, bahkan untuk hal sesederhana masuk ke rumah. Konkretnya: biasakan mengetuk/memberi tanda dan menyapa sebelum memasuki ruang privat siapa pun, termasuk ruang privat digital seperti pesan atau catatan pribadi orang lain, perlakukan ini sebagai aturan etis sungguhan, bukan sekadar sopan-santun opsional.

Penjelasan pilihan kata

'Tasta'nisuu' ('meminta izin', akar Ans, harfiah 'mencari keakraban/menyapa dahulu'): dipertahankan sebagai 'meminta izin', konsisten dengan makna praktisnya meski akar katanya secara harfiah lebih dekat ke 'mencari keakraban'.

Tafsiran

Ayat ini membuka bagian baru tentang etika sosial dengan aturan konkret: privasi rumah orang lain dihormati lewat dua tindakan sederhana (meminta izin dan mengucapkan salam), sebelum masuk, bukan dianggap hak otomatis siapa pun.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini tak memakai kata “izin”. Kata yang dipilihnya, تَسْتَأْنِسُوا, lahir dari akar yang bermakna keakraban, dan surah ini sendiri membuktikan pemilihan itu disengaja, sebab kata untuk izin yang sesungguhnya dipakainya di tempat lain: 24:59 tentang anak yang sudah balig, 24:62 tentang mereka yang hendak pergi dari suatu urusan bersama. Yang dituntut di sini bukan restu pemilik rumah, melainkan sesuatu yang datang lebih awal dari restu: memastikan kedatanganmu tak mengagetkan.
  • Akar yang sama muncul lagi di 33:53, dan arahnya berlawanan: مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ, larangan berlama-lama asyik berbincang sesudah selesai makan di rumah Nabi. Satu akar menjaga dua ujung sebuah kunjungan, keakraban yang wajib dicari sebelum melangkah masuk, dan keakraban yang wajib dihentikan sebelum pamit. Yang dijaga bukan jarak, melainkan takarannya. Penutup ayat ini pun jarang: “agar kalian mengambil pelajaran” terpakai enam kali (6:152, 7:57, 16:90, 24:1, 24:27, 51:49), dan di surah ini cuma dua; di ayat pembukanya, dan di aturan mengetuk pintu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

tasta'nisuu diterjemahkan 'kau minta izin' (terjemahan lain sama), sebagian penerjemah 'asked leave' setara. Sapaan pembuka 'mengindahkan peringatan' (sebagian penerjemah-style), lih. flag di bawah. ayat ini bagian dari 66 ayat 'penyaringan-lawas' (ditulis sblm konvensi korpus-luas mapan), memakai 'Tuhan' utk Allaah dan/atau 'mengindahkan peringatan' utk aamana (gaya dekat sebagian penerjemah 'heed warning'), BERBEDA dari konvensi 6.170 ayat lainnya di korpus ini yg memakai 'Allah' (nama, bukan diterjemah) & 'beriman'. Ini BUKAN kesalahan makna (kedua terjemahan valid scr leksikal), tapi inkonsistensi GAYA internal yg jujur dicatat di sini, bukan didiamkan.

Ayat 24:28

فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فِيهَا أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤْذَنَ لَكُمْ ۖ وَإِنْ قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا ۖ هُوَ أَزْكَىٰ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

Jika kalian tidak menemui seorang pun di dalamnya, janganlah masuk sebelum mendapat izin. Jika dikatakan kepada kalian, "Kembalilah," kembalilah. Itu lebih suci bagi kalian. Allah berilmu akan apa yang kalian kerjakan.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فِيهَا أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤْذَنَ لَكُمْfa-in lam tajiduu fiihaa ahadan fa-laa tadkhuluuhaa hattaa yu'dzana lakumjika kalian tidak menemui seorang pun di dalamnya, janganlah masuk sebelum mendapat izin
  2. وَإِنْ قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُواwa-in qiila lakumu rji'uu fa-rji'uujika dikatakan kepada kalian, kembalilah, kembalilah
  3. هُوَ أَزْكَىٰ لَكُمْhuwa azkaa lakumitu lebih suci bagi kalian
  4. وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌwa-llaahu bi-maa ta'maluuna 'aliimunAllah berilmu akan apa yang kalian kerjakan

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. فَإِنْfa-inmaka jika
  2. لَمْlamtidak
  3. تَجِدُواtajiduukalian mendapati
  4. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  5. أَحَدًاahadanseorang pun
  6. فَلَاfa-laamaka janganlah
  7. تَدْخُلُوهَاtadkhuluuhaakalian memasukinya
  8. حَتَّىٰhattaasampai
  9. يُؤْذَنَyu'dzanadiizinkan
  10. لَكُمْlakumkepada kalian
  11. وَإِنْwa-indan jika
  12. قِيلَqiiladikatakan
  13. لَكُمُlakumubagi kalian
  14. ارْجِعُواrji'uukembalilah kalian
  15. فَارْجِعُواfa-rji'uumaka kembalilah kalian
  16. هُوَhuwaitu
  17. أَزْكَىٰazkaalebih suci
  18. لَكُمْlakumkepada kalian
  19. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  20. بِمَاbi-maapada apa yang
  21. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
  22. عَلِيمٌ'aliimunberilmu

Inti bacaan

Bahkan rumah kosong sekalipun tidak boleh dimasuki tanpa izin, dan jika diminta kembali maka respons yang benar adalah kembali tanpa membantah, ini disebut 'lebih suci', bukan sekadar patuh hukum. Konkretnya: ketika ditolak atau diminta pergi dari suatu tempat/situasi, patuhi segera dan dengan lapang dada tanpa berdebat, menghormati batasan orang lain bahkan saat kau merasa tak ada salahnya membangun karakter, bukan hanya kepatuhan formal.

Penjelasan pilihan kata

'Azkaa' ('lebih suci', elatif dari akar zkw): akar yang sama dengan 'menyucitumbuhkan' di 24:21, kini dalam bentuk perbandingan, menegaskan bahwa kepatuhan pada aturan privasi ini sendiri adalah bentuk pertumbuhan/penyucian diri.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan aturan sebelumnya dengan skenario spesifik: rumah kosong tetap memerlukan izin, dan penolakan masuk harus diterima tanpa perdebatan, kepatuhan pada batas yang ditetapkan orang lain dinilai sebagai kebajikan tersendiri, bukan sekadar formalitas hukum.

Renungan dan Hikmah

  • Tiga rangkaian di ayat ini tak berulang di tempat lain: لَمْ تَجِدُوا فِيهَا أَحَدًا, ارْجِعُوا فَارْجِعُوا, dan هُوَ أَزْكَىٰ لَكُمْ. Yang kedua menyusun perintah dan jawabannya dalam satu tarikan, kata yang sama diulang, sekali sebagai ucapan tuan rumah, sekali sebagai keharusan bagi tamunya. Tak ada kalimat penghubung di antaranya, tak ada ruang untuk menimbang.
  • Ayat sebelumnya menutup dengan “itu lebih baik bagi kalian”; ayat ini menutup dengan “itu lebih suci bagi kalian”. Dua ayat berdampingan memakai susunan yang sama tetapi menaikkan takarannya, dari yang baik ke yang menyucikan. Dan yang dinilai lebih tinggi bukan mengetuk pintunya, melainkan pulang tanpa membantah ketika disuruh pulang. Kata يُؤْذَنَ لَكُمْ sendiri terpakai dua kali, dan yang satunya 33:53, di sana ia mengatur rumah Nabi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kepadamu, “Kembalilah,”” diterjemahkan “kepada kalian, "Kembalilah,; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “bagimu.” diterjemahkan “bagi kalian.”; “kamu” diterjemahkan “kalian”. z-k-w: 29 ayat formula aataa+zakaah konsisten 'memberikan/berikanlah'; cabang kesucian terbukti 19:13 (bayi Yahyaa, 'pajak' mustahil), 18:81, 19:19. azkaa (elatif) diterjemahkan 'lebih suci'.

Ayat 24:29

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ مَسْكُونَةٍ فِيهَا مَتَاعٌ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا تَكْتُمُونَ

Tidak ada dosa atas kalian memasuki rumah yang tidak dihuni yang di dalamnya ada kepentingan kalian; Allah mengetahui apa yang kalian nyatakan dan apa yang kalian sembunyikan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ مَسْكُونَةٍ فِيهَا مَتَاعٌ لَكُمْlaysa 'alaykum junaahun an tadkhuluu buyuutan ghayra maskuunatin fiihaa mataa'un lakumtidak ada dosa atas kalian memasuki rumah yang tidak dihuni yang di dalamnya ada kepentingan kalian
  2. وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا تَكْتُمُونَwa-llaahu ya'lamu maa tubduuna wa-maa taktumuunaAllah mengetahui apa yang kalian nyatakan dan apa yang kalian sembunyikan

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. لَيْسَlaysabukanlah
  2. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  3. جُنَاحٌjunaahundosa
  4. أَنْanuntuk
  5. تَدْخُلُواtadkhuluukalian masuk
  6. بُيُوتًاbuyuutanrumah-rumah
  7. غَيْرَghayraselain
  8. مَسْكُونَةٍmaskuunatinyang didiami
  9. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  10. مَتَاعٌmataa'unkeperluan
  11. لَكُمْlakumbagi kalian
  12. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  13. يَعْلَمُya'lamumengetahui
  14. مَاmaaapa yang
  15. تُبْدُونَtubduunakalian tampakkan
  16. وَمَاwa-maadan apa yang
  17. تَكْتُمُونَtaktumuunakalian sembunyikan

Inti bacaan

Pengecualian bagi rumah tak berpenghuni yang berfungsi sebagai kepentingan bersama (tempat umum) menunjukkan aturan privasi di atas diterapkan dengan penalaran kontekstual, bukan literalisme kaku. Konkretnya: terapkan prinsip-prinsip etis dengan pertimbangan konteks dan fungsi nyata suatu ruang/situasi, bukan secara mekanis tanpa nalar yang justru bisa melarang penggunaan wajar tempat yang memang untuk kepentingan bersama.

Penjelasan pilihan kata

'Ghayra maskuunatin' ('tidak dihuni', akar skn): pengecualian eksplisit untuk bangunan yang bukan tempat tinggal pribadi siapa pun, dipertahankan literal tanpa menambahkan penjelasan fungsi spesifik yang tak disebutkan teks.

Tafsiran

Ayat ini menutup bagian aturan masuk-rumah dengan pengecualian yang masuk akal: aturan privasi ini berlaku untuk tempat tinggal yang dihuni, bukan bangunan kosong yang memang punya kegunaan bersama, penerapan hukum yang mempertimbangkan konteks, bukan literalisme kaku.

Renungan dan Hikmah

  • Rumusan pembuka ayat ini terpakai enam kali di seluruh Quran, dan dua di antaranya di surah ini saja. Ia bukan kalimat lepas, melainkan bentuk baku untuk mencabut satu larangan yang baru saja dipasang.
  • Izin itu tidak berhenti sebagai izin. Ia langsung disusul kalimat bahwa yang dinyatakan dan yang disembunyikan sama-sama diketahui. Aturan lahiriahnya dilonggarkan, lalu kelonggaran itu ditaruh di bawah pengetahuan yang tidak ikut dilonggarkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).

Ayat 24:30

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah waskita terhadap apa yang mereka perbuat.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْqul li-l-mu'miniina yaghudhdhuu min abshaarihimkatakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menjaga pandangannya
  2. وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْwa-yahfazhuu furuujahumdan memelihara kemaluannya
  3. ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْdzaalika azkaa lahumdemikian itu lebih suci bagi mereka
  4. إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَinna llaaha khabiirun bi-maa yashna'uunasesungguhnya Allah waskita terhadap apa yang mereka perbuat

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. لِلْمُؤْمِنِينَli-l-mu'miniinabagi orang-orang beriman
  3. يَغُضُّواyaghudhdhuuhendaklah mereka merendahkan
  4. مِنْmindari
  5. أَبْصَارِهِمْabshaarihimpenglihatan mereka
  6. وَيَحْفَظُواwa-yahfazhuudan hendaklah mereka memelihara
  7. فُرُوجَهُمْfuruujahumkemaluan mereka
  8. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  9. أَزْكَىٰazkaalebih suci
  10. لَهُمْlahumbagi mereka
  11. إِنَّinnasesungguhnya
  12. اللَّهَllaahaAllah
  13. خَبِيرٌkhabiirunmengetahui
  14. بِمَاbi-maapada apa yang
  15. يَصْنَعُونَyashna'uunamereka perbuat

Inti bacaan

Perintah menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan dialamatkan lebih dulu kepada laki-laki mukmin, sebelum perintah paralel kepada perempuan di ayat berikutnya, urutan ini menegaskan bahwa kendali diri laki-laki adalah tanggung jawab utama, bukan sekadar respons terhadap cara berpakaian orang lain. Konkretnya: laki-laki memikul tanggung jawab langsung mengendalikan pandangan dan perilakunya sendiri, jangan menggeser tanggung jawab kesopanan sepenuhnya kepada pihak yang dipandang.

Penjelasan pilihan kata

'Yaghudduu min absaarihim' ('menjaga pandangannya', akar gDD+bSr) dan 'yahfazhuu furuujahum' ('memelihara kemaluannya', akar HfZ+frj): dua instruksi berdampingan yang dialamatkan kepada laki-laki beriman terlebih dahulu, sebelum instruksi paralel kepada perempuan di ayat berikutnya. 'Azkaa' ('lebih suci', akar zkw) mengulang kata yang sama dengan 24:28: kepatuhan pada batas ini dinilai sebagai bentuk penyucian diri. 'Khabiirun' ('waskita', akar xbr) dipertahankan tanpa 'Maha', konsisten registri di seluruh teks ini.

Tafsiran

Ayat ini membuka bagian tentang kendali pandangan dengan mengalamatkannya kepada laki-laki terlebih dahulu: urutan yang menandai tanggung jawab pengendalian diri sebagai kewajiban pribadi, bukan respons terhadap pihak lain.

Renungan dan Hikmah

  • Perintah ini dan pasangannya di 24:31 memakai akar yang sama tetapi bentuk yang berbeda: يَغُضُّوا untuk laki-laki, يَغْضُضْنَ untuk perempuan, dan dua-duanya sekali saja muncul. Akar itu keluar sekali lagi di 31:19, dan di sana yang disuruh direndahkan bukan pandangan melainkan suara, وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ. Satu akar mengurusi dua indra: apa yang keluar dari mata, dan apa yang keluar dari mulut.
  • Partikel مِنْ pada “dari pandangan mereka” bukan tambahan kosong; ia menandai sebagian, bukan seluruhnya, yang diminta menahan, bukan memejam. Alasan yang diberikan pun bukan larangan melainkan perbandingan: أَزْكَىٰ لَهُمْ, “lebih suci bagi mereka”. Kata أَزْكَىٰ terpakai empat kali di tiga surah, dan dua di antaranya berdekatan di surah ini, 24:28 memakainya untuk orang yang disuruh pulang ketika diminta pulang dari pintu rumah orang. Adab pandangan dan adab bertamu dinilai dengan ukuran yang sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan). z-k-w: 29 ayat formula aataa+zakaah konsisten 'memberikan/berikanlah'; cabang kesucian terbukti 19:13 (bayi Yahyaa, 'pajak' mustahil), 18:81, 19:19. Dalam ayat ini, 'azkaa' tanpa kata sandang al-. azkaa (elatif) diterjemahkan 'lebih suci'.

Ayat 24:31

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang terlihat darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kerudung mereka ke dada mereka. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau perempuan-perempuan mereka, atau apa yang dimiliki tangan kanan mereka, atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan, atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung.

Terjemahan bertahap (12 jeda)

  1. وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّwa-qul li-l-mu'minaati yaghdhudhna min abshaarihinnadan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, hendaklah mereka menjaga pandangannya
  2. وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّwa-yahfazhna furuujahunnadan memelihara kemaluannya
  3. وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَاwa-laa yubdiina ziinatahunna illaa maa zhahara minhaadan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang terlihat darinya
  4. وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّwa-l-yadhribna bi-khumurihinna 'alaa juyuubihinnadan hendaklah mereka menutupkan kerudung mereka ke dada mereka
  5. وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّwa-laa yubdiina ziinatahunna illaa li-bu'uulatihinna aw aabaa'ihinna aw aabaa'i bu'uulatihinnadan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka
  6. أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّaw abnaa'ihinna aw abnaa'i bu'uulatihinna aw ikhwaanihinnaatau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara laki-laki mereka
  7. أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّaw banii ikhwaanihinna aw banii akhawaatihinnaatau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka
  8. أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّaw nisaa'ihinna aw maa malakat aymaanuhunnaatau perempuan-perempuan mereka, atau apa yang dimiliki tangan kanan mereka
  9. أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِawi t-taabi'iina ghayri ulii l-irbati mina r-rijaaliatau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan
  10. أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِawi th-thifli lladziina lam yazhharuu 'alaa 'awraati n-nisaa'iatau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan
  11. وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّwa-laa yadhribna bi-arjulihinna li-yu'lama maa yukhfiina min ziinatihinnadan janganlah mereka mengentakkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan
  12. وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَwa-tuubuu ilaa llaahi jamii'an ayyuhaa l-mu'minuuna la'allakum tuflihuunadan bertobatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung

Terjemahan per kata (78 kata)

  1. وَقُلْwa-quldan katakanlah
  2. لِلْمُؤْمِنَاتِli-l-mu'minaatikepada perempuan-perempuan mukmin
  3. يَغْضُضْنَyaghdhudhnahendaklah mereka merendahkan
  4. مِنْmindari
  5. أَبْصَارِهِنَّabshaarihinnapenglihatan mereka
  6. وَيَحْفَظْنَwa-yahfazhnadan hendaklah mereka memelihara
  7. فُرُوجَهُنَّfuruujahunnakemaluan mereka
  8. وَلَاwa-laadan janganlah
  9. يُبْدِينَyubdiinamereka menampakkan
  10. زِينَتَهُنَّziinatahunnaperhiasan mereka
  11. إِلَّاillaakecuali
  12. مَاmaaapa yang
  13. ظَهَرَzhaharatampak
  14. مِنْهَاminhaadarinya
  15. وَلْيَضْرِبْنَwa-l-yadhribnadan hendaklah mereka menutupkan
  16. بِخُمُرِهِنَّbi-khumurihinnadengan kerudung mereka
  17. عَلَىٰ'alaaatas
  18. جُيُوبِهِنَّjuyuubihinnadada mereka
  19. وَلَاwa-laadan janganlah
  20. يُبْدِينَyubdiinamereka menampakkan
  21. زِينَتَهُنَّziinatahunnaperhiasan mereka
  22. إِلَّاillaakecuali
  23. لِبُعُولَتِهِنَّli-bu'uulatihinnakepada suami-suami mereka
  24. أَوْawatau
  25. آبَائِهِنَّaabaa'ihinnabapak-bapak mereka
  26. أَوْawatau
  27. آبَاءِaabaa'ibapak-bapak
  28. بُعُولَتِهِنَّbu'uulatihinnasuami-suami mereka
  29. أَوْawatau
  30. أَبْنَائِهِنَّabnaa'ihinnaanak-anak mereka
  31. أَوْawatau
  32. أَبْنَاءِabnaa'ianak-anak
  33. بُعُولَتِهِنَّbu'uulatihinnasuami-suami mereka
  34. أَوْawatau
  35. إِخْوَانِهِنَّikhwaanihinnasaudara-saudara mereka
  36. أَوْawatau
  37. بَنِيbaniiBani
  38. إِخْوَانِهِنَّikhwaanihinnasaudara-saudara mereka
  39. أَوْawatau
  40. بَنِيbaniiBani
  41. أَخَوَاتِهِنَّakhawaatihinnasaudara-saudara perempuan mereka
  42. أَوْawatau
  43. نِسَائِهِنَّnisaa'ihinnaperempuan-perempuan mereka
  44. أَوْawatau
  45. مَاmaaapa yang
  46. مَلَكَتْmalakatdimiliki
  47. أَيْمَانُهُنَّaymaanuhunnatangan kanan mereka
  48. أَوِawiatau
  49. التَّابِعِينَt-taabi'iinapara pengikut
  50. غَيْرِghayriselain
  51. أُولِيuliipemilik
  52. الْإِرْبَةِl-irbatikeinginan
  53. مِنَminadari
  54. الرِّجَالِr-rijaalipara lelaki
  55. أَوِawiatau
  56. الطِّفْلِth-thiflianak
  57. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  58. لَمْlamtidak
  59. يَظْهَرُواyazhharuumereka menang
  60. عَلَىٰ'alaaatas
  61. عَوْرَاتِ'awraatiaurat
  62. النِّسَاءِn-nisaa'ipara perempuan
  63. وَلَاwa-laadan janganlah
  64. يَضْرِبْنَyadhribnamereka memukulkan
  65. بِأَرْجُلِهِنَّbi-arjulihinnadengan kaki mereka
  66. لِيُعْلَمَli-yu'lamaagar diketahui
  67. مَاmaaapa yang
  68. يُخْفِينَyukhfiinamereka sembunyikan
  69. مِنْmindari
  70. زِينَتِهِنَّziinatihinnaperhiasan mereka
  71. وَتُوبُواwa-tuubuudan bertobatlah kalian
  72. إِلَىilaakepada
  73. اللَّهِllaahiAllah
  74. جَمِيعًاjamii'ansemuanya
  75. أَيُّهَayyuhawahai
  76. الْمُؤْمِنُونَl-mu'minuunaorang-orang beriman
  77. لَعَلَّكُمْla'allakumagar kalian
  78. تُفْلِحُونَtuflihuunakalian beruntung

Inti bacaan

Daftar rinci kerabat yang dikecualikan dari aturan penutup aurat (ayah, suami, anak, saudara, dst.) menunjukkan bahwa tujuan aturan ini adalah mengelola batas dengan pihak yang bukan mahram, bukan larangan bergaul dengan semua laki-laki tanpa pandang hubungan. Konkretnya: terapkan logika yang sama dalam mengelola batasan pribadi secara umum, ada norma berbeda yang wajar untuk lingkaran keluarga/kepercayaan dekat dibanding pergaulan umum, dan itu bukan inkonsistensi melainkan kepekaan konteks.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini memparalelkan instruksi 24:30 bagi perempuan beriman, dengan tambahan rincian yang jauh lebih panjang. 'Khumurihinna' ('kerudung mereka', akar xmr): istilah spesifik untuk penutup kepala, dipertahankan sebagai kata benda konkret tanpa diperluas maknanya. Daftar pengecualian (suami, ayah, ayah suami, dan seterusnya) dipertahankan lengkap dan literal tanpa disingkat atau digeneralisasi: setiap kategori kerabat yang disebut teks dipertahankan sebagai kategori terpisah. 'Nisaa'ihinna' ('perempuan-perempuan mereka') dipertahankan tanpa menyisipkan penjelasan tambahan tentang siapa yang dimaksud: teks sendiri tidak merincinya lebih jauh. 'At-taabi'iina ghayri ulii l-irbati' ('pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan') dipertahankan tanpa menyisipkan objek keinginan yang tak disebutkan eksplisit oleh teks.

Tafsiran

Ayat ini menyusun daftar terperinci tentang kepada siapa perhiasan/keindahan pribadi boleh ditampakkan, bukan larangan bergaul dengan semua laki-laki tanpa kecuali, melainkan batasan spesifik yang berlaku di luar lingkaran kerabat dan hubungan kepercayaan dekat yang disebutkan secara eksplisit satu per satu.

Renungan dan Hikmah

  • Teks menyebut kategori-kategori kerabat secara spesifik dan terperinci, tanpa merumuskan satu istilah payung yang menggantikannya, daftar ini dipertahankan sebagaimana adanya, bukan diringkas menjadi kategori umum seperti 'mahram', sebuah istilah yang berkembang dalam tradisi hukum belakangan, bukan kata yang dipakai teks ini sendiri.
  • Ayat ini ditutup dengan seruan bertobat yang ditujukan kepada 'orang-orang yang beriman' secara umum, bukan hanya kepada perempuan yang baru diberi instruksi, menandakan penutup ini berfungsi bagi keseluruhan pasal etika sosial (24:27-31), bukan hanya bagian tentang aurat semata.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bertobat'); perubahan terjemahan ini hanya /perapian bila ada. Konvensi twb: hamba diterjemahkan 'bertobat', Allah diterjemahkan 'menyambut tobat', at-Tawwaab takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Pembeda akar q-b-l ('menerima' sungguhan) di 9:104/42:25/40:3. s private parts.