يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah selain rumah kalian sendiri sebelum kalian meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Itu lebih baik bagi kalian, agar kalian mengambil pelajaran.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْyaa ayyuhaa lladziina aamanuu laa tadkhuluu buyuutan ghayra buyuutikumwahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah selain rumah kalian sendiri
- حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَاhattaa tasta'nisuu wa-tusallimuu 'alaa ahlihaasebelum kalian meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya
- ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَdzaalikum khayrun lakum la'allakum tadzakkaruunaitu lebih baik bagi kalian, agar kalian mengambil pelajaran
Terjemahan per kata (19 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- لَاlaajanganlah
- تَدْخُلُواtadkhuluukalian masuk
- بُيُوتًاbuyuutanrumah-rumah
- غَيْرَghayraselain
- بُيُوتِكُمْbuyuutikumrumah-rumah kalian
- حَتَّىٰhattaasampai
- تَسْتَأْنِسُواtasta'nisuukalian meminta izin
- وَتُسَلِّمُواwa-tusallimuudan kalian memberi salam
- عَلَىٰ'alaaatas
- أَهْلِهَاahlihaapenduduknya
- ذَٰلِكُمْdzaalikumdemikian itu
- خَيْرٌkhayrunlebih baik
- لَكُمْlakumbagi kalian
- لَعَلَّكُمْla'allakumagar kalian
- تَذَكَّرُونَtadzakkaruunakalian mengambil pelajaran
Inti bacaan
Kewajiban meminta izin dan memberi salam sebelum memasuki rumah orang lain menjadikan privasi dan persetujuan sebagai protokol sosial konkret, bahkan untuk hal sesederhana masuk ke rumah. Konkretnya: biasakan mengetuk/memberi tanda dan menyapa sebelum memasuki ruang privat siapa pun, termasuk ruang privat digital seperti pesan atau catatan pribadi orang lain, perlakukan ini sebagai aturan etis sungguhan, bukan sekadar sopan-santun opsional.
Penjelasan pilihan kata
'Tasta'nisuu' ('meminta izin', akar Ans, harfiah 'mencari keakraban/menyapa dahulu'): dipertahankan sebagai 'meminta izin', konsisten dengan makna praktisnya meski akar katanya secara harfiah lebih dekat ke 'mencari keakraban'.
Tafsiran
Ayat ini membuka bagian baru tentang etika sosial dengan aturan konkret: privasi rumah orang lain dihormati lewat dua tindakan sederhana (meminta izin dan mengucapkan salam), sebelum masuk, bukan dianggap hak otomatis siapa pun.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini tak memakai kata “izin”. Kata yang dipilihnya, تَسْتَأْنِسُوا, lahir dari akar yang bermakna keakraban, dan surah ini sendiri membuktikan pemilihan itu disengaja, sebab kata untuk izin yang sesungguhnya dipakainya di tempat lain: 24:59 tentang anak yang sudah balig, 24:62 tentang mereka yang hendak pergi dari suatu urusan bersama. Yang dituntut di sini bukan restu pemilik rumah, melainkan sesuatu yang datang lebih awal dari restu: memastikan kedatanganmu tak mengagetkan.
- Akar yang sama muncul lagi di 33:53, dan arahnya berlawanan: مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ, larangan berlama-lama asyik berbincang sesudah selesai makan di rumah Nabi. Satu akar menjaga dua ujung sebuah kunjungan, keakraban yang wajib dicari sebelum melangkah masuk, dan keakraban yang wajib dihentikan sebelum pamit. Yang dijaga bukan jarak, melainkan takarannya. Penutup ayat ini pun jarang: “agar kalian mengambil pelajaran” terpakai enam kali (6:152, 7:57, 16:90, 24:1, 24:27, 51:49), dan di surah ini cuma dua; di ayat pembukanya, dan di aturan mengetuk pintu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
tasta'nisuu diterjemahkan 'kau minta izin' (terjemahan lain sama), sebagian penerjemah 'asked leave' setara. Sapaan pembuka 'mengindahkan peringatan' (sebagian penerjemah-style), lih. flag di bawah. ayat ini bagian dari 66 ayat 'penyaringan-lawas' (ditulis sblm konvensi korpus-luas mapan), memakai 'Tuhan' utk Allaah dan/atau 'mengindahkan peringatan' utk aamana (gaya dekat sebagian penerjemah 'heed warning'), BERBEDA dari konvensi 6.170 ayat lainnya di korpus ini yg memakai 'Allah' (nama, bukan diterjemah) & 'beriman'. Ini BUKAN kesalahan makna (kedua terjemahan valid scr leksikal), tapi inkonsistensi GAYA internal yg jujur dicatat di sini, bukan didiamkan.