فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فِيهَا أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤْذَنَ لَكُمْ ۖ وَإِنْ قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا ۖ هُوَ أَزْكَىٰ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

Jika kalian tidak menemui seorang pun di dalamnya, janganlah masuk sebelum mendapat izin. Jika dikatakan kepada kalian, "Kembalilah," kembalilah. Itu lebih suci bagi kalian. Allah berilmu akan apa yang kalian kerjakan.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فِيهَا أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤْذَنَ لَكُمْfa-in lam tajiduu fiihaa ahadan fa-laa tadkhuluuhaa hattaa yu'dzana lakumjika kalian tidak menemui seorang pun di dalamnya, janganlah masuk sebelum mendapat izin
  2. وَإِنْ قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُواwa-in qiila lakumu rji'uu fa-rji'uujika dikatakan kepada kalian, kembalilah, kembalilah
  3. هُوَ أَزْكَىٰ لَكُمْhuwa azkaa lakumitu lebih suci bagi kalian
  4. وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌwa-llaahu bi-maa ta'maluuna 'aliimunAllah berilmu akan apa yang kalian kerjakan

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. فَإِنْfa-inmaka jika
  2. لَمْlamtidak
  3. تَجِدُواtajiduukalian mendapati
  4. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  5. أَحَدًاahadanseorang pun
  6. فَلَاfa-laamaka janganlah
  7. تَدْخُلُوهَاtadkhuluuhaakalian memasukinya
  8. حَتَّىٰhattaasampai
  9. يُؤْذَنَyu'dzanadiizinkan
  10. لَكُمْlakumkepada kalian
  11. وَإِنْwa-indan jika
  12. قِيلَqiiladikatakan
  13. لَكُمُlakumubagi kalian
  14. ارْجِعُواrji'uukembalilah kalian
  15. فَارْجِعُواfa-rji'uumaka kembalilah kalian
  16. هُوَhuwaitu
  17. أَزْكَىٰazkaalebih suci
  18. لَكُمْlakumkepada kalian
  19. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  20. بِمَاbi-maapada apa yang
  21. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
  22. عَلِيمٌ'aliimunberilmu

Inti bacaan

Bahkan rumah kosong sekalipun tidak boleh dimasuki tanpa izin, dan jika diminta kembali maka respons yang benar adalah kembali tanpa membantah, ini disebut 'lebih suci', bukan sekadar patuh hukum. Konkretnya: ketika ditolak atau diminta pergi dari suatu tempat/situasi, patuhi segera dan dengan lapang dada tanpa berdebat, menghormati batasan orang lain bahkan saat kau merasa tak ada salahnya membangun karakter, bukan hanya kepatuhan formal.

Penjelasan pilihan kata

'Azkaa' ('lebih suci', elatif dari akar zkw): akar yang sama dengan 'menyucitumbuhkan' di 24:21, kini dalam bentuk perbandingan, menegaskan bahwa kepatuhan pada aturan privasi ini sendiri adalah bentuk pertumbuhan/penyucian diri.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan aturan sebelumnya dengan skenario spesifik: rumah kosong tetap memerlukan izin, dan penolakan masuk harus diterima tanpa perdebatan, kepatuhan pada batas yang ditetapkan orang lain dinilai sebagai kebajikan tersendiri, bukan sekadar formalitas hukum.

Renungan dan Hikmah

  • Tiga rangkaian di ayat ini tak berulang di tempat lain: لَمْ تَجِدُوا فِيهَا أَحَدًا, ارْجِعُوا فَارْجِعُوا, dan هُوَ أَزْكَىٰ لَكُمْ. Yang kedua menyusun perintah dan jawabannya dalam satu tarikan, kata yang sama diulang, sekali sebagai ucapan tuan rumah, sekali sebagai keharusan bagi tamunya. Tak ada kalimat penghubung di antaranya, tak ada ruang untuk menimbang.
  • Ayat sebelumnya menutup dengan “itu lebih baik bagi kalian”; ayat ini menutup dengan “itu lebih suci bagi kalian”. Dua ayat berdampingan memakai susunan yang sama tetapi menaikkan takarannya, dari yang baik ke yang menyucikan. Dan yang dinilai lebih tinggi bukan mengetuk pintunya, melainkan pulang tanpa membantah ketika disuruh pulang. Kata يُؤْذَنَ لَكُمْ sendiri terpakai dua kali, dan yang satunya 33:53, di sana ia mengatur rumah Nabi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kepadamu, “Kembalilah,”” diterjemahkan “kepada kalian, "Kembalilah,; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “bagimu.” diterjemahkan “bagi kalian.”; “kamu” diterjemahkan “kalian”. z-k-w: 29 ayat formula aataa+zakaah konsisten 'memberikan/berikanlah'; cabang kesucian terbukti 19:13 (bayi Yahyaa, 'pajak' mustahil), 18:81, 19:19. azkaa (elatif) diterjemahkan 'lebih suci'.