قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah waskita terhadap apa yang mereka perbuat.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْqul li-l-mu'miniina yaghudhdhuu min abshaarihimkatakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menjaga pandangannya
- وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْwa-yahfazhuu furuujahumdan memelihara kemaluannya
- ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْdzaalika azkaa lahumdemikian itu lebih suci bagi mereka
- إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَinna llaaha khabiirun bi-maa yashna'uunasesungguhnya Allah waskita terhadap apa yang mereka perbuat
Terjemahan per kata (15 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- لِلْمُؤْمِنِينَli-l-mu'miniinabagi orang-orang beriman
- يَغُضُّواyaghudhdhuuhendaklah mereka merendahkan
- مِنْmindari
- أَبْصَارِهِمْabshaarihimpenglihatan mereka
- وَيَحْفَظُواwa-yahfazhuudan hendaklah mereka memelihara
- فُرُوجَهُمْfuruujahumkemaluan mereka
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- أَزْكَىٰazkaalebih suci
- لَهُمْlahumbagi mereka
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- خَبِيرٌkhabiirunmengetahui
- بِمَاbi-maapada apa yang
- يَصْنَعُونَyashna'uunamereka perbuat
Inti bacaan
Perintah menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan dialamatkan lebih dulu kepada laki-laki mukmin, sebelum perintah paralel kepada perempuan di ayat berikutnya, urutan ini menegaskan bahwa kendali diri laki-laki adalah tanggung jawab utama, bukan sekadar respons terhadap cara berpakaian orang lain. Konkretnya: laki-laki memikul tanggung jawab langsung mengendalikan pandangan dan perilakunya sendiri, jangan menggeser tanggung jawab kesopanan sepenuhnya kepada pihak yang dipandang.
Penjelasan pilihan kata
'Yaghudduu min absaarihim' ('menjaga pandangannya', akar gDD+bSr) dan 'yahfazhuu furuujahum' ('memelihara kemaluannya', akar HfZ+frj): dua instruksi berdampingan yang dialamatkan kepada laki-laki beriman terlebih dahulu, sebelum instruksi paralel kepada perempuan di ayat berikutnya. 'Azkaa' ('lebih suci', akar zkw) mengulang kata yang sama dengan 24:28: kepatuhan pada batas ini dinilai sebagai bentuk penyucian diri. 'Khabiirun' ('waskita', akar xbr) dipertahankan tanpa 'Maha', konsisten registri di seluruh teks ini.
Tafsiran
Ayat ini membuka bagian tentang kendali pandangan dengan mengalamatkannya kepada laki-laki terlebih dahulu: urutan yang menandai tanggung jawab pengendalian diri sebagai kewajiban pribadi, bukan respons terhadap pihak lain.
Renungan dan Hikmah
- Perintah ini dan pasangannya di 24:31 memakai akar yang sama tetapi bentuk yang berbeda: يَغُضُّوا untuk laki-laki, يَغْضُضْنَ untuk perempuan, dan dua-duanya sekali saja muncul. Akar itu keluar sekali lagi di 31:19, dan di sana yang disuruh direndahkan bukan pandangan melainkan suara, وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ. Satu akar mengurusi dua indra: apa yang keluar dari mata, dan apa yang keluar dari mulut.
- Partikel مِنْ pada “dari pandangan mereka” bukan tambahan kosong; ia menandai sebagian, bukan seluruhnya, yang diminta menahan, bukan memejam. Alasan yang diberikan pun bukan larangan melainkan perbandingan: أَزْكَىٰ لَهُمْ, “lebih suci bagi mereka”. Kata أَزْكَىٰ terpakai empat kali di tiga surah, dan dua di antaranya berdekatan di surah ini, 24:28 memakainya untuk orang yang disuruh pulang ketika diminta pulang dari pintu rumah orang. Adab pandangan dan adab bertamu dinilai dengan ukuran yang sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan). z-k-w: 29 ayat formula aataa+zakaah konsisten 'memberikan/berikanlah'; cabang kesucian terbukti 19:13 (bayi Yahyaa, 'pajak' mustahil), 18:81, 19:19. Dalam ayat ini, 'azkaa' tanpa kata sandang al-. azkaa (elatif) diterjemahkan 'lebih suci'.