وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kalian dan juga orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahaya kalian, baik laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan mencukupkan mereka dengan karunia-Nya. Allah luas lagi berilmu.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْwa-ankihuu l-ayaamaa minkumnikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kalian
  2. وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْwa-sh-shaalihiina min 'ibaadikum wa-imaa'ikumdan juga orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahaya kalian, baik laki-laki maupun perempuan
  3. إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِin yakuunuu fuqaraa'a yughnihimu llaahu min fadhlihijika mereka miskin, Allah akan mencukupkan mereka dengan karunia-Nya
  4. وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌwa-llaahu waasi'un 'aliimunAllah luas lagi berilmu

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. وَأَنْكِحُواwa-ankihuudan nikahkanlah kalian
  2. الْأَيَامَىٰl-ayaamaaorang-orang yang belum menikah
  3. مِنْكُمْminkumdari kalian
  4. وَالصَّالِحِينَwa-sh-shaalihiinadan orang-orang saleh
  5. مِنْmindari
  6. عِبَادِكُمْ'ibaadikumhamba-hamba kalian
  7. وَإِمَائِكُمْwa-imaa'ikumdan hamba-hamba perempuan kalian
  8. إِنْinjika
  9. يَكُونُواyakuunuumereka adalah
  10. فُقَرَاءَfuqaraa'aorang-orang fakir
  11. يُغْنِهِمُyughnihimumencukupkan mereka
  12. اللَّهُllaahuAllah
  13. مِنْmindari
  14. فَضْلِهِfadhlihikarunia-Nya
  15. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  16. وَاسِعٌwaasi'unMahaluas
  17. عَلِيمٌ'aliimunberilmu

Inti bacaan

Perintah menikahkan orang yang membujang dan layak menikah, dengan jaminan 'jika mereka miskin, Allah akan mencukupkan', secara eksplisit menolak kekhawatiran finansial semata sebagai alasan menghalangi pernikahan. Konkretnya: jangan biarkan kecemasan ekonomi semata menjadi penghalang mutlak bagi pernikahan orang yang sudah siap dan layak, sebagai kewajiban komunitas, bantu secara aktif (materi, dukungan sosial) alih-alih membiarkan penjagaan gerbang ekonomi menentukan siapa boleh menikah.

Penjelasan pilihan kata

'Al-ayaamaa' ('orang-orang yang membujang', akar Aym) mencakup baik laki-laki maupun perempuan yang belum menikah, tanpa dibedakan gender secara eksplisit oleh kata ini sendiri. 'Waasi'un aliimun' ('luas lagi berilmu') dipertahankan tanpa 'Maha' dan tanpa objek tambahan yang tak disebut teks, konsisten registri gelar indefinit di seluruh teks ini.

Tafsiran

Ayat ini menutup pasal etika sosial dengan perintah konkret: pernikahan bagi yang siap tidak boleh dihalangi oleh kekhawatiran ekonomi semata, dengan jaminan eksplisit bahwa kecukupan bisa datang setelah, bukan sebelum, pernikahan terjadi.

Renungan dan Hikmah

  • Jaminan 'jika mereka miskin, Allah akan mencukupkan mereka' menempatkan urutan sebab-akibat yang tak biasa: kecukupan finansial disebut sebagai sesuatu yang bisa menyusul pernikahan, bukan syarat mutlak yang harus dipenuhi lebih dulu; menantang anggapan bahwa kesiapan ekonomi penuh adalah prasyarat pernikahan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').