وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغْنِيَهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَالَّذِينَ يَبْتَغُونَ الْكِتَابَ مِمَّا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوهُمْ إِنْ عَلِمْتُمْ فِيهِمْ خَيْرًا ۖ وَآتُوهُمْ مِنْ مَالِ اللَّهِ الَّذِي آتَاكُمْ ۚ وَلَا تُكْرِهُوا فَتَيَاتِكُمْ عَلَى الْبِغَاءِ إِنْ أَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِتَبْتَغُوا عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَمَنْ يُكْرِهْهُنَّ فَإِنَّ اللَّهَ مِنْ بَعْدِ إِكْرَاهِهِنَّ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Orang-orang yang tidak mampu menikah, hendaklah menjaga kesucian sampai Allah mencukupkan mereka dengan karunia-Nya. Hamba sahaya yang kalian miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kalian buat perjanjian dengan mereka jika kalian mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepada kalian. Janganlah kalian paksa hamba sahaya perempuan kalian untuk melakukan pelacuran, jika mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kalian hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Siapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah, setelah mereka dipaksa, pengampun lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغْنِيَهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِwa-l-yasta'fifi lladziina laa yajiduuna nikaahan hattaa yughniyahumu llaahu min fadhlihiorang-orang yang tidak mampu menikah, hendaklah menjaga kesucian sampai Allah mencukupkan mereka dengan karunia-Nya
  2. وَالَّذِينَ يَبْتَغُونَ الْكِتَابَ مِمَّا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوهُمْ إِنْ عَلِمْتُمْ فِيهِمْ خَيْرًاwa-lladziina yabtaghuuna l-kitaaba mimmaa malakat aymaanukum fa-kaatibuuhum in 'alimtum fiihim khayranhamba sahaya yang kalian miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kalian buat perjanjian dengan mereka jika kalian mengetahui ada kebaikan pada mereka
  3. وَآتُوهُمْ مِنْ مَالِ اللَّهِ الَّذِي آتَاكُمْwa-aatuuhum min maali llaahi lladzii aataakumdan berikanlah kepada mereka sebagian harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepada kalian
  4. وَلَا تُكْرِهُوا فَتَيَاتِكُمْ عَلَى الْبِغَاءِ إِنْ أَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِتَبْتَغُوا عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَاwa-laa tukrihuu fatayaatikum 'alaa l-bighaa'i in aradna tahashshunan li-tabtaghuu 'aradha l-hayaati d-dunyaajanganlah kalian paksa hamba sahaya perempuan kalian untuk melakukan pelacuran, jika mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kalian hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi
  5. وَمَنْ يُكْرِهْهُنَّ فَإِنَّ اللَّهَ مِنْ بَعْدِ إِكْرَاهِهِنَّ غَفُورٌ رَحِيمٌwa-man yukrihhunna fa-inna llaaha min ba'di ikraahihinna ghafuurun rahiimunsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah, setelah mereka dipaksa, pengampun lagi pengasih

Terjemahan per kata (48 kata)

  1. وَلْيَسْتَعْفِفِwa-l-yasta'fifidan hendaklah menjaga kesucian
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. لَاlaatidak
  4. يَجِدُونَyajiduunamereka mendapati
  5. نِكَاحًاnikaahannikah
  6. حَتَّىٰhattaasampai
  7. يُغْنِيَهُمُyughniyahumumencukupkan mereka
  8. اللَّهُllaahuAllah
  9. مِنْmindari
  10. فَضْلِهِfadhlihikarunia-Nya
  11. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  12. يَبْتَغُونَyabtaghuunamereka mencari
  13. الْكِتَابَl-kitaabaKitab
  14. مِمَّاmimmaadari apa yang
  15. مَلَكَتْmalakatdimiliki
  16. أَيْمَانُكُمْaymaanukumtangan kanan kalian
  17. فَكَاتِبُوهُمْfa-kaatibuuhummaka buatlah perjanjian dengan mereka
  18. إِنْinjika
  19. عَلِمْتُمْ'alimtumkalian mengetahui
  20. فِيهِمْfiihimpada mereka
  21. خَيْرًاkhayrankebaikan
  22. وَآتُوهُمْwa-aatuuhumdan berikanlah kepada mereka
  23. مِنْmindari
  24. مَالِmaaliharta
  25. اللَّهِllaahiAllah
  26. الَّذِيlladziiyang
  27. آتَاكُمْaataakummemberi kalian
  28. وَلَاwa-laadan janganlah
  29. تُكْرِهُواtukrihuukalian memaksa
  30. فَتَيَاتِكُمْfatayaatikumbudak-budak perempuan kalian
  31. عَلَى'alaaatas
  32. الْبِغَاءِl-bighaa'ipelacuran
  33. إِنْinjika
  34. أَرَدْنَaradnamereka menghendaki
  35. تَحَصُّنًاtahashshunanmemelihara kesucian
  36. لِتَبْتَغُواli-tabtaghuuagar kalian mencari
  37. عَرَضَ'aradhakesenangan
  38. الْحَيَاةِl-hayaatikehidupan
  39. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  40. وَمَنْwa-mandan orang yang
  41. يُكْرِهْهُنَّyukrihhunnamemaksa mereka
  42. فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
  43. اللَّهَllaahaAllah
  44. مِنْmindari
  45. بَعْدِba'disesudah
  46. إِكْرَاهِهِنَّikraahihinnamemaksa mereka
  47. غَفُورٌghafuurunpengampun
  48. رَحِيمٌrahiimunpengasih

Inti bacaan

Larangan tegas memaksa hamba sahaya perempuan berzina demi keuntungan duniawi tuan mereka, terutama saat perempuan itu sendiri menginginkan kesucian, mengutuk eksploitasi seksual demi laba secara eksplisit, apa pun dalih ekonominya. Konkretnya: jangan pernah membiarkan keuntungan finansial menjadi pembenaran mengeksploitasi orang yang berada dalam kuasamu (karyawan, tanggungan, siapa pun yang rentan terhadapmu), terutama ketika mereka sendiri sedang berusaha menjaga martabatnya.

Penjelasan pilihan kata

'Al-kitaaba' ('perjanjian', akar ktb): istilah umum untuk dokumen/kesepakatan tertulis, dipertahankan tanpa menyisipkan spesifikasi 'kebebasan' yang tak dinyatakan eksplisit oleh kata ini sendiri; konteks keseluruhan ayat (kesepakatan dengan hamba sahaya, disertai bantuan harta) membuat maksudnya bisa dipahami tanpa perlu ditambahkan. 'Ghafuurun rahiimun' dipertahankan tanpa 'Maha' dan tanpa objek 'kepada mereka' yang tak disebut teks.

Tafsiran

Ayat ini memuat tiga instruksi berlapis: kesabaran bagi yang belum mampu menikah, penyediaan jalur perjanjian bagi hamba sahaya yang menginginkannya, dan larangan tegas terhadap pemaksaan hamba sahaya perempuan ke praktik yang bertentangan dengan keinginan kesucian mereka sendiri, ketiganya menyatukan tema perlindungan terhadap pihak yang rentan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini memuat lima rangkaian yang tak berulang di tempat lain: وَلْيَسْتَعْفِفِ, يُغْنِيَهُمُ اللَّهُ, فَكَاتِبُوهُمْ, فَتَيَاتِكُمْ, dan تَحَصُّنًا. Kelimanya menandai lima keadaan yang berbeda-beda, dan urutannya menaik dari yang paling ringan: orang yang belum mampu menikah, hamba yang minta perjanjian pembebasan, lalu perempuan yang hendak dipaksa. Satu ayat menampung tiga golongan yang sama-sama tak punya kuasa atas keadaannya.
  • Alasan yang disebut sebagai motif pemaksa, عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا, terpakai dua kali saja, dan yang satunya 4:94; tentang orang yang menuduh pemberi salam bukan mukmin “dengan maksud mencari harta benda dunia”. Dua ayat itu memakai rumusan yang sama untuk dua perbuatan yang jauh berbeda beratnya, dan yang menyatukan keduanya bukan jenis perbuatannya melainkan apa yang dikejar: keuntungan yang diambil dengan mengorbankan kedudukan orang lain. Perhatikan juga penutupnya, pengampunan disebutkan untuk yang dipaksa, bukan untuk yang memaksa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini: “Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dua penyimpangan dari Arab, keduanya (a) “Maha”, superlatif yang TIDAK ADA di teks. Ghafuur berpola fa'uul & rahiim berpola fa'iil: intensif, bukan superlatif (bandingkan arham, pola af'al = elatif, di situ superlatif memang ada, dan justru di situ terjemahan lain tidak memakai superlatif Indonesia; lih. 7:151). (b) “Yang”, kepastian yang tak ada pada sebutan indefinit. terjemahan ini: “pengampun lagi pengasih”, huruf kecil, bebas “Maha”, sesuai indefinitnya. Dasarnya praktik terjemahan lain SENDIRI: di 9:128 ia menulis rahiim diterjemahkan “penyayang” POLOS, tanpa “Maha”, sebab subjeknya NABI, seorang manusia. Jadi terjemahan lain TAHU aturan takrif/indefinit; ia hanya tak konsisten menerapkannya. Rumus ghafuurun rahiim” muncul di 58 ayat, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8). Pasangan ini BUKAN tautologi, dan itu penting: ghafara = MENUTUPI (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), rahima = MEMBERI. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. Uji kolokasi mengunci bahwa ghafuur & rahiim memang saling terikat namun berbeda: akar gh-f-r muncul 76× di dekat rahiim tapi hanya di dekat rahmaan, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan rahmaanrahiim. Akar tetangga yang BELUM diputuskan ('aziiz, hakiim, haliim, 'aliim dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap. Dalam ayat ini, kata dari akar gh-f-r dan r-h-m sama-sama indefinit (tanpa kata sandang). Keduanya sebutan, dan sebutan Arab memang indefinit ('innahu ghafuurun rahiim' = 'sungguh Dia pengampun, pengasih'); itu struktur NORMAL, bukan kelalaian.