اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Allah adalah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya seperti sebuah relung yang di dalamnya ada pelita. Pelita itu di dalam kaca, kaca itu seakan-akan bintang yang berkilau, dinyalakan dari pohon yang diberkahi, zaitun, tidak di timur dan tidak di barat. Minyaknya hampir menyala meskipun api tidak menyentuhnya. Cahaya di atas cahaya. Allah memberi petunjuk menuju cahaya-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Allah berilmu akan segala sesuatu.

Terjemahan bertahap (11 jeda)

  1. اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِallaahu nuuru s-samaawaati wa-l-ardhiAllah adalah cahaya langit dan bumi
  2. مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌmatsalu nuurihi ka-misykaatin fiihaa mishbaahunperumpamaan cahaya-Nya seperti sebuah relung yang di dalamnya ada pelita
  3. الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍal-mishbaahu fii zujaajatinpelita itu di dalam kaca
  4. الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّaz-zujaajatu ka-annahaa kawkabun durriyyunkaca itu seakan-akan bintang yang berkilau
  5. يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍyuuqadu min syajaratin mubaarakatin zaytuunatindinyalakan dari pohon yang diberkahi, zaitun
  6. لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍlaa syarqiyyatin wa-laa gharbiyyatintidak di timur dan tidak di barat
  7. يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌyakaadu zaytuhaa yudhii'u wa-law lam tamsashu naarunminyaknya hampir menyala meskipun api tidak menyentuhnya
  8. نُورٌ عَلَىٰ نُورٍnuurun 'alaa nuurincahaya di atas cahaya
  9. يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُyahdii llaahu li-nuurihi man yasyaa'uAllah memberi petunjuk menuju cahaya-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki
  10. وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِwa-yadhribu llaahu l-amtsaala li-n-naasidan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia
  11. وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌwa-llaahu bi-kulli syay'in 'aliimunAllah berilmu akan segala sesuatu

Terjemahan per kata (48 kata)

  1. اللَّهُallaahuAllah
  2. نُورُnuurucahaya
  3. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  4. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  5. مَثَلُmatsaluperumpamaan
  6. نُورِهِnuurihicahaya-Nya
  7. كَمِشْكَاةٍka-misykaatinseperti relung
  8. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  9. مِصْبَاحٌmishbaahunpelita
  10. الْمِصْبَاحُal-mishbaahupelita
  11. فِيfiidi dalam
  12. زُجَاجَةٍzujaajatinkaca
  13. الزُّجَاجَةُaz-zujaajatukaca
  14. كَأَنَّهَاka-annahaaseakan-akan ia
  15. كَوْكَبٌkawkabunbintang
  16. دُرِّيٌّdurriyyunseperti mutiara
  17. يُوقَدُyuuqadudinyalakan
  18. مِنْmindari
  19. شَجَرَةٍsyajaratinpohon
  20. مُبَارَكَةٍmubaarakatinyang diberkahi
  21. زَيْتُونَةٍzaytuunatinpohon zaitun
  22. لَاlaatidak
  23. شَرْقِيَّةٍsyarqiyyatindi sebelah timur
  24. وَلَاwa-laadan tidak pula
  25. غَرْبِيَّةٍgharbiyyatindi sebelah barat
  26. يَكَادُyakaaduhampir
  27. زَيْتُهَاzaytuhaaminyaknya
  28. يُضِيءُyudhii'umenerangi
  29. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  30. لَمْlamtidak
  31. تَمْسَسْهُtamsashumenyentuhnya
  32. نَارٌnaarunapi
  33. نُورٌnuuruncahaya
  34. عَلَىٰ'alaaatas
  35. نُورٍnuurincahaya
  36. يَهْدِيyahdiimemberi petunjuk
  37. اللَّهُllaahuAllah
  38. لِنُورِهِli-nuurihikepada cahaya-Nya
  39. مَنْmanorang yang
  40. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  41. وَيَضْرِبُwa-yadhribudan Dia membuat
  42. اللَّهُllaahuAllah
  43. الْأَمْثَالَl-amtsaalaperumpamaan
  44. لِلنَّاسِli-n-naasikepada manusia
  45. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  46. بِكُلِّbi-kullipada segala
  47. شَيْءٍsyay'insesuatu
  48. عَلِيمٌ'aliimunberilmu

Inti bacaan

Cahaya Allah digambarkan sebagai minyak yang 'hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api', menyiratkan bahwa kesiapan/fitrah manusia menerima kebenaran punya kualitas cahaya tersendiri yang nyaris menyala dengan sendirinya, tidak sepenuhnya bergantung pemantik dari luar. Konkretnya: pupuk kepekaan batin dan keterbukaanmu sendiri terhadap kebenaran (minyak yang siap menyala) alih-alih menunggu pasif sesuatu dari luar yang memaksa pencerahan datang kepadamu.

Penjelasan pilihan kata

'Allaahu nuuru s-samaawaati wa-l-ardi' ('Allah adalah cahaya langit dan bumi'): susunan nominal langsung (mubtada-khabar) tanpa kata kerja 'memberi' yang sering disisipkan penerjemah lain; dipertahankan literal sebagai predikasi langsung, bukan dilunakkan menjadi 'Allah pemberi cahaya'. 'Mishkaatin' ('relung', akar $kw): ceruk kecil pada dinding tempat lampu diletakkan agar cahayanya terpantul dan terkumpul; diterjemahkan sebagai 'relung' tanpa menambahkan kata 'dinding' secara eksplisit, karena makna itu sudah melekat dalam kata dasarnya sendiri. 'Durriyyun' (akar drr): sifat kilau seperti mutiara/bintang gemerlap, dipertahankan sebagai 'berkilau' tanpa menyisipkan kata pembanding 'mutiara' yang tidak eksplisit di teks. 'Nuurun alaa nuurin' ('cahaya di atas cahaya') dipertahankan tanpa tambahan penjelas 'berlapis-lapis' yang mengunci satu pembacaan spesifik atas frasa yang secara sengaja terbuka maknanya.

Tafsiran

Ayat ini membangun perumpamaan berlapis untuk menggambarkan cahaya Allah: sebuah relung yang menampung pelita, pelita di dalam kaca, kaca yang berkilau bagai bintang, dinyalakan dari minyak pohon zaitun istimewa, setiap lapisan citra menambah kejernihan dan intensitas cahaya yang digambarkan, memuncak pada pernyataan 'cahaya di atas cahaya' yang tidak dijelaskan lebih jauh maknanya secara pasti. Rangkaian ini adalah salah satu perumpamaan paling padat dalam Al-Qur'an, dan teks sendiri menyebutnya secara eksplisit sebagai 'perumpamaan' (matsal), bukan deskripsi literal tentang wujud Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Teks secara eksplisit menyebut seluruh gambaran ini sebagai 'perumpamaan' (matsal), sebuah citra untuk membantu pemahaman, bukan deskripsi literal tentang bentuk atau wujud. Detail-detail spesifik (jenis pohon zaitun mana, arti pasti 'tidak di timur tidak di barat', makna presisi 'cahaya di atas cahaya') dibiarkan terbuka oleh teks itu sendiri; kepastian berlebihan atas detail-detail ini melampaui apa yang dinyatakan.
  • Ayat ini ditutup dengan pengakuan eksplisit bahwa Allah 'membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia', sebuah pernyataan reflektif tentang perumpamaan itu sendiri, menandai bahwa cara penyampaian lewat citra dan metafora adalah metode yang disengaja, bukan satu-satunya cara membaca teks ini.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').