رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ

orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingat Allah, menegakkan salat, dan memberikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan berbalik-balik.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِrijaalun laa tulhiihim tijaaratun wa-laa bay'un 'an dzikri llaahiorang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingat Allah
  2. وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِwa-iqaami sh-shalaati wa-iitaa'i z-zakaatidan menegakkan salat, dan memberikan zakat
  3. يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُyakhaafuuna yawman tataqallabu fiihi l-quluubu wa-l-abshaarumereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan berbalik-balik

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. رِجَالٌrijaalunpara lelaki
  2. لَاlaatidak
  3. تُلْهِيهِمْtulhiihimmelalaikan mereka
  4. تِجَارَةٌtijaaratunperniagaan
  5. وَلَاwa-laadan tidak pula
  6. بَيْعٌbay'unjual beli
  7. عَنْ'andari
  8. ذِكْرِdzikriperingatan
  9. اللَّهِllaahiAllah
  10. وَإِقَامِwa-iqaamidan mendirikan
  11. الصَّلَاةِsh-shalaatisalat
  12. وَإِيتَاءِwa-iitaa'idan menunaikan
  13. الزَّكَاةِz-zakaatizakat
  14. يَخَافُونَyakhaafuunamereka takut
  15. يَوْمًاyawmansuatu hari
  16. تَتَقَلَّبُtataqallabuberbolak-balik
  17. فِيهِfiihidi dalamnya
  18. الْقُلُوبُl-quluubuhati
  19. وَالْأَبْصَارُwa-l-abshaarudan penglihatan

Inti bacaan

Yang secara khusus disebut tidak boleh melalaikan dari mengingat Allah, salat, dan zakat adalah perniagaan dan jual beli, kegiatan yang sepenuhnya sah dan menyita waktu, bukan kemaksiatan. Konkretnya: sadari bahwa ancaman terbesar bagi disiplin spiritual kebanyakan orang bukanlah dosa, melainkan kesibukan kerja/bisnis yang sah, sengaja lindungi waktu tertentu untuk mengingat Allah, salat, dan memberi dari gerusan kesibukan komersial sekalipun itu legitim.

Penjelasan pilihan kata

'Tataqallabu' ('berbalik-balik', akar qlb) dipertahankan literal dari makna dasar akarnya (membalik/berputar), tanpa diparafrasekan menjadi 'guncang' yang melunakkan citra fisik pembalikan itu sendiri. 'Iqaami s-salaati' ('menegakkan salat') dan 'iitaa'i z-zakaati' ('memberikan zakat') konsisten dengan konvensi terkunci proyek ini. Ayat ini tidak menyebutkan 'hari Kiamat' secara eksplisit (hanya 'suatu hari'), identifikasi spesifik itu dibiarkan tersirat dari konteks tanpa disisipkan ke terjemahan.

Tafsiran

Ayat ini menyebutkan secara spesifik apa yang tidak boleh melalaikan (bukan kemaksiatan, melainkan perniagaan dan jual beli yang sepenuhnya sah), menandai bahwa ancaman terhadap kedisiplinan spiritual sering datang dari kesibukan yang legitim, bukan dari dosa.

Renungan dan Hikmah

  • Kata تُلْهِيهِمْ sekali saja muncul, dan akarnya di tempat lain memang menandai hal yang menyita tanpa terasa: 102:1 memakainya untuk berlomba memperbanyak, 63:9 untuk harta dan anak. Yang menarik pada ayat ini, dua yang disebut, تِجَارَةٌ dan jual beli; sama-sama halal, sedangkan 63:9 dan 102:1 pun begitu. Jadi akar ini di ketiga tempat tak pernah dipasangkan dengan kemaksiatan; yang dilawankannya selalu sesuatu yang sah.
  • Kata تِجَارَةٌ dalam bentuk ini cuma dua kali muncul, di sini dan 9:24, dan di 9:24 ia berdiri dalam daftar yang ditimbang melawan Allah dan Rasul-Nya; bapak, anak, saudara, pasangan, harta, perniagaan yang dikhawatirkan kerugiannya. Surah 62:11 melengkapi gambarannya dari arah lain: di sana orang berpencar meninggalkan Nabi yang sedang berdiri, begitu melihat perdagangan lewat. Ayat ini memuji orang yang tidak melakukan itu, dan letaknya pun sengaja, persis sesudah 24:36 menyebut rumah-rumah tempat nama-Nya disebut pagi dan petang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “menunaikan” diterjemahkan “memberikan”. Dalam ayat ini, 'salaah' dan 'zakaah' sama-sama bertakrif (memakai kata sandang al-). salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar') · zakaah diterjemahkan 'zakat' (dipertahankan: makna GANDA suci+tumbuh, jangan dikerdilkan; verba penggovongnya aataa='memberikan/berikanlah', BUKAN 'menunaikan', aataa diterjemahkan 'memberi' di 215 ayat non-zakaah, 'menunaikan' 0×;), kecuali cabang KESUCIAN (19:13/18:81) diterjemahkan 'kesucian'.