رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ
orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingat Allah, menegakkan salat, dan memberikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan berbalik-balik.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِrijaalun laa tulhiihim tijaaratun wa-laa bay'un an dzikri llaahiorang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingat Allah
- وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِwa-iqaami s-salaati wa-iitaa'i z-zakaatidan menegakkan salat, dan memberikan zakat
- يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُyakhaafuuna yawman tataqallabu fiihi l-quluubu wa-l-absaarumereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan berbalik-balik
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “menunaikan” diterjemahkan “memberikan”. sebagian penerjemah: 'Men whom neither trade nor commerce divert from the remembrance1 of God and upholding the duty2 and rendering the purity.3 They fear a day wherein the hearts and the eyes will turn about,' Corpus ayat ini: «S~alaw`pi, TAKRIF»; «z~akaw`pi, TAKRIF». salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar') · zakaah diterjemahkan 'zakat' (dipertahankan: makna GANDA suci+tumbuh, jangan dikerdilkan; verba penggovongnya aataa='memberikan/berikanlah', BUKAN 'menunaikan', aataa diterjemahkan 'memberi' di 215 ayat non-zakaah, 'menunaikan' 0×;), kecuali cabang KESUCIAN (19:13/18:81) diterjemahkan 'kesucian'.
Aplikasi
Yang secara khusus disebut TIDAK boleh melalaikan dari mengingat Allah, salat, dan zakat adalah perniagaan dan jual beli, kegiatan yang sepenuhnya sah dan menyita waktu, bukan kemaksiatan. Konkretnya: sadari bahwa ancaman terbesar bagi disiplin spiritual kebanyakan orang bukanlah dosa, melainkan kesibukan kerja/bisnis yang sah, sengaja lindungi waktu tertentu untuk mengingat Allah, salat, dan memberi dari gerusan kesibukan komersial sekalipun itu legitim.