أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ۚ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا ۗ وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُورٍ

Atau seperti kegelapan di laut yang dalam, yang diliputi gelombang, di atasnya gelombang lagi, di atasnya awan; kegelapan sebagian di atas sebagian. Apabila ia mengeluarkan tangannya, ia hampir tidak dapat melihatnya. Dan siapa yang tidak dijadikan Allah baginya cahaya, maka tidak ada baginya cahaya sedikit pun.

Terjemahan bertahap (5 jeda)
  1. أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّaw ka-zhulumaatin fii bahrin lujjiyyinatau seperti kegelapan di laut yang dalam
  2. يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌyaghshaahu mawjun min fawqihi mawjun min fawqihi sahaabunyang diliputi gelombang, di atasnya gelombang lagi, di atasnya awan
  3. ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍzhulumaatun ba'duhaa fawqa ba'dinkegelapan sebagian di atas sebagian
  4. إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَاidzaa akhraja yadahu lam yakad yaraahaaapabila ia mengeluarkan tangannya, ia hampir tidak dapat melihatnya
  5. وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُورٍwa-man lam yaj'ali llaahu lahu nuuran fa-maa lahu min nuurindan siapa yang tidak dijadikan Allah baginya cahaya, maka tidak ada baginya cahaya sedikit pun
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar zh-l-m, b-h-r, l-j-j, gh-sh-w, m-w-j, f-w-q, s-h-b, b-'-d, kh-r-j, y-d-y, k-w-d, r-a-y, j-'-l, a-l-h, n-w-r): zhulumaat diterjemahkan 'kegelapan' (akar zh-l-m); bahr lujjii diterjemahkan 'laut yang dalam' (akar b-h-r + akar l-j-j); mawj diterjemahkan 'gelombang' (akar m-w-j); sahaab diterjemahkan 'awan' (akar s-h-b); akhraja yadahu diterjemahkan 'mengeluarkan tangannya' (akar kh-r-j + akar y-d-y); nuur diterjemahkan 'cahaya' (akar n-w-r). gloss '(amal perbuatan…)/(petunjuk)' dibuang.

Aplikasi

Kegelapan berlapis di laut dalam, sampai tangan sendiri pun nyaris tak terlihat, menggambarkan disorientasi total tanpa cahaya eksternal, bukan sekadar kesulitan biasa. Konkretnya: introspeksi jujur apakah keputusan-keputusan besar hidupmu dituntun oleh sumber cahaya/petunjuk yang nyata dari luar dirimu, atau oleh kegelapanmu sendiri yang keliru kau kira sebagai penglihatan, carilah dan pegang teguh sumber kejernihan moral yang sungguh nyata.