أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ ۖ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ
Tidakkah engkau tahu bahwa kepada Allah bertasbih apa yang di langit dan di bumi, dan burung-burung yang merentangkan sayapnya? Masing-masing sungguh telah mengetahui salatnya dan tasbihnya. Allah berilmu akan apa yang mereka lakukan.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِa-lam tara anna llaaha yusabbihu lahu man fii s-samaawaati wa-l-arditidakkah engkau tahu bahwa kepada Allah bertasbih apa yang di langit dan di bumi
- وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍwa-t-tayru saaffaatindan burung-burung yang merentangkan sayapnya
- كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُkullun qad alima salaatahu wa-tasbiihahumasing-masing sungguh telah mengetahui salatnya dan tasbihnya
- وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَwa-llaahu aliimun bimaa yaf'aluunaAllah berilmu akan apa yang mereka lakukan
Catatan pilihan kata (ringkas)
KEMENAG MENYIMPANG DI SATU AYAT INI. Ia merender salaah diterjemahkan 'salat' di 42 dari 44 ayat, tapi di sini menulis 'DOA'. Kenapa? Karena subjeknya termasuk BURUNG ('wa-t-tayru saaffaat'), dan 'burung tahu SALATNYA' meruntuhkan bacaan ritual (burung tak rukuk & sujud). sebagian penerjemah juga menghindar: 'his duty'. terjemahan ini mengembalikan 'salat', contoh serupa ada di entri kita sendiri: 9:103 (terjemahan lain 'doakanlah' diterjemahkan terjemahan ini 'laksanakanlah salat') & 33:56 (terjemahan lain 'berselawat' diterjemahkan terjemahan ini 'melaksanakan salat'). tambahan tafsir tak ada di sini; yang diperbaiki hanya rendering lemanya. BUKTI TERKUAT, dan ia bukti INTERNAL murni, TANPA hadits. Salaah yang bisa dilakukan BURUNG mustahil berupa koreografi rukuk-sujud. Karena lemanya identik dgn 82 salaah lain (lih. lexicography), yang berlaku di sini berlaku di semuanya: salaah = kewajiban GENERIK, bukan tata cara. POLA IDENTIK di TIGA akar, terjemahan lain TAHU, tapi default ke institusi, dan hanya jujur di ayat tempat bacaan institusional MUSTAHIL: (a) akar r-h-m diterjemahkan 17:110, ia mentransliterasi 'Ar-Rahmaan' & menyebutnya 'nama' (sebab "Serulah 'Yang Maha Pengasih'" absurd); (b) akar z-k-w diterjemahkan 19:13, ia menulis 'bersih dari dosa' (sebab bayi Yahyaa diberi 'pajak' mustahil); (c) akar s-l-w diterjemahkan 24:41 INI, ia menulis 'doa' (sebab burung ber-ritual mustahil). Tiga akar, tiga ayat, satu pola, inilah QS 4:82 menangkap terjemahan, bukan menangkap Qur'an. Rujukan:,. sebagian penerjemah: 'Dost thou not see1 that God, to Him gives glory2 whoso is in the heavens and the earth, and the birds with wings outstretched?3 Each, he4 knows his duty5 and his glorification;6 and God knows what they do.' Corpus: salaatahu (kata ke-16) = `LEM:Salaw`p ROOT:Slw`, dgn 82 kemunculan salaah lain. Tak ada tanda morfologis apa pun yang membedakannya.
Aplikasi
Burung-burung disebut mengetahui 'salat dan tasbihnya' sendiri, menyiratkan bahwa salat bukan ritual yang hanya dibebankan sepihak kepada manusia, melainkan versi manusiawi dari pola ketundukan yang sudah dijalankan seluruh ciptaan menurut caranya masing-masing. Konkretnya: pandang salatmu bukan sebagai kewajiban religius yang terpisah dari alam semesta, melainkan sebagai partisipasimu dalam pola kosmis yang universal, ini seharusnya memperdalam, bukan meremehkan, keseriusan menjaganya.