وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ

Dan milik Allah kerajaan langit dan bumi, dan kepada Allah tempat kembali.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِwa-li-llaahi mulku s-samaawaati wa-l-ardhidan milik Allah kerajaan langit dan bumi
  2. وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُwa-ilaa llaahi l-mashiirudan kepada Allah tempat kembali

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. وَلِلَّهِwa-li-llaahidan milik Allah
  2. مُلْكُmulkukerajaan
  3. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  4. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  5. وَإِلَىwa-ilaadan kepada
  6. اللَّهِllaahiAllah
  7. الْمَصِيرُl-mashiirutempat kembali

Inti bacaan

Pernyataan bahwa kerajaan langit dan bumi sepenuhnya milik Allah, dan kepada-Nya segala sesuatu kembali, menempatkan segala kepemilikan manusia, harta, jabatan, kekuasaan, sebagai sesuatu yang sementara dan derivatif. Konkretnya: pegang harta, posisi, dan kekuasaanmu dengan sikap sebagai penitipan (amanah), bukan kepemilikan mutlak, karena arah akhir segala sesuatu adalah kembali kepada Pemilik sesungguhnya, ini seharusnya meredam keserakahan dan kelekatan pada status.

Penjelasan pilihan kata

'Mulku' ('kerajaan', akar mlk) dan 'al-masiiru' ('tempat kembali', akar Syr) dipertahankan literal tanpa objek tambahan yang tak disebut teks.

Tafsiran

Ayat pendek ini menyimpulkan argumen ketundukan kosmik dari ayat sebelumnya dengan pernyataan kepemilikan mutlak: segala yang bertasbih tadi berada dalam kerajaan yang sepenuhnya milik Allah, dan menuju kepada-Nya semua akan kembali.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua hal sekaligus: siapa pemiliknya, dan ke mana semuanya pulang. Awal dan akhir diletakkan berdampingan. Yang memiliki sesuatu dan yang menjadi tujuannya biasanya dua pihak yang berbeda; di sini keduanya satu.
  • Seluruh ayat ini cuma dua penggalan pendek. Tidak ada keterangan tambahan, tidak ada alasan yang dijelaskan. Pernyataan yang tidak perlu diterangkan biasanya yang paling tidak diperdebatkan.
  • Yang disebut tempat kembali, tanpa menyebutkan siapa yang kembali. Tidak ada yang dikecualikan karena memang tidak ada yang disebutkan. Allah membiarkan kalimatnya seluas mungkin, dan pembacanya tak punya cara untuk berdiri di luarnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-l-h, m-l-k, s-m-w, a-r-d, s-y-r): mulk diterjemahkan 'kerajaan' (akar m-l-k); masiir diterjemahkan 'tempat kembali' (akar s-y-r). gloss '(seluruh makhluk)' dibuang.