أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ جِبَالٍ فِيهَا مِنْ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ
Tidakkah engkau melihat bahwa Allah mengarahkan awan, kemudian menyatukannya, lalu menjadikannya bertumpuk-tumpuk, maka engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya. Dan Dia menurunkan dari langit, dari gunung-gunung yang padanya ada es, maka Dia menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki dan memalingkannya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُa-lam tara anna llaaha yuzjii sahaaban tsumma yu'allifu baynahutidakkah engkau melihat bahwa Allah mengarahkan awan, kemudian menyatukannya
- ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِtsumma yaj'aluhu rukaaman fa-taraa l-wadqa yakhruju min khilaalihilalu menjadikannya bertumpuk-tumpuk, maka engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya
- وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ جِبَالٍ فِيهَا مِنْ بَرَدٍwa-yunazzilu mina s-samaa'i min jibaalin fiihaa min baradindan Dia menurunkan dari langit, dari gunung-gunung yang padanya ada es
- فَيُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُfa-yushiibu bihi man yasyaa'u wa-yashrifuhu 'an man yasyaa'umaka Dia menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki dan memalingkannya dari siapa yang Dia kehendaki
- يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِyakaadu sanaa barqihi yadzhabu bi-l-abshaarikilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan
Terjemahan per kata (38 kata)
- أَلَمْa-lamtidakkah
- تَرَtaraengkau memperhatikan
- أَنَّannabahwa
- اللَّهَllaahaAllah
- يُزْجِيyuzjiimenggiring
- سَحَابًاsahaabanawan
- ثُمَّtsummakemudian
- يُؤَلِّفُyu'allifumengumpulkan
- بَيْنَهُbaynahuantaranya
- ثُمَّtsummakemudian
- يَجْعَلُهُyaj'aluhumenjadikannya
- رُكَامًاrukaamanbertumpuk
- فَتَرَىfa-taraamaka engkau melihat
- الْوَدْقَl-wadqahujan
- يَخْرُجُyakhrujukeluar
- مِنْmindari
- خِلَالِهِkhilaalihicelah-celahnya
- وَيُنَزِّلُwa-yunazziludan Dia menurunkan
- مِنَminadari
- السَّمَاءِs-samaa'ilangit
- مِنْmindari
- جِبَالٍjibaalingunung
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- مِنْmindari
- بَرَدٍbaradines
- فَيُصِيبُfa-yushiibumaka Dia menimpakan
- بِهِbihipadanya
- مَنْmanorang yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- وَيَصْرِفُهُwa-yashrifuhudan Dia memalingkannya
- عَنْ'andari
- مَنْmanorang yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- يَكَادُyakaaduhampir
- سَنَاsanaakilauan
- بَرْقِهِbarqihikilatnya
- يَذْهَبُyadzhabupergi
- بِالْأَبْصَارِbi-l-abshaaridengan penglihatan
Inti bacaan
Awan yang diarahkan, dikumpulkan, hujan es yang ditimpakan pada sebagian dan dihindarkan dari sebagian lain digambarkan sebagai kehendak yang terarah, bukan mekanisme acak, bahkan fenomena secacak badai punya kesengajaan di baliknya. Konkretnya: jadikan fenomena alam seperti cuaca ekstrem dan bencana sebagai pengingat akan keterbatasan dan ketergantungan manusia, bukan sekadar peristiwa mekanis tanpa makna, ini menumbuhkan kerendahan hati bahwa siapa yang terkena dan siapa yang selamat tidak sepenuhnya dalam kendali manusia.
Penjelasan pilihan kata
'Min jibaalin fiihaa min baradin' ('dari gunung-gunung yang padanya ada es') dipertahankan literal tanpa menyisipkan penjelasan bahwa 'gunung' di sini adalah metafora untuk gumpalan awan besar: pembacaan itu masuk akal dari konteks, tetapi kata 'gumpalan awan' sendiri tidak ada di teks Arab, sehingga tidak ditambahkan ke terjemahan.
Tafsiran
Ayat ini merinci proses pembentukan awan hingga hujan dan hujan es sebagai satu rangkaian yang terarah (pengarahan, penyatuan, penumpukan, hingga pelepasan air dan es), digambarkan sebagai kehendak yang disengaja, bukan proses mekanis tanpa arah, dengan penutup tentang kilat yang nyaris membutakan.
Renungan dan Hikmah
- Penyebutan 'gunung-gunung' berisi es di langit dipertahankan literal tanpa penjelasan tambahan bahwa itu adalah metafora untuk gumpalan awan besar, pembacaan itu masuk akal dari konteks, namun tetap sebuah interpretasi, bukan sesuatu yang dinyatakan eksplisit oleh kata 'gunung' itu sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.