يُقَلِّبُ اللَّهُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ

Allah membalikkan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. يُقَلِّبُ اللَّهُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَyuqallibu llaahu l-layla wa-n-nahaaraAllah membalikkan malam dan siang
  2. إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِinna fii dzaalika la-ibratan li-ulii l-absaarisesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan
Catatan pilihan kata (ringkas)

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: passthrough terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (probe 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = passthrough (cabang mata-hati didokumentasi). ⚠ Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. Lih.. of dariir'; glos ilahi: 'He who sees all things, both what are apparent and what are occult, WITHOUT ANY ORGAN'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.

Aplikasi

Pergantian malam dan siang disebut sebagai 'pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (yang tajam)', pelajaran itu terletak bukan pada fenomenanya sendiri, melainkan pada kualitas perhatian yang dibawa kepadanya. Konkretnya: latih dirimu benar-benar memperhatikan dan merenungkan hal-hal paling rutin dan 'membosankan' dalam hidup sehari-hari (seperti siklus siang-malam), bukan hanya mencari pelajaran dari peristiwa dramatis atau baru, ketajaman perhatian itulah yang sering menjadi sumber hikmah, bukan kebaruan.