وَيَقُولُونَ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالرَّسُولِ وَأَطَعْنَا ثُمَّ يَتَوَلَّىٰ فَرِيقٌ مِنْهُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۚ وَمَا أُولَٰئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَ
Dan mereka berkata, "Kami beriman kepada Allah dan Rasul, dan kami taat," kemudian sebagian dari mereka berpaling setelah itu; dan mereka itu bukanlah orang-orang beriman.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَيَقُولُونَ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالرَّسُولِ وَأَطَعْنَاwa-yaquuluuna aamannaa bi-llaahi wa-bi-r-rasuuli wa-atha'naadan mereka berkata, kami beriman kepada Allah dan Rasul, dan kami taat
- ثُمَّ يَتَوَلَّىٰ فَرِيقٌ مِنْهُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَtsumma yatawallaa fariiqun minhum min ba'di dzaalikakemudian sebagian dari mereka berpaling setelah itu
- وَمَا أُولَٰئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَwa-maa ulaa'ika bi-l-mu'miniinadan mereka itu bukanlah orang-orang beriman
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَيَقُولُونَwa-yaquuluunadan mereka berkata
- آمَنَّاaamannaakami beriman
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- وَبِالرَّسُولِwa-bi-r-rasuulidan pada Rasul
- وَأَطَعْنَاwa-atha'naadan kami patuh
- ثُمَّtsummakemudian
- يَتَوَلَّىٰyatawallaaberpaling
- فَرِيقٌfariiqunsegolongan
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- مِنْmindari
- بَعْدِba'disesudah
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- بِالْمُؤْمِنِينَbi-l-mu'miniinapada orang-orang beriman
Inti bacaan
Ayat ini menandai pola kemunafikan spesifik, pernyataan lisan 'kami beriman dan taat' yang diikuti berpaling dalam tindakan, dan secara eksplisit menolak label 'mukmin' bagi mereka meski sudah mengucap ikrar. Konkretnya: nilai dirimu sendiri dan orang lain dari konsistensi tindakan sepanjang waktu, bukan dari deklarasi awal, komitmen verbal yang tidak bertahan dalam praktik nyata, terutama saat merepotkan, tidak terhitung sebagai komitmen sungguhan.
Penjelasan pilihan kata
'Yatawallaa' ('berpaling', akar wly) menandai tindakan pembalikan setelah pernyataan verbal: jeda waktu ('kemudian... setelah itu') ditekankan untuk menunjukkan bahwa pengingkaran ini bukan keraguan seketika, melainkan pembalikan sesudah ikrar diucapkan.
Tafsiran
Ayat ini membuka pola kemunafikan spesifik: pernyataan iman dan ketaatan yang diucapkan lisan, namun diikuti pembalikan tindakan, teks menolak tegas status 'beriman' bagi pola semacam ini, terlepas dari ikrar yang sudah diucapkan.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالرَّسُولِ وَأَطَعْنَا tak ada duanya, dan empat ayat kemudian surah ini memberikan tandingannya. Di 24:51 ucapan orang mukmin disebut cuma satu: “kami mendengar dan kami taat”. Bandingkan panjangnya, yang di ayat ini menyebut tiga hal sekaligus, dua di antaranya klaim tentang keyakinan sendiri. Yang di 24:51 tak mengklaim apa pun tentang batinnya; ia menyebut dua perbuatan.
- Penolakan penutupnya, وَمَا أُولَٰئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَ, terpakai dua kali, dan yang satunya 5:43 tentang orang yang menjadikan Nabi hakim padahal Taurat ada pada mereka, lalu berpaling. Rangkaian يَتَوَلَّىٰ فَرِيقٌ مِنْهُمْ pun dua kali, dan yang satunya 3:23. Ketiga ayat itu punya bentuk yang sama: sebuah putusan diajukan, sebagian berpaling, lalu status mereka dicabut. Yang membedakan ayat ini, di sini yang dicabut menyusul ikrar yang baru saja diucapkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, a-m-n, a-l-h, r-s-l, t-w-', w-l-y, f-r-q, b-'-d): aamannaa diterjemahkan 'kami beriman' (akar '-m-n); ata'naa diterjemahkan 'kami taat' (akar t-w-'); yatawallaa fariiq diterjemahkan 'sebagian berpaling' (akar w-l-y + akar f-r-q). gloss '(orang-orang munafik)/(Nabi Muhammad)/(keduanya)' dibuang.