وَإِنْ يَكُنْ لَهُمُ الْحَقُّ يَأْتُوا إِلَيْهِ مُذْعِنِينَ

Tetapi jika kebenaran memihak mereka, mereka datang kepadanya dengan patuh.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِنْ يَكُنْ لَهُمُ الْحَقُّwa-in yakun lahumu l-haqqutetapi jika kebenaran memihak mereka
  2. يَأْتُوا إِلَيْهِ مُذْعِنِينَya'tuu ilayhi mudz'iniinamereka datang kepadanya dengan patuh

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. وَإِنْwa-indan jika
  2. يَكُنْyakunia menjadi
  3. لَهُمُlahumubagi mereka
  4. الْحَقُّl-haqqukebenaran
  5. يَأْتُواya'tuumereka mendatangkan
  6. إِلَيْهِilayhikepadanya
  7. مُذْعِنِينَmudz'iniinadengan patuh

Inti bacaan

Bahwa mereka datang dengan patuh 'jika kebenaran memihak mereka' menegaskan pola yang sama dari ayat sebelumnya: kepatuhan yang bersyarat pada hasil yang menguntungkan bukanlah penerimaan sungguhan terhadap otoritas/proses itu sendiri. Konkretnya: perhatikan pola yang sama dalam dirimu terhadap otoritas apa pun (aturan kerja, keputusan pengadilan, kesepakatan komunitas), kesediaan patuh hanya ketika menguntungkan bukan bukti kau benar-benar mengakui keabsahan proses itu.

Penjelasan pilihan kata

'Mudz'iniina' ('patuh/tunduk', akar dz-'-n): kepatuhan yang muncul secara bersyarat, tergantung apakah hasilnya menguntungkan.

Tafsiran

Ayat ini menyingkap sifat bersyarat dari kepatuhan mereka: begitu hasilnya diperkirakan menguntungkan, mereka datang dengan patuh, pola yang membalikkan urutan sebab-akibat ketaatan sejati.

Renungan dan Hikmah

  • Kata مُذْعِنِينَ sekali saja muncul, dan ia berpasangan langsung dengan مُعْرِضُونَ di 24:48, satu ayat sebelumnya, tentang orang yang sama. Kata yang kedua itu terpakai empat belas kali di sepuluh surah, jadi berpaling adalah sikap yang sering dicatat Quran; datang dengan patuh dalam bentuk ini cuma sekali. Dua sikap yang berlawanan, dari orang yang sama, dalam dua ayat berdampingan.
  • Yang membalik sikap itu disebut terang: يَكُنْ لَهُمُ الْحَقُّ, kebenaran memihak mereka, rangkaian yang juga tak ada duanya. Lalu 24:50 menawarkan tiga kemungkinan sebabnya berturut-turut: hati yang berpenyakit, keraguan, atau takut diperlakukan zalim. Ketiganya diajukan sebagai pertanyaan, dan ketiganya ditolak oleh kalimat penutup ayat itu sendiri. Yang tersisa bukan salah satu dari ketiganya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, h-q-q, a-t-y, dz-'-n): al-haqq diterjemahkan 'kebenaran' (akar h-q-q); mudh'iniin diterjemahkan 'patuh (tunduk)' (akar dz-'-n). gloss '(putusan Rasul)/(Rasul)' dibuang.