أَفِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَمِ ارْتَابُوا أَمْ يَخَافُونَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَرَسُولُهُ ۚ بَلْ أُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Apakah dalam hati mereka ada penyakit, atau mereka ragu, atau mereka takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berbuat zalim kepada mereka? Bahkan, mereka itulah orang-orang yang zalim.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَفِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَمِ ارْتَابُواa-fii quluubihim maradhun ami rtaabuuapakah dalam hati mereka ada penyakit, atau mereka ragu
- أَمْ يَخَافُونَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَرَسُولُهُam yakhaafuuna an yahiifa llaahu 'alayhim wa-rasuuluhuatau mereka takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berbuat zalim kepada mereka
- بَلْ أُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَbal ulaa'ika humu zh-zhaalimuunabahkan mereka itulah orang-orang yang zalim
Terjemahan per kata (16 kata)
- أَفِيa-fiiapakah pada
- قُلُوبِهِمْquluubihimhati mereka
- مَرَضٌmaradhunpenyakit
- أَمِamiataukah
- ارْتَابُواrtaabuumereka ragu
- أَمْamatau
- يَخَافُونَyakhaafuunamereka takut
- أَنْanbahwa
- يَحِيفَyahiifaberlaku zalim
- اللَّهُllaahuAllah
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- وَرَسُولُهُwa-rasuuluhudan Rasul-Nya
- بَلْbalbahkan
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- هُمُhumumerekalah
- الظَّالِمُونَzh-zhaalimuunaorang-orang zalim
Inti bacaan
Mereka yang menghindari keputusan Allah dan Rasul karena takut diperlakukan zalim justru disebut sebagai 'orang-orang yang zalim' itu sendiri, kecurigaan terhadap keadilan sistem dibongkar sebagai proyeksi rasa bersalah, bukan kehati-hatian yang sah. Konkretnya: jujurlah pada dirimu apakah keengananmu tunduk pada arbitrase yang adil benar-benar berasal dari kekhawatiran wajar akan bias, atau (lebih sering) dari kesadaran bahwa kau sendiri yang bersalah, jangan bungkus penghindaran akuntabilitas sebagai skeptisisme berprinsip.
Penjelasan pilihan kata
'Yahiifa' ('berbuat zalim/berat sebelah', akar Hyf), kekhawatiran yang dituduhkan kepada mereka (takut diperlakukan tidak adil) dibalikkan langsung oleh penutup ayat: merekalah yang sesungguhnya zalim.
Tafsiran
Ayat ini mengajukan tiga kemungkinan penjelasan atas keengganan mereka, lalu membalikkannya sepenuhnya di penutup: kecurigaan terhadap keadilan proses disingkap sebagai proyeksi, karena merekalah yang justru berlaku zalim.
Renungan dan Hikmah
- Kekhawatiran akan diperlakukan tidak adil yang dijadikan alasan menghindari proses penyelesaian dibalikkan tegas oleh teks, bukan bukti kehati-hatian yang sah, melainkan proyeksi dari pihak yang justru zalim.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-l-b, m-r-d, r-y-b, kh-w-f, h-y-f, a-l-h, r-s-l, zh-l-m): quluub marad diterjemahkan 'hati berpenyakit' (akar q-l-b + akar m-r-d); irtaabuu diterjemahkan 'ragu' (akar r-y-b); yahiifa diterjemahkan 'berbuat zalim (berat sebelah)' (akar h-y-f); zhaalimuun diterjemahkan 'zalim'. gloss '(sikap mereka yang demikian itu karena)' dibuang.