وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ
Dan siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang menang.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُwa-man yuti'i llaaha wa-rasuulahudan siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya
- وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِwa-yakhsha llaaha wa-yattaqhiserta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya
- فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَfa-ulaa'ika humu l-faa'izuunamereka itulah orang-orang yang menang
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar t-w-', a-l-h, r-s-l, kh-sh-y, w-q-y, f-w-z): yuti'i diterjemahkan 'taat' (akar t-w-'); yakhsha diterjemahkan 'takut' (akar kh-sh-y); yattaqhi diterjemahkan 'bertakwa' (akar w-q-y); faa'izuun diterjemahkan 'yang menang' (akar f-w-z). Selaras.
Aplikasi
Ayat ini memadukan ketaatan lahiriah (taat kepada Allah dan Rasul) dengan sikap batiniah (takut dan bertakwa) sebagai dua syarat yang harus hadir bersama untuk mencapai kemenangan, salah satu tanpa yang lain tidak cukup. Konkretnya: periksa apakah kepatuhanmu pada aturan/etika hanya bersifat mekanis-lahiriah tanpa kesadaran batin yang menyertainya, pupuk kesadaran internal (takwa) yang benar-benar memotivasi ketaatan lahiriahmu, bukan sekadar formalitas.