وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

Dan siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang menang.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُwa-man yuthi'i llaaha wa-rasuulahudan siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya
  2. وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِwa-yakhsya llaaha wa-yattaqhiserta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya
  3. فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَfa-ulaa'ika humu l-faa'izuunamereka itulah orang-orang yang menang

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَمَنْwa-mandan orang yang
  2. يُطِعِyuthi'imenaati
  3. اللَّهَllaahaAllah
  4. وَرَسُولَهُwa-rasuulahudan Rasul-Nya
  5. وَيَخْشَwa-yakhsyadan takut
  6. اللَّهَllaahaAllah
  7. وَيَتَّقْهِwa-yattaqhidan bertakwa kepada-Nya
  8. فَأُولَٰئِكَfa-ulaa'ikamaka mereka itu
  9. هُمُhumumerekalah
  10. الْفَائِزُونَl-faa'izuunaorang-orang yang beruntung

Inti bacaan

Ayat ini memadukan ketaatan lahiriah (taat kepada Allah dan Rasul) dengan sikap batiniah (takut dan bertakwa) sebagai dua syarat yang harus hadir bersama untuk mencapai kemenangan, salah satu tanpa yang lain tidak cukup. Konkretnya: periksa apakah kepatuhanmu pada aturan/etika hanya bersifat mekanis-lahiriah tanpa kesadaran batin yang menyertainya, pupuk kesadaran internal (takwa) yang benar-benar memotivasi ketaatan lahiriahmu, bukan sekadar formalitas.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini memadukan dua dimensi: 'yuti'i' (taat, tindakan lahiriah) dengan 'yakhsha' dan 'yattaqhi' (takut dan bertakwa, sikap batin), empat kata kerja berurutan yang bersama-sama menutup segmen ini.

Tafsiran

Ayat penutup segmen ini menyimpulkan seluruh kontras sebelumnya dengan definisi positif: kemenangan sejati memerlukan ketaatan lahiriah yang disertai kesadaran batin, bukan salah satu tanpa yang lain.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ tak ada duanya. Susunannya menumpuk dua kata kerja yang berdekatan artinya, dan menaruh keduanya di belakang. Tiga kata kerja berderet bagi satu subjek, tetapi cuma yang pertama menyebut Rasul; dua sisanya berhenti pada Allah semata.
  • Sebutan الْفَائِزُونَ terpakai empat kali (9:20, 23:111, 24:52, 59:20). Tiga di antaranya menerangkan sebabnya lewat hal yang bisa dilihat dari luar: berhijrah dan berjuang dengan harta serta jiwa (9:20), kesabaran yang dibalas (23:111), dan berada di dalam taman (59:20). Ayat ini sendirian menyebut sebab yang seluruhnya berupa watak. Yang di tiga tempat itu diikat pada langkah atau tempat, di sini diikat pada diri pelakunya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar t-w-', a-l-h, r-s-l, kh-sh-y, w-q-y, f-w-z): yuti'i diterjemahkan 'taat' (akar t-w-'); yakhsha diterjemahkan 'takut' (akar kh-sh-y); yattaqhi diterjemahkan 'bertakwa' (akar w-q-y); faa'izuun diterjemahkan 'yang menang' (akar f-w-z). Selaras.