وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَئِنْ أَمَرْتَهُمْ لَيَخْرُجُنَّ ۖ قُلْ لَا تُقْسِمُوا ۖ طَاعَةٌ مَعْرُوفَةٌ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Mereka bersumpah demi Allah dengan sungguh-sungguh bahwa jika engkau menyuruh mereka, pastilah mereka akan berangkat. Katakanlah, "Janganlah kalian bersumpah; ketaatan yang baik itu sudah dikenal. Sesungguhnya Allah waskita terhadap apa yang kalian kerjakan."

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْwa-aqsamuu bi-llaahi jahda aymaanihimmereka bersumpah demi Allah dengan sungguh-sungguh
  2. لَئِنْ أَمَرْتَهُمْ لَيَخْرُجُنَّla-in amartahum la-yakhrujunnabahwa jika engkau menyuruh mereka, pastilah mereka akan berangkat
  3. قُلْ لَا تُقْسِمُواqul laa tuqsimuukatakanlah, janganlah kalian bersumpah
  4. طَاعَةٌ مَعْرُوفَةٌthaa'atun ma'ruufatunketaatan yang baik itu sudah dikenal
  5. إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَinna llaaha khabiirun bi-maa ta'maluunasesungguhnya Allah waskita terhadap apa yang kalian kerjakan

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. وَأَقْسَمُواwa-aqsamuudan mereka bersumpah
  2. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  3. جَهْدَjahdasekuat
  4. أَيْمَانِهِمْaymaanihimsumpah mereka
  5. لَئِنْla-insungguh jika
  6. أَمَرْتَهُمْamartahumengkau memerintahkan mereka
  7. لَيَخْرُجُنَّla-yakhrujunnasungguh mereka akan keluar
  8. قُلْqulkatakanlah
  9. لَاlaajanganlah
  10. تُقْسِمُواtuqsimuukalian bersumpah
  11. طَاعَةٌthaa'atunketaatan
  12. مَعْرُوفَةٌma'ruufatunyang dikenal
  13. إِنَّinnasesungguhnya
  14. اللَّهَllaahaAllah
  15. خَبِيرٌkhabiirunmengetahui
  16. بِمَاbi-maapada apa yang
  17. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan

Inti bacaan

Penolakan terhadap sumpah-sumpah kesetiaan yang gigih ('jika engkau perintahkan, pasti kami berangkat') demi 'ketaatan yang baik (ma'ruufah)', sesuatu yang biasa dan dikenal, menunjukkan bahwa yang dihargai bukan janji besar yang dramatis, melainkan kepatuhan sehari-hari yang konsisten dan tak mencolok. Konkretnya: curigai sumpah setia yang berlebihan (dari diri sendiri maupun orang lain), yang sesungguhnya dituntut adalah keandalan sederhana dan konsisten dalam kewajiban yang sudah jelas, bukan janji besar untuk menutupi ketidakkonsistenan.

Penjelasan pilihan kata

'Taa'atun ma'ruufatun' ('ketaatan yang baik itu sudah dikenal'): susunan nominal singkat tanpa kata kerja penghubung, dipertahankan sebagai pernyataan elipsis yang menjawab sumpah berlebihan mereka; 'ma'ruufah' (dikenal/lazim) dipertahankan dalam makna dasarnya, bukan diperluas dengan penjelasan sebab-akibat yang tak ada di teks. Objek 'amartahum' (menyuruh mereka) tidak disebutkan secara spesifik: dipertahankan tanpa menyisipkan 'berperang' yang tak ada di kata kerja itu sendiri.

Tafsiran

Ayat ini menolak sumpah setia yang gigih dan dramatis, menggantinya dengan permintaan yang jauh lebih sederhana: ketaatan yang biasa dan dikenal. Kontras ini menyingkap bahwa yang dihargai bukan janji besar, melainkan kepatuhan konsisten yang tak perlu disumpahkan berlebihan.

Renungan dan Hikmah

  • Rumusan “bersumpah dengan sungguh-sungguh” terpakai di lima ayat. Di 5:53 sumpah setia itu berakhir dengan amal yang gugur, di 6:109 mereka bersumpah akan beriman bila datang tanda, di 16:38 mereka bersumpah bahwa yang mati tak akan dibangkitkan, di 35:42 mereka bersumpah akan lebih terpimpin bila datang pemberi peringatan. Tak satu pun berdiri sebagai sumpah yang terbukti. Ayat ini menjawab rumusan itu dengan dua kata: jangan bersumpah.
  • Sumpah mereka memakai bentuk penegasan yang paling kuat: pastilah mereka akan berangkat. Dua ayat kemudian, di 24:55, bentuk penegasan yang sama dipakai tiga kali berturut-turut, tetapi yang mengucapkannya bukan lagi mereka. Di antara keduanya berdiri larangan bersumpah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

khabiir diterjemahkan 'waskita' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan belum ditelaah (latiif/basiir) dipertahankan sementara. Konvensi xbr: khabiir diterjemahkan 'waskita' (45 ayat, SEMUA utk Allah; 39 indefinit diterjemahkan kecil tanpa Maha, 6 takrif diterjemahkan 'Sang Waskita'); khabar/akhbaar diterjemahkan 'kabar/berita' (kata serapan akar); khubr pemakaian diteruskan+catatan. Pembeda: aliim diterjemahkan 'berilmu' (formula aliimun khabiir 4× kini 'berilmu lagi waskita'); terjemahan lain MEMBELAH lema (Teliti 36 / Mengetahui-Mengenal 9). Kolisi mati terdokumentasi: batin (b-t-n 57:3), mengenal (-r-f), duga (=zhann!). makna kedua 'TRIED, TESTED, proved by EXPERIENCE'; khabiir = 'pengetahuan luas atas perkara batin, seperti shahiid atas perkara lahir'; Jangkar: khabiir = petani penggarap.