وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَئِنْ أَمَرْتَهُمْ لَيَخْرُجُنَّ ۖ قُلْ لَا تُقْسِمُوا ۖ طَاعَةٌ مَعْرُوفَةٌ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Mereka bersumpah demi Allah dengan sungguh-sungguh bahwa jika engkau menyuruh mereka, pastilah mereka akan berangkat. Katakanlah, "Janganlah kalian bersumpah; ketaatan yang baik itu sudah dikenal. Sesungguhnya Allah waskita terhadap apa yang kalian kerjakan."

Terjemahan bertahap (5 jeda)
  1. وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْwa-aqsamuu bi-llaahi jahda aymaanihimmereka bersumpah demi Allah dengan sungguh-sungguh
  2. لَئِنْ أَمَرْتَهُمْ لَيَخْرُجُنَّla-in amartahum la-yakhrujunnabahwa jika engkau menyuruh mereka, pastilah mereka akan berangkat
  3. قُلْ لَا تُقْسِمُواqul laa tuqsimuukatakanlah, janganlah kalian bersumpah
  4. طَاعَةٌ مَعْرُوفَةٌtaa'atun ma'ruufatunketaatan yang baik itu sudah dikenal
  5. إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَinna llaaha khabiirun bimaa ta'maluunasesungguhnya Allah waskita terhadap apa yang kalian kerjakan
Catatan pilihan kata (ringkas)

khabiir diterjemahkan 'waskita' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan belum-dibedah (latiif/basiir) dipertahankan sementara. Konvensi xbr: khabiir diterjemahkan 'waskita' (45 ayat, SEMUA utk Allah; 39 indefinit diterjemahkan kecil tanpa Maha, 6 takrif diterjemahkan 'Sang Waskita'); khabar/akhbaar diterjemahkan 'kabar/berita' (loanword akar); khubr passthrough+catatan. Pembeda: aliim diterjemahkan 'berilmu' (formula aliimun khabiir 4× kini 'berilmu lagi waskita'); terjemahan lain MEMBELAH lema (Teliti 36 / Mengetahui-Mengenal 9). Kolisi mati terdokumentasi: batin (b-t-n 57:3), mengenal (-r-f), duga (=zhann!). Lih.. sebagian penerjemah: 'And they swore by God their strongest oaths, that if thou shouldst command them, they would go forth. Jangkar: khabiir = petani penggarap.

Aplikasi

Penolakan terhadap sumpah-sumpah kesetiaan yang gigih ('jika engkau perintahkan, pasti kami berangkat') demi 'ketaatan yang baik (ma'ruufah)', sesuatu yang biasa dan dikenal, menunjukkan bahwa yang dihargai bukan janji besar yang dramatis, melainkan kepatuhan sehari-hari yang konsisten dan tak mencolok. Konkretnya: curigai sumpah setia yang berlebihan (dari diri sendiri maupun orang lain), yang sesungguhnya dituntut adalah keandalan sederhana dan konsisten dalam kewajiban yang sudah jelas, bukan janji besar untuk menutupi ketidakkonsistenan.