قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ ۖ وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا ۚ وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ
Katakanlah, "Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul." Maka jika kalian berpaling, sesungguhnya atasnya hanyalah apa yang dibebankan kepadanya, dan atas kalian apa yang dibebankan kepada kalian; dan jika kalian menaatinya, kalian akan mendapat petunjuk; dan kewajiban Rasul hanyalah penyampaian yang jelas.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَqul atii'uu llaaha wa-atii'uu r-rasuulakatakanlah, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul
- فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْfa-in tawallaw fa-innamaa alayhi maa hummila wa-alaykum maa hummiltummaka jika kalian berpaling, sesungguhnya atasnya hanyalah apa yang dibebankan kepadanya, dan atas kalian apa yang dibebankan kepada kalian
- وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُواwa-in tutii'uuhu tahtaduudan jika kalian menaatinya, kalian akan mendapat petunjuk
- وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُwa-maa alaa r-rasuuli illaa l-balaaghu l-mubiinudan kewajiban Rasul hanyalah penyampaian yang jelas
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-w-l, t-w-', a-l-h, r-s-l, w-l-y, h-m-l, h-d-y, b-l-gh, b-y-n): wa maa alaa r-rasuul illaa l-balaagh al-mubiin diterjemahkan 'kewajiban Rasul hanyalah penyampaian yang jelas' (akar b-l-gh), jangkar DEFINITIF balligh/peran-disangkal: tugas Rasul TERBATAS pada penyampaian jelas (sepasang 13:40, 16:82, 42:48, 5:99); hummila diterjemahkan 'dibebankan' (akar h-m-l); tahtaduu diterjemahkan 'mendapat petunjuk' (akar h-d-y HDY). gloss '(Nabi Muhammad)/(amanat Allah)' dibuang.
Aplikasi
Pembagian tanggung jawab, 'atasnya (Rasul) apa yang dibebankan kepadanya, dan atas kalian apa yang dibebankan kepada kalian', dengan kewajiban Rasul dibatasi pada 'penyampaian yang jelas' saja, memisahkan tegas tanggung jawab penyampai pesan dari tanggung jawab penerima atas responsnya sendiri. Konkretnya: dalam peran apa pun yang mengharuskanmu menyampaikan sesuatu penting (mengajar, menasihati, memimpin), sadari tugasmu selesai pada penyampaian yang jujur dan jelas, kau tidak bertanggung jawab memaksa hasil respons orang lain, yang justru membebaskanmu dari over-functioning sekaligus tetap menuntutmu menjalankan bagianmu dengan baik.