لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ ۚ وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۖ وَلَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Janganlah sekali-kali engkau mengira orang-orang yang kufur akan berhasil meloloskan diri di bumi; tempat tinggal mereka adalah api, dan sungguh seburuk-buruk tempat kembali.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِlaa tahsabanna lladziina kafaruu mu'jiziina fii l-ardhijanganlah sekali-kali engkau mengira orang-orang yang kufur akan berhasil meloloskan diri di bumi
  2. وَمَأْوَاهُمُ النَّارُwa-ma'waahumu n-naarudan tempat tinggal mereka adalah api
  3. وَلَبِئْسَ الْمَصِيرُwa-la-bi'sa l-mashiirudan sungguh seburuk-buruk tempat kembali

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. لَاlaajanganlah
  2. تَحْسَبَنَّtahsabannaengkau mengira
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. كَفَرُواkafaruukufur
  5. مُعْجِزِينَmu'jiziinaorang-orang yang melemahkan
  6. فِيfiidi
  7. الْأَرْضِl-ardhibumi
  8. وَمَأْوَاهُمُwa-ma'waahumudan tempat tinggal mereka
  9. النَّارُn-naaruapi
  10. وَلَبِئْسَwa-la-bi'sadan sungguh buruk sekali
  11. الْمَصِيرُl-mashiirutempat kembali

Inti bacaan

Peringatan agar tidak mengira orang kufur bisa 'melemahkan Allah di bumi' menegaskan bahwa kekuasaan, keberhasilan, atau daya tahan yang tampak dari mereka yang hidup dalam pembangkangan terbuka bersifat sementara, bukan bukti mereka benar-benar lolos dari akibat. Konkretnya: jangan biarkan keberhasilan duniawi yang tampak dari individu atau sistem yang jelas-jelas korup secara etis menggoyahkan komitmenmu sendiri berbuat benar, tampak lolos dalam jangka pendek bukan berarti benar-benar lolos.

Penjelasan pilihan kata

'Mu'jiziina' ('meloloskan diri/melemahkan', akar Ejz) diterjemahkan sebagai bentuk yang tidak memerlukan objek eksplisit: kata ini menandai keadaan tak-tertangkap/tak-terkalahkan secara umum, dipertahankan tanpa menyisipkan objek 'Allah' yang tak disebut teks itu sendiri.

Tafsiran

Ayat penutup segmen ini adalah peringatan langsung: keberhasilan atau daya tahan yang tampak dari mereka yang menolak kebenaran bersifat sementara, bukan bukti mereka benar-benar terlepas dari konsekuensi.

Renungan dan Hikmah

  • Larangan “jangan sekali-kali mengira” terpakai di lima ayat: 3:169, 3:188, 14:42, 14:47, dan di sini. Keempat yang lain melarang satu jenis kesimpulan yang sama, kesimpulan yang ditarik dari apa yang terlihat. Jangan mengira yang gugur di jalan Allah itu mati (3:169), jangan mengira yang bergembira atas perbuatannya akan lolos (3:188), jangan mengira Allah lalai terhadap perbuatan orang zalim (14:42), jangan mengira janji kepada para rasul diingkari (14:47). Yang dilarang selalu penglihatan yang berhenti terlalu cepat, dan ayat ini menambahkan satu lagi ke daftar itu.
  • Rumusan penutupnya, “seburuk-buruk tempat kembali”, muncul sebelas kali di Quran. Hanya di ayat ini ia didahului dua partikel penegas sekaligus. Kalimat yang di sepuluh tempat lain diberitakan datar, di sini ditekan, dan yang ditekan justru bagian tentang akhir, bukan bagian tentang kekuasaan yang tampak di bumi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar h-s-b, k-f-r, '-j-z, a-r-d, a-w-y, n-w-r, b-a-s, s-y-r): tahsabanna diterjemahkan 'mengira' (akar h-s-b); mu'jiziin diterjemahkan 'melemahkan (luput)' (akar '-j-z); ma'waa diterjemahkan 'tempat tinggal' (akar '-w-y); masiir diterjemahkan 'tempat kembali' (akar s-y-r). gloss '(Allah)/(sehingga dapat menghindar…)/(di akhirat)' dibuang.