وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Dan apabila anak-anak di antara kalian telah mencapai baligh, hendaklah mereka meminta izin sebagaimana orang-orang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan tanda-tanda-Nya kepada kalian. Allah berilmu lagi penuh hikmah.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَwa-idzaa balagha l-athfaalu minkumu l-hulumadan apabila anak-anak di antara kalian telah mencapai baligh
  2. فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْfa-l-yasta'dzinuu ka-maa sta'dzana lladziina min qablihimhendaklah mereka meminta izin sebagaimana orang-orang sebelum mereka meminta izin
  3. كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِka-dzaalika yubayyinu llaahu lakum aayaatihidemikianlah Allah menjelaskan tanda-tanda-Nya kepada kalian
  4. وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌwa-llaahu 'aliimun hakiimunAllah berilmu lagi penuh hikmah

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. بَلَغَbalaghamencapai
  3. الْأَطْفَالُl-athfaaluanak-anak
  4. مِنْكُمُminkumudi antara kalian
  5. الْحُلُمَl-hulumabalig
  6. فَلْيَسْتَأْذِنُواfa-l-yasta'dzinuumaka hendaklah mereka meminta izin
  7. كَمَاka-maasebagaimana
  8. اسْتَأْذَنَsta'dzanameminta izin
  9. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  10. مِنْmindari
  11. قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
  12. كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
  13. يُبَيِّنُyubayyinumenjelaskan
  14. اللَّهُllaahuAllah
  15. لَكُمْlakumkepada kalian
  16. آيَاتِهِaayaatihitanda-tanda-Nya
  17. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  18. عَلِيمٌ'aliimunberilmu
  19. حَكِيمٌhakiimunbijaksana

Inti bacaan

Perluasan aturan minta izin yang sama kepada anak-anak begitu mencapai usia balig menandai balig sebagai ambang nyata yang mengubah ekspektasi privasi dalam keluarga, bukan status yang diabaikan begitu saja. Konkretnya: sengaja sesuaikan aturan rumah tangga seiring anak memasuki usia balig, perlakukan momen itu sebagai transisi nyata yang menuntut norma privasi baru, bukan menganggap anak selamanya dikecualikan dari privasi orang dewasa.

Penjelasan pilihan kata

'Kamaa sta'dzana lladziina min qablihim' ('sebagaimana orang-orang sebelum mereka meminta izin') dipertahankan literal: 'orang-orang sebelum mereka' merujuk pada orang dewasa yang sudah lebih dulu tunduk pada aturan izin biasa (24:27), tanpa perlu disisipkan penjelasan tambahan.

Tafsiran

Ayat ini memperluas aturan izin tiga-waktu di ayat sebelumnya (khusus untuk hamba sahaya dan anak yang belum baligh) menjadi aturan izin penuh begitu anak mencapai baligh: sebuah ambang yang mengubah status privasi secara nyata dalam keluarga.

Renungan dan Hikmah

  • Susunan “orang-orang sebelum mereka” dipakai di 28 ayat Quran, dan di 3:11, 8:52, 9:70, atau 16:26 ia menunjuk umat-umat yang sudah lenyap beserta akibat yang menimpa mereka. Di sini susunan yang sama menunjuk orang dewasa di rumah yang itu juga, yang sudah lebih dulu terbiasa mengetuk. Teladannya bukan sejarah besar, melainkan kebiasaan seisi rumah.
  • Ayat ini menutup aturan ketuk-pintu dengan menyebutnya tanda-tanda Allah, kata yang di tempat lain dipakai untuk langit, hujan, dan pergantian siang-malam. Urusan sekecil meminta izin masuk kamar diletakkan pada rak yang sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

· akar h-l-m di ayat ini = cabang BALIG (balagha l-hulum), bukan hilm; lih. akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.