إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِذَا كَانُوا مَعَهُ عَلَىٰ أَمْرٍ جَامِعٍ لَمْ يَذْهَبُوا حَتَّىٰ يَسْتَأْذِنُوهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَأْذِنُونَكَ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ۚ فَإِذَا اسْتَأْذَنُوكَ لِبَعْضِ شَأْنِهِمْ فَأْذَنْ لِمَنْ شِئْتَ مِنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمُ اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang mukmin hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka bersamanya dalam suatu urusan bersama, mereka tidak pergi sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu, mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena suatu keperluan mereka, izinkanlah bagi siapa yang engkau kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan bagi mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih.
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِinnamaa l-mu'minuuna lladziina aamanuu bi-llaahi wa-rasuulihisesungguhnya orang-orang mukmin hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya
- وَإِذَا كَانُوا مَعَهُ عَلَىٰ أَمْرٍ جَامِعٍ لَمْ يَذْهَبُوا حَتَّىٰ يَسْتَأْذِنُوهُwa-idzaa kaanuu ma'ahu alaa amrin jaami'in lam yadzhabuu hattaa yasta'dzinuuhudan apabila mereka bersamanya dalam suatu urusan bersama, mereka tidak pergi sebelum meminta izin kepadanya
- إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَأْذِنُونَكَ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِinna lladziina yasta'dzinuunaka ulaa'ika lladziina yu'minuuna bi-llaahi wa-rasuulihisesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu, mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya
- فَإِذَا اسْتَأْذَنُوكَ لِبَعْضِ شَأْنِهِمْ فَأْذَنْ لِمَنْ شِئْتَ مِنْهُمْfa-idzaa sta'dzanuuka li-ba'di sha'nihim fa-adzan li-man shi'ta minhummaka apabila mereka meminta izin kepadamu karena suatu keperluan mereka, izinkanlah bagi siapa yang engkau kehendaki di antara mereka
- وَاسْتَغْفِرْ لَهُمُ اللَّهَwa-staghfir lahumu llaahadan mohonkanlah ampunan bagi mereka kepada Allah
- إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌinna llaaha ghafuurun rahiimunsesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain di ayat ini: “Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dua penyimpangan dari Arab, keduanya, superlatif yang di teks. *Ghafuur* berpola *fa'uul* & *rahiim* berpola *fa'iil*: intensif, superlatif (bandingkan *arham*, pola *af'al* = elatif, di situ superlatif memang ada, dan justru di situ terjemahan lain memakai superlatif Indonesia; lih. 7:151)., kepastian yang tak ada pada sebutan indefinit. terjemahan ini: huruf kecil, bebas “Maha”, sesuai indefinitnya. Dasarnya praktik KEMENAG SENDIRI: di ia menulis *rahiim* diterjemahkan “penyayang”, sebab subjeknya NABI, seorang manusia. Jadi terjemahan lain TAHU aturan takrif/indefinit; ia hanya tak konsisten menerapkannya. Rumus muncul di, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8)., dan itu penting: *ghafara* = (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), *rahima* =. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. bahwa *ghafuur* & *rahiim* memang saling terikat namun berbeda: akar akar gh-f-r muncul di dekat *rahiim* tapi hanya di dekat *rahmaan*, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan *rahmaan* ≠ *rahiim*. ⚠ Akar tetangga yang BELUM diputuskan (*'aziiz*, *hakiim*, *haliim*, *'aliim* dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap. Rujukan:,. sebagian penerjemah: 'The believers1 are but those who believe in2 God and His messenger, and when they are with him on a common matter, go not away until they ask leave of him.3 They who ask leave of thee: those are they who believe in4 God and His messenger. So when they ask leave of thee for some matter of theirs, give thou leave to whom thou wilt among them, and ask thou forgiveness of God for them; God is forgiving and merciful.' Corpus ayat ini: = LEM:gafuwr ROOT:gfr,; = LEM:r~aHiym ROOT:rHm,. Keduanya sebutan, dan sebutan Arab memang indefinit ('innahu ghafuurun rahiim' = 'sungguh Dia pengampun, pengasih'); itu struktur NORMAL, bukan kelalaian.
Aplikasi
Ciri mukmin sejati adalah tidak meninggalkan urusan bersama tanpa meminta izin lebih dulu, kesediaan meminta izin dan bertanggung jawab atas kehadiran/ketidakhadiran dijadikan bukti komitmen sungguhan pada kolektif, bukan formalitas remeh. Konkretnya: dalam komitmen kelompok (kerja, proyek komunitas, rapat), perlakukan menghilang diam-diam tanpa pemberitahuan sebagai pelanggaran kepercayaan yang nyata, bukan jalan pintas yang tidak berbahaya.