لَا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًا ۚ قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنْكُمْ لِوَاذًا ۚ فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Janganlah kalian jadikan panggilan Rasul di antara kalian seperti panggilan sebagian kalian kepada sebagian yang lain. Sungguh, Allah mengetahui orang-orang di antara kalian yang menyelinap pergi dengan berlindung. Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya waspada, jangan sampai mereka ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- لَا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًاlaa taj'aluu du'aa'a r-rasuuli baynakum ka-du'aa'i ba'dikum ba'danjanganlah kalian jadikan panggilan Rasul di antara kalian seperti panggilan sebagian kalian kepada sebagian yang lain
- قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنْكُمْ لِوَاذًاqad ya'lamu llaahu lladziina yatasallaluuna minkum liwaadzansungguh Allah mengetahui orang-orang di antara kalian yang menyelinap pergi dengan berlindung
- فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِfa-l-yahdzari lladziina yukhaalifuuna an amrihimaka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya waspada
- أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌan tusiibahum fitnatun aw yusiibahum adzaabun aliimunjangan sampai mereka ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih
Catatan pilihan kata (ringkas)
C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP); lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih.. sebagian penerjemah: 'Make not the calling of the Messenger among yourselves as your call one of another. God knows those who slip away surreptitiously1 among you.
Aplikasi
Larangan memperlakukan panggilan Rasul seperti panggilan sesama biasa, disertai peringatan bagi yang menyelinap pergi diam-diam, menegaskan bahwa sebagian panggilan otoritas yang sah membawa bobot berbeda yang menuntut respons berbeda pula. Konkretnya: bedakan antara kewajiban sosial biasa dan panggilan yang benar-benar membawa bobot/konsekuensi (dari otoritas yang sah, kebutuhan mendesak komunitas), jangan diam-diam menghindar atau setengah hati memenuhi yang terakhir seolah itu opsional.