لَا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًا ۚ قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنْكُمْ لِوَاذًا ۚ فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Janganlah kalian jadikan panggilan Rasul di antara kalian seperti panggilan sebagian kalian kepada sebagian yang lain. Sungguh, Allah mengetahui orang-orang di antara kalian yang menyelinap pergi dengan berlindung. Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya waspada, jangan sampai mereka ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- لَا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًاlaa taj'aluu du'aa'a r-rasuuli baynakum ka-du'aa'i ba'dhikum ba'dhanjanganlah kalian jadikan panggilan Rasul di antara kalian seperti panggilan sebagian kalian kepada sebagian yang lain
- قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنْكُمْ لِوَاذًاqad ya'lamu llaahu lladziina yatasallaluuna minkum liwaadzansungguh Allah mengetahui orang-orang di antara kalian yang menyelinap pergi dengan berlindung
- فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِfa-l-yahdzari lladziina yukhaalifuuna 'an amrihimaka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya waspada
- أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌan tushiibahum fitnatun aw yushiibahum 'adzaabun aliimunjangan sampai mereka ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih
Terjemahan per kata (27 kata)
- لَاlaajanganlah
- تَجْعَلُواtaj'aluukalian menjadikan
- دُعَاءَdu'aa'adoa
- الرَّسُولِr-rasuuliRasul
- بَيْنَكُمْbaynakumdi antara kalian
- كَدُعَاءِka-du'aa'iseperti panggilan
- بَعْضِكُمْba'dhikumsebagian kalian
- بَعْضًاba'dhansebagian
- قَدْqadsungguh
- يَعْلَمُya'lamumengetahui
- اللَّهُllaahuAllah
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- يَتَسَلَّلُونَyatasallaluunamereka menyelinap pergi
- مِنْكُمْminkumdari kalian
- لِوَاذًاliwaadzandengan berlindung
- فَلْيَحْذَرِfa-l-yahdzarimaka hendaklah waspada
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- يُخَالِفُونَyukhaalifuunamereka menyalahi
- عَنْ'andari
- أَمْرِهِamrihiurusan-Nya
- أَنْanbahwa
- تُصِيبَهُمْtushiibahummenimpa mereka
- فِتْنَةٌfitnatunfitnah
- أَوْawatau
- يُصِيبَهُمْyushiibahummenimpa mereka
- عَذَابٌ'adzaabunazab
- أَلِيمٌaliimunyang pedih
Inti bacaan
Larangan memperlakukan panggilan Rasul seperti panggilan sesama biasa, disertai peringatan bagi yang menyelinap pergi diam-diam, menegaskan bahwa sebagian panggilan otoritas yang sah membawa bobot berbeda yang menuntut respons berbeda pula. Konkretnya: bedakan antara kewajiban sosial biasa dan panggilan yang benar-benar membawa bobot/konsekuensi (dari otoritas yang sah, kebutuhan mendesak komunitas), jangan diam-diam menghindar atau setengah hati memenuhi yang terakhir seolah itu opsional.
Penjelasan pilihan kata
'Liwaadzan' ('dengan berlindung', akar l-w-dz): cara menyelinap sambil bersembunyi di balik sesuatu atau seseorang, dipertahankan literal tanpa menyisipkan objek 'kepada kawannya' yang tak disebut kata ini sendiri. 'Amrihi' ('perintah-Nya') dipertahankan sebagai kata ganti tunggal tanpa menggandakan rujukan menjadi 'perintah Rasul-Nya' yang menyisipkan kata benda tambahan.
Tafsiran
Ayat ini menuntut perlakuan berbeda terhadap panggilan Rasul dibanding panggilan sesama biasa: bobot otoritas yang berbeda menuntut respons yang berbeda pula, dengan peringatan tegas bagi yang mencoba menghindar diam-diam.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini memuat lima rangkaian yang tak satu pun berulang di tempat lain: دُعَاءَ الرَّسُولِ, يَتَسَلَّلُونَ, لِوَاذًا, فَلْيَحْذَرِ, dan يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ. Kepadatan semacam itu jarang. Dua di antaranya melukiskan cara pergi, bukan perbuatan pergi itu sendiri: يَتَسَلَّلُونَ menggambarkan gerak menyelinap sedikit demi sedikit, dan لِوَاذًا menambahkan bahwa gerak itu memakai orang lain sebagai penutup. Yang ditegur bukan ketidakhadiran, melainkan cara meninggalkan tempat supaya tak kelihatan meninggalkannya.
- Peringatan penutupnya memakai kata kerja yang juga hapax, فَلْيَحْذَرِ, dan yang diperingatkan bukan orang yang menolak terang-terangan melainkan “yang menyalahi perintah-Nya”; rumusan yang tak ada duanya. Perhatikan juga ganti miliknya: perintah itu disebut “perintah-Nya”, padahal yang sedang dibicarakan panggilan Rasul. Satu kalimat memindahkan bobot panggilan itu dari yang memanggil kepada yang mengutusnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).