أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ قَدْ يَعْلَمُ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ وَيَوْمَ يُرْجَعُونَ إِلَيْهِ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Ketahuilah, sesungguhnya milik Allah apa yang di langit dan di bumi. Sungguh Dia mengetahui keadaan kalian, dan pada hari mereka dikembalikan kepada-Nya, Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah berilmu akan segala sesuatu.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِalaa inna lillaahi maa fii s-samaawaati wa-l-ardiketahuilah, sesungguhnya milik Allah apa yang di langit dan di bumi
  2. قَدْ يَعْلَمُ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِqad ya'lamu maa antum alayhisungguh Dia mengetahui keadaan kalian
  3. وَيَوْمَ يُرْجَعُونَ إِلَيْهِ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُواwa-yawma yurja'uuna ilayhi fa-yunabbi'uhum bimaa amiluudan pada hari mereka dikembalikan kepada-Nya, Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan
  4. وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌwa-llaahu bi-kulli shay'in aliimunAllah berilmu akan segala sesuatu
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Probe: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. ⚠ C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. Lih.. sebagian penerjemah: 'In truth,1 to God belongs what is in the heavens and the earth.

Aplikasi

Penutup surah menegaskan bahwa 'keadaan kalian sekarang', bukan hanya perbuatan di masa depan, sudah sepenuhnya diketahui, menyiratkan kondisi batin saat ini pun berada dalam pengawasan penuh, bukan hanya tindakan yang akan datang. Konkretnya: jangan mengompartementalisasi sikap dan niat 'pribadi'-mu seolah tak terjangkau/tersembunyi, kesadaran bahwa kondisimu saat ini sudah sepenuhnya diketahui seharusnya membentuk kejujuran dirimu yang berkelanjutan, bukan sekadar kekhawatiran soal penghakiman di masa depan.